Panggungdigunakan untuk meletakkan sediaan objek atau specimen. Pada panggung terdapat dua penjepit untuk menjepit object glass. Lensa kondesor memiliki fungsi untuk menerangi objek yang hendak diamati serta menerangi lensa berperan sebagai pembentuk bayangan pada tingkatan pertama. Bagian lensa ini yang menentukan
Gambar 17. Teknik-teknik Pencahayaan Langsung Sumber Fred Lawson , Congress, Conversation And Exhibition Facilities, 2000 c. Pencahayaan Panggung Pencahayaan panggung yaitu pencahayaan yang ditujukan pada daerah panggung, untuk menerangi daerah panggung. 1 Fungsi Pencahayaan Panggung Visibility § Untuk dapat terlihat jelas dan teliti bagian-bagian pementasan adegan yang dipertunjukkan. § Untuk dapat menimbulkan suatu perasaan penonton terhadap pertunjukkan itu sendiri, atau membentuk suasana ruang. § Untuk membantu membentuk suatu komposisi panggung. § Untuk membentuk efek-efek pada panggung. 2 Area Pencahayaan Panggung Pencahayaan panggung terdiri dari tiga bagian penting, yaitu a Lighting The Actor Yaitu pencahayaan yang ditujukan untuk menerangi pemain pementas. Untuk pencahayaan pemain biasanya digunakan lampu jenis Follow Spot Light, Reflector Spotlight dan Profile Spot Light. Letak lampu tersebut ada yang di gantung, berdiri atau stand, dan diletakkan di lantai. b Lighting The Acting Area Yaitu pencahayaan yang ditujukan untuk menerangi memberi efek pada area panggung. Untuk pencahayaan area panggung biasa digunakan lampu jenis Fresnel Spot Light, Fresnel Downlight, Border Light dan Stiplight. Letak lampu tersebut ada yang digantung, pada lantai atau ditanam. c Lighting The Background Effect Yaitu memberi penerangan dan efek pada panggung latar belakang panggung. Untuk pencahayaan latar belakang panggung biasa digunakan lampu jenis Striplight, Fresnel Light, Border Light, fan light dan rotary light. Tata letaknya ada yang digantung, diletakkan pada lantai atau dengan stand. Penempatan lampu pada area stage ada beberapa jenis di antaranya Gambar 18. Jenis-jenis Lampu Untuk Pertunjukkan Sumber Harold Burris Meyer Edward C. Cole , Theatres Auditorium, 1964 3 Jenis lampu panggung Pencahayaan yang digunakan khusus untuk kepentingan penampilan di panggung di antaranya § “Follow Spot Light“, yaitu lampu yang memiliki sinar langsung dan dapat diarahkan kepada yang dituju. Lampu ini dapat diputar ke segala arah dengan kekuatan yang cukup tinggi 500 – 1500 watt. § “Foot light“, yaitu deretan lampu yang ditanam pada pinggir panggung depan menggunakan reflektor dari metal agar tidak menyilaukan penonton tapi dapat menimbulkan efek ke arah panggung. § “House Light“, yaitu deretan lampu yang ditanam pada langit-langit panggung dan dari samping panggung. Pengontrolan lampu-lampu tersebut dilakukan dari ruang kontrol cahaya, sedangkan untuk mengatur letak dan posisi lampu-lampu tersebut dicapai melalui cat walk di atas plafon. 2. Penghawaan
Sebuahlampu panggung disebut sebagai 'perlengkapan' suatu 'instrumen' atau 'unit' di Amerika Utara, sebagai 'pas cahaya' atau 'lentera' di Inggris dan sebagai 'luminer' ('e' adalah diam ), di bagian lain dunia dan oleh teknik dan masyarakat arsitektur Semua istilah ini memiliki satu kesamaan. Perlengkapan yang umum digunakan untuk panggung
15 Views Home Articles Lighting kerumahtanggaan Pementasan Teater Ditulis makanya Jovian Lukito N domestik sebuah pementasan teater, banyak sekali atom pendukung artistik begitu juga make-up, kostum, nasib baik, musik, dan lighting. Sonder adanya simpatisan tersebut, maka pergelaran enggak dapat ditampilkan secara maksimal. Lighting merupakan penataan peralatan pencahayaan, dalam hal ini adalah bagi bikin mencahayai panggung dan mendukung sebuah pementasan. Sebab, tanpa adanya cahaya, maka pementasan tidak akan terlihat, suasana yang sesuai dengan tuntutan naskah akan berat untuk dibangun, dan pesan buat penonton pun tidak tersampaikan. Ada banyak macam lighting yang lumrah dipakai privat sebuah tontonan merupakan PAR Parabolic Aluminized Reflector Fixture yang minimal masyarakat kita jumpai dalam stage lighting. Pada galibnya, PAR adalah fixture statik/tidak berputar, yang menembakkan beam/cahaya yang berpendar tanpa punya batasan yang jelas, dan berperan bagaikan ambient/flood light cak bagi mengisi seluruh ruangan dan menghasilkan suasana tertentu. Moving Head Fixture yang punya head/kepala nan bisa bergerak karena terletak motor di dalamnya yang mengatur posisi, arah, dan kecepatan gerakan. Follow Spot Fixture yang menembakkan cahaya dengan output samudra biasanya berupa spot light, yang dapat dioperasikan secara manual maka itu insinyur lighting. Rata-rata follow spot digunakan cak bagi menyorot figur/obyek tertentu di medan agar seluruh pemirsa fokus pada obyek yang disorot. Bola lampu Semarakspot light Variasi terang dengan kesungguhan nan cukup tangga, dan arah pencahayaannya terhimpun pada area tertentu dengan batasan yang jelas. Tujuan pencahayaan ini untuk memasrahkan titik berat lega satu obyek dengan pendirian menyorotinya. Bohlam Blitz Lampu Strobo Blitz Lampu dekorasi panggung strobo blitz berbentuk kotak untuk pencahayaan dekorasi lampu panggung, stage lighting, berperangai kedap kerdip blitz untuk menyemarakkan suasana pesta dengan lampu blitz. Source follow light lighting lighting teater jenis lighting moving light par light pencahayaan Seni Teater STMANIS BINUS Source
Cahayanyabisa digunakan untuk menerangi sebuah area khusus, misalnya meja makan. Lampu dinding (wall lamps) Lampu dinding biasa digunakan untuk tujuan menjadi hiasan dinding, atau memberi penerangan yang agak remang ketika malam tiba dan lampu lain dimatikan. Lampu dinding juga bisa digunakan untuk memperkuat sebuah area, misalnya area duduk. Panggung adalah tempat di mana seni tampil dan kisah dihidupkan. Bagaimanapun, tanpa pencahayaan yang tepat, pertunjukan tersebut mungkin kehilangan kilauannya. Inilah mengapa stage lighting, atau lampu panggung, memainkan peran yang sangat penting dalam menciptakan atmosfer yang tepat dan visual yang menarik di atas panggung. Pengenalan tentang pentingnya stage lighting dalam pertunjukan panggung Dalam penggunaannya, stage lighting tidak hanya memberikan cahaya pada aktor atau objek di panggung, tetapi juga mampu mengubah suasana dan emosi yang ingin disampaikan kepada penonton. Dengan bantuan pencahayaan yang tepat, pertunjukan dapat menciptakan suasana yang misterius, romantis, dramatis, atau bahkan futuristik. Selain itu, stage lighting juga berperan dalam menciptakan efek khusus yang menakjubkan. Misalnya, dengan menggunakan teknik seperti strobo, perubahan warna, atau perlahan, lampu panggung mampu menciptakan momen yang tak terlupakan di panggung. Efek-efek ini dapat meningkatkan dramatisasi pertunjukan dan memberikan pengalaman yang mendalam kepada penonton. Manfaat menggunakan stage lighting Stage lighting yang baik bukan hanya sekedar pencahayaan di atas panggung, tetapi memiliki manfaat yang luar biasa dalam menciptakan atmosfer yang tepat dan visual yang menarik dalam pertunjukan panggung. Berikut adalah beberapa manfaat utama penggunaan stage lighting yang baik 1. Menciptakan Mood dan Atmosfer yang Tepat Stage lighting dapat membantu menciptakan mood dan atmosfer yang sesuai dengan cerita atau tema pertunjukan. Melalui pengaturan intensitas cahaya, warna, dan efek pencahayaan yang tepat, kita dapat menghadirkan suasana yang dramatis, romantis, misterius, atau bahkan euforia yang sesuai dengan kebutuhan cerita atau adegan yang sedang dipentaskan. 2. Fokus dan Pemandu Pandangan Pencahayaan yang baik membantu memandu pandangan penonton ke tempat yang tepat di atas panggung. Dengan menggunakan teknik seperti spotlight atau pencahayaan poin, kita dapat menyoroti aktor atau objek yang sedang penting dalam adegan. Ini membantu menciptakan fokus visual yang diperlukan dan memastikan penonton melihat hal-hal yang diinginkan oleh sutradara atau perancang pertunjukan. 3. Menekankan Ekspresi dan Gerakan Stage lighting dapat menekankan ekspresi dan gerakan para aktor di atas panggung. Dengan menggunakan perubahan intensitas atau arah pencahayaan, kita dapat menyoroti wajah aktor atau memperjelas gerakan mereka. Hal ini membantu penonton lebih terhubung dengan emosi dan narasi yang sedang dipentaskan. 4. Menciptakan Efek Khusus Penggunaan stage lighting yang baik memungkinkan menciptakan efek khusus yang mengesankan di panggung. Misalnya, dengan menggunakan strobo, perubahan warna, atau proyeksi gambar, kita dapat menciptakan momen yang menakjubkan dan tak terlupakan. Efek-efek ini dapat meningkatkan dramatisasi pertunjukan dan memberikan pengalaman visual yang mendalam kepada penonton. 5. Penciptaan Visual yang Memukau Stage lighting memiliki peran penting dalam menciptakan visual yang memukau di panggung. Dengan menggabungkan teknik penerangan yang tepat, penempatan lampu panggung yang strategis, dan penggunaan peralatan khusus seperti gobos atau moving lights, kita dapat menciptakan tampilan visual yang spektakuler dan mengesankan. Menentukan Kebutuhan Stage Lighting Dalam menentukan kebutuhan stage lighting, langkah-langkah berikut dapat diikuti, diantaranya A. Menyusun daftar peralatan dan lampu panggung yang dibutuhkan Ketika menentukan kebutuhan stage lighting, penting untuk mengidentifikasi jenis pertunjukan dan efek visual yang diinginkan. Pertama, perhatikan genre pertunjukan yang akan dilakukan. Apakah itu drama atau teater musikal, konser musik, atau acara tari atau balet? Setiap genre memiliki karakteristik dan kebutuhan pencahayaan yang berbeda. Misalnya, dalam pertunjukan drama atau teater musikal, pencahayaan dapat digunakan untuk menciptakan suasana dan memfokuskan perhatian pada aktor atau objek penting di panggung. Sedangkan dalam konser musik, pencahayaan dapat digunakan untuk meningkatkan suasana dan menampilkan elemen visual yang mendukung penampilan musik. Kedua, identifikasilah efek visual yang diinginkan. Misalnya, apakah Anda ingin menciptakan perubahan warna atau transisi cahaya yang dramatis? Apakah Anda ingin menciptakan efek bayangan atau proyeksi gambar yang menarik? Atau mungkin Anda ingin menciptakan atmosfer khusus seperti hujan atau kabut di panggung? Dengan mengidentifikasi jenis pertunjukan dan efek visual yang diinginkan, Anda dapat memilih peralatan dan pengaturan pencahayaan yang sesuai untuk mencapai tujuan tersebut. B. Mengidentifikasi jenis pertunjukan dan efek visual yang diinginkan Langkah selanjutnya dalam menentukan kebutuhan stage lighting adalah mengidentifikasi jenis pertunjukan dan efek visual yang diinginkan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pencahayaan yang dipilih dapat mendukung dan meningkatkan pengalaman pertunjukan secara keseluruhan. Pertama-tama, perhatikan jenis pertunjukan yang akan dilakukan. Apakah itu pertunjukan teater, konser musik, acara tari, atau jenis pertunjukan lainnya? Setiap jenis pertunjukan memiliki karakteristik unik dan kebutuhan pencahayaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam pertunjukan teater, pencahayaan dapat digunakan untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan alur cerita dan memfokuskan perhatian pada adegan atau karakter tertentu. Sedangkan dalam konser musik, pencahayaan dapat digunakan untuk menciptakan atmosfer yang dinamis dan mendukung penampilan artis di atas panggung. Dalam acara tari, pencahayaan dapat digunakan untuk memperkuat gerakan tari dan menciptakan efek visual yang memukau. Selanjutnya, identifikasi juga efek visual yang diinginkan. Apakah Anda ingin menggunakan perubahan warna yang dramatis, efek bayangan yang menarik, atau proyeksi gambar yang kreatif? Apakah Anda ingin menciptakan suasana tertentu seperti kegelapan, hujan, atau efek khusus lainnya? Dengan mengidentifikasi efek visual yang diinginkan, Anda dapat memilih jenis lampu panggung dan pengaturan pencahayaan yang sesuai. C. Menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan stage lighting Ketika merencanakan pengadaan stage lighting, penting untuk menyesuaikan anggaran yang tersedia dengan kebutuhan pencahayaan panggung. Hal ini akan memastikan bahwa Anda dapat memperoleh peralatan dan layanan yang sesuai dengan dana yang dimiliki. Pertama-tama, tetapkan anggaran yang dapat dialokasikan untuk stage lighting. Tentukan jumlah maksimal yang dapat Anda investasikan dalam peralatan, lampu panggung, dan perawatan secara keseluruhan. Ini akan menjadi pedoman dalam mengambil keputusan dan melakukan pemilihan peralatan yang sesuai. Selanjutnya, lakukan riset pasar untuk mengetahui harga dan kualitas peralatan stage lighting yang berbeda. Bandingkan harga di berbagai toko atau penyedia layanan untuk mendapatkan penawaran terbaik yang sesuai dengan anggaran Anda. Perhatikan juga spesifikasi dan reputasi merek peralatan yang akan Anda pilih. Pertimbangkan juga masa pakai dan biaya perawatan lampu panggung untuk memperkirakan biaya jangka panjang. Jika anggaran terbatas, pertimbangkan juga alternatif yang lebih ekonomis. Misalnya, Anda dapat mencari peralatan bekas yang masih berfungsi dengan baik atau menyewa peralatan untuk pertunjukan tertentu. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan penyedia layanan atau ahli stage lighting untuk mendapatkan saran yang tepat sesuai dengan anggaran yang Anda miliki. Selain itu, perlu diingat bahwa pengelolaan anggaran tidak hanya berkaitan dengan pembelian peralatan, tetapi juga dengan perawatan dan pemeliharaan. Pertimbangkan biaya penggantian lampu yang terbakar atau rusak secara berkala. Selain itu, pastikan Anda memiliki dana yang cukup untuk melakukan perbaikan dan perawatan rutin pada peralatan agar tetap dalam kondisi optimal. Dengan menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan stage lighting, Anda dapat menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan memastikan bahwa dana yang tersedia digunakan secara efisien. Ingatlah untuk tetap memprioritaskan kualitas dan keamanan peralatan dalam memilih solusi yang sesuai dengan anggaran Anda. Pemilihan dan Pemasangan Lampu Panggung A. Mengenal jenis lampu panggung yang umum digunakan Dalam industri lampu panggung, terdapat beberapa jenis lampu yang umum digunakan untuk menciptakan pencahayaan yang optimal di panggung. Berikut ini adalah beberapa jenis lampu panggung yang perlu Anda kenal 1. Lampu PAR Parabolic Aluminized Reflector Lampu PAR adalah jenis lampu panggung yang sering digunakan untuk pencahayaan panggung umum. Lampu ini memiliki reflektor parabolik yang membantu memfokuskan cahaya ke suatu area tertentu. Lampu PAR tersedia dalam berbagai ukuran dan memiliki beragam sudut lebar atau sempit, yang memungkinkan untuk menciptakan efek pencahayaan yang berbeda. Lampu PAR umumnya digunakan untuk memberikan cahaya tahan lama yang merata di panggung. 2. Lampu Fresnel Lampu Fresnel adalah jenis lampu panggung yang menghasilkan cahaya yang lebih lembut dan diffused. Lampu ini menggunakan lensa Fresnel yang membantu memusatkan cahaya dan menghasilkan bayangan yang halus. Lampu Fresnel sering digunakan dalam teater dan film karena kemampuannya untuk mengatur intensitas cahaya dan menciptakan efek pencahayaan yang lebih dramatis. Lampu ini juga dapat diatur untuk menghasilkan pola cahaya yang berbeda, seperti bundaran atau elips. 3. Lampu Ellipsoidal Leko Lampu Ellipsoidal, juga dikenal sebagai Leko, adalah jenis lampu panggung yang umum digunakan untuk pencahayaan panggung teater. Lampu ini memiliki lensa yang dapat diganti untuk mengatur pola cahaya dan memfokuskan cahaya ke area yang diinginkan. Lampu Ellipsoidal juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan tepi yang tajam dan bayangan yang terfokus dengan baik. Lampu ini sering digunakan untuk menyoroti aktor atau objek penting di panggung dengan presisi yang tinggi. B. Menentukan posisi dan sudut pencahayaan yang tepat Pada tahap menentukan kebutuhan stage lighting, sangat penting untuk memperhatikan posisi dan sudut pencahayaan yang tepat. Ini akan membantu menciptakan efek visual yang diinginkan dan memastikan pencahayaan yang merata di panggung. Berikut adalah tiga posisi dan sudut pencahayaan yang umum digunakan dalam pencahayaan panggung 1. Pencahayaan primer key light Pencahayaan primer, juga dikenal sebagai key light, adalah sumber pencahayaan utama yang memberikan sorotan utama pada objek atau aktor di panggung. Pencahayaan ini biasanya ditempatkan di depan atau di samping panggung dengan sudut yang miring ke bawah. Tujuannya adalah untuk menciptakan sorotan yang jelas dan terfokus pada subjek yang sedang tampil. Pencahayaan primer sering digunakan untuk menyoroti wajah aktor atau objek penting di panggung. 2. Pencahayaan sekunder fill light Pencahayaan sekunder, juga dikenal sebagai fill light, digunakan untuk mengisi bayangan yang dihasilkan oleh pencahayaan primer. Pencahayaan ini memberikan pencahayaan yang lebih lembut dan menyebarkan cahaya secara merata di panggung. Biasanya, pencahayaan sekunder ditempatkan di sebelah atau di belakang pencahayaan primer. Tujuannya adalah untuk mengurangi kontras yang tajam dan menciptakan sorotan yang lebih seimbang. Pencahayaan sekunder membantu memperbaiki bayangan dan memberikan detail yang lebih baik pada subjek di panggung. 3. Pencahayaan latar belakang backlight Pencahayaan latar belakang, juga dikenal sebagai backlight, digunakan untuk menciptakan lapisan dan dimensi tambahan pada panggung. Pencahayaan ini biasanya ditempatkan di belakang subjek atau objek, mengarahkan cahaya dari belakang ke arah panggung. Tujuannya adalah untuk memberikan efek visual seperti siluet atau kontur yang menonjolkan subjek di panggung. Pencahayaan latar belakang juga dapat menciptakan kedalaman dan memisahkan subjek dari latar belakang, memberikan tampilan yang lebih menarik. Dengan menentukan posisi dan sudut pencahayaan yang tepat, Anda dapat mengendalikan efek visual yang diinginkan dan mengarahkan perhatian penonton ke area yang diinginkan di panggung. Penting untuk mempertimbangkan hubungan antara pencahayaan primer, sekunder, dan latar belakang untuk mencapai pencahayaan yang seimbang dan mengesankan dalam pertunjukan Anda. C. Mengatur intensitas, warna, dan efek pencahayaan Dalam menentukan pencahayaan panggung yang tepat, penting untuk mengatur intensitas, warna, dan efek pencahayaan untuk menciptakan suasana yang diinginkan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencapai hasil yang optimal 1. Menggunakan dimmer untuk mengatur intensitas pencahayaan Dimmer adalah perangkat yang digunakan untuk mengatur intensitas cahaya lampu panggung. Dengan menggunakan dimmer, Anda dapat meningkatkan atau mengurangi kecerahan lampu sesuai dengan kebutuhan panggung. Ini memungkinkan Anda untuk menciptakan suasana yang berbeda-beda, mulai dari pencahayaan yang terang dan jelas hingga pencahayaan yang lembut dan romantis. 2. Pilihan filter warna untuk menciptakan suasana yang diinginkan Filter warna, juga dikenal sebagai gel filter, dapat digunakan untuk mengubah warna pencahayaan panggung. Filter warna dapat memberikan efek dramatis dan membantu menciptakan suasana yang diinginkan. Misalnya, filter berwarna merah dapat menciptakan suasana yang hangat dan romantis, sementara filter berwarna biru dapat memberikan kesan sejuk dan misterius. Eksperimen dengan berbagai filter warna untuk menemukan kombinasi yang paling sesuai dengan tema atau mood pertunjukan Anda. 3. Menerapkan efek khusus seperti strobo, perubahan warna, dan perlahan Untuk menciptakan efek visual yang menarik, Anda dapat menggunakan efek khusus pada lampu panggung. Misalnya, strobo adalah efek berkedip yang cepat dan berulang-ulang yang dapat memberikan kejutan atau kesan energik dalam pertunjukan. Selain itu, lampu panggung juga dapat diatur untuk melakukan perubahan warna secara perlahan atau mendadak, menciptakan transisi yang indah antara adegan atau suasana. Eksplorasi berbagai efek pencahayaan untuk menemukan yang paling sesuai dengan konsep dan tema pertunjukan Anda. 4. Koordinasi dan sinkronisasi dengan musik atau aksi panggung Pengaturan pencahayaan panggung juga dapat dikombinasikan dengan musik atau aksi panggung untuk menciptakan pengalaman yang menyeluruh. Sinkronisasi pencahayaan dengan irama musik atau gerakan panggung dapat menciptakan efek yang dramatis dan mengesankan. Koordinasikan dengan pemain musik, sutradara, atau koreografer untuk memastikan pencahayaan dan aksi panggung saling mendukung dan menciptakan keterkaitan yang harmonis. Alat Lifting Equipment untuk Stage Lighting Alat-alat lifting equipment yang biasa digunakan untuk stage lighting adalah sebagai berikut Electric hoist Electric hoist adalah alat pengangkat yang menggunakan motor untuk mengangkat dan menurunkan lampu panggung beserta perlengkapannya. Alat ini memiliki kemampuan daya angkat yang kuat dan dapat dikendalikan secara presisi untuk mengatur posisi dan ketinggian lampu. Chain hoist Chain hoist atau juga dikenal sebagai rantai pengangkat, digunakan untuk mengangkat dan menurunkan lampu panggung dengan menggunakan rantai baja yang kuat. Alat ini sering digunakan untuk mengatur posisi dan ketinggian lampu yang lebih rendah atau ketika akses terbatas untuk menggunakan motor hoist. Truss Truss adalah struktur rangka yang terbuat dari aluminium atau baja yang digunakan untuk menyangga dan mendukung lampu panggung serta peralatan lainnya. Truss memungkinkan pemasangan lampu dan peralatan panggung dengan aman dan fleksibel. Ada berbagai jenis truss, seperti truss persegi, truss segitiga, dan truss melengkung, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan panggung. Rigging hardware Rigging hardware meliputi berbagai komponen seperti kait, tali, sling, dan penjepit yang digunakan untuk menggantung dan menstabilkan lampu panggung. Alat-alat ini membantu dalam mengatur posisi dan sudut pencahayaan dengan aman dan terkontrol. Jika Anda mencari alat lifting equipment berkualitas untuk kebutuhan stage lighting, Anda dapat menemukannya di PT Sumber Mega Jaya, sebuah perusahaan yang terpercaya dalam menyediakan peralatan lifting equipment tambahan panggung dan stage lighting. Dapatkan beragam pilihan alat lifting equipment yang sesuai dengan kebutuhan Anda melalui website mereka di Dengan layanan yang profesional dan produk berkualitas, PT Sumber Mega Jaya siap membantu Anda dalam mencapai kesuksesan pertunjukan panggung yang spektakuler. Jenisjenis lampu antara lain Lampu khusus atau spotlight digunakan untuk menyinari objek secara khusus, Follow spotlight lampu sentral yang berfungsi mengikuti objek, Strip light lampu berderet dan bermacam-macam warna, General light sebagai penerangan keseluruhan arena pentas. Fungsi tata lampu Menerangi dan menyinari pentas dan - Tata cahaya dalam seni teater memiliki fungsi yang sangat penting. Tata cahaya sering juga disebut lighting, yang mana salah satu tujuannya ialah untuk membuat pertunjukan teater semakin hidup. Dalam pertunjukan teater, tata cahaya akan membantu penonton untuk memahami keseluruhan isi cerita, mulai dari penokohan hingga suasana tata cahaya dalam teater Menurut Kidung Asmara Sigit dalam buku Alamanak Manajemen Panggung Sebuah Kunjungan ke Belakang Panggung Tiga Grup Teater di Indonesia 2019, tata cahaya merupakan teknik pengaturan cahaya untuk memberi warna pada elemen visual di atas panggung, seperti tata rias, tata panggung, pemeran teater, maupun keseluruhan isi panggung. Dalam teater, cahaya menjadi tampilan akhir dari konsep visual yang dibawakan di atas panggung. Penggunaannya pun tidak boleh asal, karena harus disesuaikan dengan gambaran ceritanya. Contohnya agar suasana tegang dapat tercipta, lighting cenderung dibuat redup atau agak gelap. Contoh lainnya saat latar waktunya pagi hari, maka tata pencahayaan dibuat semirip mungkin dengan waktu pagi. Baca juga Manajemen Produksi Seni Teater Modern Teknik tata pencahayaan dalam teater Tata cahaya membutuhkan penguasaan teknik yang baik. Seorang penata cahaya harus mempelajari pengetahuan dasar, penguasaan peralatan serta melatih kemampuan untuk mengatur cahaya sesuai dengan kisah dalam teaternya. Agar lebih mudah memahaminya, berikut merupakan beberapa teknik tata pencahayaan dalam teater Tata pencahayaan teater harus diatur supaya tidak menyebar ke area lain Mengutip dari jurnal Kajian Ruang dan Cahaya sebagai Tanda pada Peristiwa Teater Realis 2016 karya Shirly Nathania Suhanjoyo, agar cahaya tidak menyebar ke area lain, bisa diterapkan batasan cahayanya untuk menentukan area mana saja yang akan diatur lightingnya. Contohnya penggunaan pintu yang bisa menjadi salah satu penerapan batasan cahaya, karena ruangnya akan menjadi terbatas. Sehingga cahaya menjadi terbatas pada satu atau beberapa area saja. Memperhatikan titik fokus pencahayaannya Saat mengatur lighting, tentukan terlebih dahulu titik fokusnya, yang didasarkan pada naskah teater. Umumnya lighting sering menerangi hampir seluruh bagian panggung, tetapi jika dalam naskah ditemui ketentuan lainnya, maka tata pencahayaannya juga harus disesuaikan. Baca juga Teater Tradisional Ciri-CIiri, Jenis, Unsur, dan Contohnya Tata letak penempatan lampu Biasanya lampu lighting terletak di atas dan dari arah depan panggung. Namun, untuk peletakannya yang lebih pasti harus disesuaikan dengan tata panggung dan naskah. Keseimbangan warna Tidak hanya memperhatikan tata letak lampu serta titik fokusnya, seorang penata cahaya juga harus mampu menguasai teknik keseimbangan warna. Agar panggung terlihat semakin hidup dan serasi, dalam artian cahaya terlihat cocok, tidak berlebihan atau kurang. Fungsi tata cahaya dalam teater Kualitas penyinaran berdasarkan suasana adegan merupakan fungsi dari tata cahaya. Dalam buku Apresiasi Sastra Indonesia 2019 karya Dina Gasong, tata cahaya dalam teater memiliki fungsi utama untuk menyinari seluruh obyek di atas panggung. Lighting juga mempermudah penonton dalam mendapatkan gambaran keseluruhan isi cerita. Secara lebih spesifik, tata cahaya atau lighting dalam teater memiliki empat fungsi utama, yakni Sebagai peneranganLampu lighting digunakan untuk menerangi pemain serta seluruh obyek di atas panggung. Dalam penerapannya, lighting disesuaikan dengan intensitas tertentu dan pesannya. Karena setiap tata pencahayaan dengan intensitas warnanya mengandung makna atau pesan yang ingin disampaikan. Kedalaman obyekPenataan cahaya akan memberi kesan atau makna kedalaman setiap obyek di atas panggung. Pembagian sisi warna gelap dan terang selalu memiliki kesan dan pesan yang mendalam. Pemilihan areaTata pencahayaan bisa difungsikan untuk menentukan obyek serta area yang akan diberikan cahaya. Pemilihan area ini sangat mempengaruhi perhatian penonton, penampilan pemain serta keindahan tata panggungnya. Menghadirkan suasana atau emosi tertentuTata cahaya dalam teater sangat berperan untuk menciptakan atau menghadirkan suasana yang dibawakan pemain. Misalnya cahaya yang cenderung terang, menghadirkan kesan suasana pagi atau siang hari. Baca juga Perbedaan Drama dan Teater Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Berikutini beberapa jenis lampu mobil yang umum digunakan: 1. Halogen. Lampu jenis halogen ini yang paling umum ditemukan dan digunakan pada mobil. Jenis ini bekerja menggunakan filamen seperti layaknya lampu pijar. Filamen yang dialiri listrik berpendar menghasilkan cahaya terang. Lampu ini membutuhkan daya listrik sebesar 35 watt hingga 55

Lampu dalam teater tidak mengacu pada kata lamp tetapi lantern. Kata lamp diartikan sebagai bohlam dan lantern sebagai lampu dan seluruh perlengkapan termasuk bohlam. Istilah lantern digunakan sebagai pembeda antara lampu panggung dengan lampu penerangan rumah. Lampu panggung mempunyai banyak jenis lampu. Akan tetapi, secara mendasar dikategorikan ke dalam dua jenis, yaitu flood dan spot. Flood memiliki cahaya dengan sinar menyebar sedangkan spot memiliki sinar menyorot terarah dan membentuk titik atau bulatan cahaya Carpenter, 19888. Setiap lampu memiliki keistimewaan dalam menghasilkan cahaya. Perkembangan teknologi lampu panggung mampu menghasilkan sesuatu yang baru dengan mengkombinasikan prinsip dan unsur di dalamnya, namun tetap dalam kerangka artistik yang sama. Tugas dari lampu panggung di antaranya adalah menghadirkan cahaya, memberi dimensi, menyinari objek tertentu, memberikan gambaran situasi lakon, dan mendukung gaya pementasan Reid, 19773. Tata lampu panggung ditentukan jenis dan ukuran, disesuaikan tata letak, dan diarahkan penyinarannya untuk mencukupi kebutuhan artistik sebuah pementasan teater. Di bawah adalah jenis-jenis lampu yang digunakan dalam panggung teater. Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2013 3 a. Floodlight Floodlight adalah bentuk paling sederhana dalam khasanah lampu panggung. Bohlam dan reflektor diletakkan dalam sebuah kotak yang dapat diarahkan ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah untuk mengatur jatuhnya cahaya. Tidak ada pengaturan khusus lain yang dilakukan seperti pengaturan bentuk, ukuran sinar, dan fokus. Sinar cahaya yang dihasilkan menyebar membuat besaran area yang disinari tergantung dari jarak lampu terhadap objek. Keterbatasan, lampu flood membuat tidak efektif digunakan untuk menyinari pemeran. Sifatnya yang mengandalkan jarak membuat sinar cahaya mengabur pada objek yang jauh. Luas area penyinaran lampu flood sangat tergantung pada besar watt dan reflektor yang digunakan. Artinya lampu flood standar dengan kekuatan 1000 watt mampu menyinari area lebih luas dibandingkan berkekuatan 500 watt. Lampu flood efektif untuk menyinari backdrop atau objek dengan jarak dekat. Lampu flood yang menggunakan watt besar dan dikhususkan untuk menyinari backdrop disebut cyc-light. Gambar 1. Cyc-light Lampu flood dapat dikombinasikan dengan merangkai beberapa lampu dalam satu wadah compartment. Warna diatur sedemikian rupa sehingga dalam satu kotak terdapat beberapa lampu yang memiliki warna sama. Beberapa lampu flood yang dirangkai dalam satu kotak dan digantung di atas panggung disebut dengan batten atau striplight lampu strip. Gambar 2. Lampu strip Fungsi lampu strip adalah untuk menyinari backdrop dari atas. Tetapi jika rangkaian lampu diletakkan di panggung depan bawah bertujuan untuk menyinari pemeran dari bawah dinamakan footlight lampu kaki. Jika rangkaian lampu strip diletakkan di bawah tetapi tidak di bagian depan panggung dengan tujuan untuk menyinari backdrop atau objek tertentu dari bawah disebut groundrow. b. Beamlight Lampu beam adalah lampu yang memiliki reflektor tapi tidak menggunakan lensa. Cahaya yang dihasilkan tidak melebar sempit. Lampu beam digunakan seperti lampu PAR. Kemampuannya untuk mengubah ukuran cahaya, sehingga sangat digemari para penata cahaya dan sering difungsikan sebagai lampu follow spot yang lembut Fraser, 200748. Lampu beam bisa dipasangi filter warna. Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2013 5 c. Scoop Lampu scoop adalah lampu flood yang menggunakan reflektor ellipsoidal dan dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan. Sinar cahaya yang dihasilkan memancar secara merata dengan lembut. Lampu scoop ada beberapa jenis yang dirancang khusus untuk bohlam tertentu. Ada yang menggunakan bohlam pijar biasa ada yang menggunakan bohlam tungsten. Tetapi secara umum, scoop dapat menggunakan bohlam pijar dan tungsten-halogen. Gambar 4. Scoop Lampu scoop sangat efisien untuk menerangi areal terbatas. Karakter cahayanya yang lembut membuat lampu scoop sangat ideal untuk memadukan warna cahaya. Selain digunakan untuk panggung teater dan teater boneka, scoop juga digunakan dalam studio televisi, studio fotografi, dan gedung yang membutuhkan penerangan khusus seperti museum. d. Fresnel Fresnel merupakan lampu spot yang memiliki garis batas sinar cahaya yang lembut. Lampu fresnel menggunakan reflektor spherical dan lensa fresnel. Karena karakter lensa bergerigi pada sisi luarnya maka bagian tengah lingkaran cahaya yang dihasilkan lebih terang dan meredup ke arah garis tepi cahaya. Pengaturan ukuran sinar cahaya dilakukan dengan menggerakkan bohlam dan reflektor mendekati lensa. Semakin dekat bohlam dan reflektor ke lensa maka lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan semakin besar. Sifat lingkaran cahaya yang lembut memungkinkan dua atau lebih lampu fresnel memadukan warna cahaya pada objek atau area yang disinari. Gambar 5. Lampu fresnel Kekurangan dari lampu fresnel adalah intensitas cahaya tertinggi ada pada pusat lingkaran cahaya sehingga jika seorang pemeran berdiri agak jauk dari pusat lingkaran cahaya, maka ia kurang mendapat cukup cahaya. Karena sifat cahayanya yang sedikit menyebar, maka jika jarak lampu terlalu jauh dari objek sebaran cahayanya akan menerobos ke objek lain. e. Profil Lampu profil termasuk lampu spot yang menggunakan lensa planno convex sehingga lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan memiliki garis tepi yang tegas. Dengan mengatur posisi lensa, maka lingkaran sinar cahaya bisa disesuaikan. Jika lampu profil dalam keadaan fokus maka batas lingkaran cahaya akan jelas terlihat dan jika tidak fokus batas lingkaran cahayanya akan mengabur. Lampu profil digunakan karena besaran lingkaran cahaya dan derajat penyinarannya bisa diatur sedemikian rupa. Selain bentuk sinar cahaya yang melingkar lampu profil dapat membentuk cahaya secara fleksibel dengan bantuan shutter. Shutter atau penutup cahaya ini terpasang di empat sisi atas, Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2013 7 Lampu profil Di Amerika lampu profil disebut ERS Ellipsoidal Relfector Spotlight atau lampu spot yang menggunakan reflektor ellipsoidal, juga disebut lekolite atau leko di Indonesia sering disebut lampu elips atau profil. Bentuk dan ukuran lampu profil dibuat untuk kepentingan pencahaayan panggung. Lampu profil atau ERS memiliki tiga jenis lampu yaitu standard, bifocal, dan zoom. Lampu standar menggunakan satu lensa. Pengaturan fokusnya dengan mendekatkan lensa ke bohlam. Lampu bifocal adalah lampu profil standar yang dilengkapi dengan shutter tambahan yang diletakkan di luar fokus sehingga lampu dapat menghasilkan lingkaran cahaya yang tegas dan lembut sekaligus. Saat ini, lampu bifocal sudah tidak diterbitkan lagi. Sedangkan lampu zoom adalah lampu profil dengan menggunakan dua lensa planno convex yang dipasang secara berhadap-hadapan. Lensa yang pertama mengatur fokus seperti pada lampu profil standar dan lensa kedua mengatur ukuran lingkar sinar cahaya. Kombinasi lensa yang dilakukan pada lampu standar dan bifocal dapat mengubah ukuran lingkaran sinar cahaya tetapi dengan kemungkinannya terbatas. Dengan menggunakan lampu zoom ukuran lingkaran sinar cahaya dapat diatur pada sebarang titik nilai antara minimal dan maksimal hanya dengan menggeser tombol atau pegangan knob yang telah disediakan. Gambar 7. Lekolite f. Pebble Convex Struktur lampu pebble convex sama dengan fresnel, perbedaannya terletak pada penggunaan adalah digunakannya lensa pebble convex. Pada mulanya, terdapat pula lampu semacam ini dengan menggunakan lensa planno convex dan disebut dengan lampu PC. Lampu PC planno convex sudah jarang sekali digunakan atau mungkin sudah tidak diproduksi lagi dan saat ini masih digunakan dalam pementasan teater terutama di Eropa adalah lampu pebble convex. Sehingga istilah lampu PC sekarang ini merujuk pada lampu berlensa pebble convex. Untuk mengatur ukuran lingkaran sinar cahaya, lampu dan reflektor didekatkan ke lensa. Karena menggunakan lensa pebble convex maka garis sinar cahaya yang dihasilkan berada di antara fresnel yang berkarakter lembut dan profile yang berkarakter tegas. Lampu ini sangat bermanfaat ketika garis sinar cahaya yang tegas tidak diperlukan sementara garis sinar cahaya yang lembut terlalu kabur. Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2013 9 Gambar 8. Lampu dengan lensa jenis pebble convex g. Follow Spot Lampu follow spot adalah lampu yang dikendalikan langsung oleh operator untuk mengikuti gerak laku pemeran di atas panggung. Karena dikendalikan secara manual, maka lampu follow spot memiliki struktur yang kuat secara optik maupun mekanik. Keseimbangan diatur sedemikian rupa sehingga gerak ke atas dan ke bawah, ke kanan dan kekiri dapat mengalir dengan baik. Pengaturan besar kecilnya ukuran lingkaran sinar cahaya, fokus, dan warna diatur oleh operator. Lampu follow spot memerlukan dudukan stand khusus yang dapat diputar dan diatur tinggi rendahnya. Untuk lampu yang berukuran besar, stand yang digunakan biasanya memiliki roda sehingga memudahkan dalam memindahkan lampu dari tempat satu ke tempat lain. Lampu follow spot menggunakan bohlam jenis discharge yang kuat menahan panas tinggi, mampu menahan goncangan dan dapat menghasilkan intensitas cahaya tinggi. Penggunaan bohlam discharge tidak memungkinkan lampu dikontrol secara elektrik karena sifatnya hanya on-off dan tidak bisa di redup-terangkan. Garis lingkaran sinar cahaya sangat jelas terlihat. Lampu ini biasanya mengikuti atau menyorot seorang pemeran secara khusus dalam areal khusus. Gambar 9. Lampu follow spot h. Lampu PAR PAR dari parabolic aluminized reflecto dapat ditulis par adalah lampu yang bohlam, reflektor, dan lensa terintegrasi. Unit lampu par menggunakan lensa parabolik. Karena lampu par adalah berbentuk satu kesatuan unit maka ukuran sinar cahaya tidak dapat disesuaikan kecuali dengan mengganti lampu. Ukuran diameter dan watt lampu par bermacam-macam, yang umum digunakan adalah par 36, 38, 46, 56, dan 64. Daya yang digunakan berkisar antara 50 watt sampai dengan 1000 watt. Besaran sinar cahaya yang dihasilkan tergantung dari ukuran diameter lampu. Sedang intensitas dan jarak cahaya tergantung dari besaran daya. Meskipun lampu par memungkinkan menggunakan bohlam jenis discharge, tetapi untuk keperluan panggung bohlam yang digunakan berjenis tungsten halogen. Lampu par ditempatkan dalam wadah housing yang disebut par can atau kaleng par yang memungkinkan lampu untuk digerakkan, diarahkan, dan diberi warna. Ukuran wadah menyesuaikan ukuran lampu yang akan dipasang. Sinar cahaya yang dihasilkan berkarakter lembut dan lebih berbentuk oval ketimbang circular melingkar. Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2013 11 Gambar 10. Lampu PAR PAR merupakan lampu yang efektif dalam menghasilkan sinar. Lampu ini sering digunakan pada pentas pertunjukan musik di dalam maupun di luar gedung dan mampu menghadirkan cahaya yang kuat. Karena ukuran telah ditentukan, maka pemilihan lampu par sangat tergantung dari luas dan jarak area yang akan disinari. i. Lampu Efek Lampu efek adalah lampu yang menghadirkan cahaya khusus untuk kepentingan tertentu. Misalnya, dalam sebuah pertunjukan teater menghendaki lukisan cahaya yang penuh fantasi, atau ingin menampilkan situasi dengan pencahayaan yang memiliki makna tertentu bagi para pemeran dan penonton, maka digunakan lampu efek yang dapat menciptakan berbagai macam lukisan cahaya tersebut. Terdapat macam lampu efek tetapi sangat tergantung kebutuhan dan kepentingan artistik pementasan. j. Lampu Practical Lampu practical adalah lampu yang digunakan sehari-hari tetapi diperlukan dalam sebuah pementasan. Misalnya lampu belajar, lampu gantung atau lampu hiasan dinding. Dalam pertunjukan teater yang memerlukan latar cerita realis berdasar pada kenyataan, tata panggung dibuat menyerupai keadaan sebenarnya. Jika dalam cerita menghendaki lampu gantung di satu rumah mewah maka lampu tersebut harus dihadirkan. Jika cerita terjadi malam hari dan lampu tersebut harus dinyalakan maka lampu gantung itupun dinyalakan. Karena keadaan di panggung secara teknis berbeda dengan kenyataan, maka tugas penata lampu adalah mengatur teknik pencahayaan sehingga sumber cahaya seolah-olah hanya berasal dari lampu gantung. k. Intelligent Lighting Intelligent lighting adalah lampu panggung yang memiliki kemampuan dikontrol otomatis atau mekanis, tidak seperti lampu konvensional lain. Lampu jenis ini memiliki kemampuan efek yang kompleks dan dapat diatur atau dirancang penggunaannya melalu sebuah program. Oleh karena itu jenis lampu ini sering disebut sebagai lampu otomatis, moving lights, dan moving heads. Gambar 12. Moving Head dan Scanner Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2013 13 pengarahan cahaya dengan menggerakkan lampu secara otomatis moving head. Ada pula yang menggunakan cermin untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya scanner. Kemampuan otomatis lampu ini tidak hanya dalam gerak dan pengarahan cahaya tetapi juga untuk efek yang lain seperti geser kanan-kiri, naik-turun, redup-terang, memilih gobo, memutar gobo, mengganti warna cahaya, mencampur warna cahaya, zoom, fokus, dan reset. Semua fungsi diatur ke dalam channel kontrol tata cahaya dengan menggunakan konsol khusus. Konsol akan mengirimkan sinyal data ke lampu dengan salah satu dari 3 cara yaitu analog, digital, dan Ethernet masih dalam proses pengembangan. l. Lampu LED Light Emitting Diode merupakan jenis lampu yang menggunakan bohlam dengan teknologi dioda. Lampu LED awalnya digunakan sebagai lampu indikator dalam berbagai peralatan elektronik. Karena jenis lampu ini terkenal hemat energi, tahan lama, berukuran kecil, cepat dinyala-matikan dan memiliki ketahanan lebih, maka pengembangannya merambah ke berbagai penggunaan, termasuk di khasanah lampu panggung. Jenis dan fungsi lampu panggung konvensional seperti profil, fresnel, par, dan efek dapat terwakili oleh lampu LED. Karena di setiap titik lampu telah terkandung cahaya merah, biru, dan hijau, sehingga lampu LED tidak membutuhkan filter untuk berganti warna. Cukup dengan membuat program komposisi dan intensitas tiga warna primer cahaya, lampu sudah bisa berganti-ganti warna. Pemrograman dilakukan untuk mengontrol dan mengkomposisi elemen warna cahaya. Kehadiran lampu LED di atas panggung tergolong baru namun kemampuannya bisa disejajarkan dengan lampu panggung konvensional.

Padasaat yang bersamaan juga Lekolites (lampu spot yang menggunakan reflector 'ellipsoidal' dan lensa "plano-konvex' yang memiliki cahaya menyatu tajam) dari keempat sudut panggung mulai menyala dan mengarah pada tempat di mana Mini menjatuhkan diri. Maka yang tampak di panggung saat itu adalah gelap yang hanya disibak oleh sorot lampu
Berikutjenis-jenis lampu panggung yang sering digunakan, di antaranya adalah: 1. Parabolic Aluminized Reflector (PAR) Parabolic Aluminized Reflector atau yag biasa disingkat PAR merupakan jenis fixture lampu panggung yang paling sering dijumpai dalam pencahayaan panggung.
Masingmasing, serta mampu dan terampil menggunakan mikroskop biologi tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana, 3. Mikroskop memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak, berupa lensa-lensa dan cermin, 4. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan biologi, 5. Tatapanggung bisa disebut juga dengan scenery atau pemandangan latar belakang Lampu digunakan sekedar untuk memberi terang, melenyapkan gelap. Penerangan ini bersifat penerangan umum yang dapat menerangi seluruh bagian pentas dengan rata (General Illumination/General Light). Seluruh pentas atau property yang ada di pentas diterangi secara .
  • wz33yx7tcs.pages.dev/43
  • wz33yx7tcs.pages.dev/601
  • wz33yx7tcs.pages.dev/965
  • wz33yx7tcs.pages.dev/426
  • wz33yx7tcs.pages.dev/486
  • wz33yx7tcs.pages.dev/443
  • wz33yx7tcs.pages.dev/649
  • wz33yx7tcs.pages.dev/735
  • wz33yx7tcs.pages.dev/684
  • wz33yx7tcs.pages.dev/979
  • wz33yx7tcs.pages.dev/666
  • wz33yx7tcs.pages.dev/164
  • wz33yx7tcs.pages.dev/125
  • wz33yx7tcs.pages.dev/290
  • wz33yx7tcs.pages.dev/608
  • jenis lampu yang digunakan untuk menerangi seluruh panggung disebut