BacaJuga : Biar Besar, Ayam Broiler Disuntik Hormon? “Karena ayam cepat besar lalu muncul tudingan bahwa peternak menggunakan hormon. Info demikian juga tak benar karena pemerintah Indonesia sudah lama melarang penggunakan hormon pertumbuhan di usaha budidaya peternakan,”jelas Pengurus Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) itu.
Cara merawat ayam broiler agar cepat besar memang bisa dikatakan susah-susah gampang. Jika para peternak dapat mengoptimalkan manajemen pemeliharaan, bukan hal yang mustahil pertumbuhan ayam broiler dapat melebihi standar performa. Pada usaha peternakan ayam broiler, standar bobot ayam kerap dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam mengelola ternak ayam broiler. Jika bobot ayam bisa melebihi standar saat panen tentunya akan sangat menguntungkan bagi peternak. Maka dari itu, untuk memaksimalkan potensi usaha ternak ayam broiler, penting untuk mengetahui cara merawat atau melakukan manajemen pemeliharaan yang baik agar dapat mencapai IP Indeks Performance yang optimal untuk efisiensi. Apa itu Manajemen Pemeliharaan? Manajemen pemeliharaan adalah pendekatan yang teratur dan sistematis untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi dalam pemeliharaan ternak. Termasuk pemilihan, pengelolaan pakan, perkandangan, perawatan dan pengendalian penyakit. Jika ingin mengetahui cara merawat ayam broiler agar cepat besar, maka bisa dengan cara mengoptimalkan manajemen pemeliharaan ayam broiler atau ayam pedaging. Melalui cara ini dapat membantu mencapai standar performa ayam broiler. Performa ayam broiler dapat dicapai dengan memperhatikan tiga faktor utama dalam manajemen pemeliharaan, yaitu Pemilihan bibit Pemberian pakan Penyediaan kandang yang harus memenuhi aspek kenyamanan serta kesehatan ayam Dengan manajemen pemeliharaan yang baik akan memberikan hasil akhir yang baik pula, sehingga merawat ayam broiler supaya cepat besar dapat dilakukan dengan mudah. Meskipun pada prakteknya, peternak ayam kadang mengalami kesulitan karena belum terbiasa. Adapun cara merawat ayam broiler agar cepat berkembang dan dapat menghasilkan daging berkualitas, peternak dapat menerapkan manajemen pemeliharaan ayam broiler yang melingkupi seluruh aspek perawatan mulai dari kandang, bibit dan pakan. Berikut cara merawat ayam broiler atau ayam pedaging agar cepat besar dengan manajemen pemeliharaan, kunci utama keberhasilan ternak ayam broiler agar menguntungkan. Cara merawat ayam broiler agar cepat besar1. Persiapan Kandang Ayam Kandang merupakan komponen penting dalam pemeliharaan ayam broiler. Pastikan kandang ideal sesuai dengan jumlah bibit ayam yang akan diternakan, hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan bibit DOC ayam broiler. Selain itu, pastikan kebersihan kandang ayam broiler tetap terjaga, tujuannya untuk menghindari dan meminimalisir adanya jamur, virus dan patogen menempel pada kandang yang dapat menyebabkan ayam tidak sehat atau mudah terserang penyakit. Adapun persiapan kandang ayam broiler yang perlu diperhatikan sebelum memasukkan bibit DOC ayam broiler, sehingga kebersihan kandang tetap terjaga yaitu sebagai berikut Sterilisasi tahap membersihkan kandang dengan desinfektan untuk memastikan kandang ayam broiler steril dan bersih sehingga ayam bebas dari penyakit. Sanitasi kandang cara ini untuk pencegahan bibit penyakit berkembang biak. Adapun tahap sanitasi dengan mencuci kandang hingga bersih dari kotoran. Mempersiapkan litter berupa alas kandang setebal 10 cm yang harus disiapkan sebelum memasukkan DOC. Litter diperlukan untuk kesuksesan saat brooding. Kecukupan udara pastikan kandang memiliki sirkulasi udara yang baik, komponen ini memiliki peran sangat penting dalam proses metabolisme ayam broiler. Instalasi air minum tahap ini untuk memastikan kebutuhan air minum ayam selalu terpenuhi. Anda bisa memasang tempat air minum manual atau otomatis. 2. Pemilihan DOC Day Old Chicken DOC Day Old Chicken Broiler adalah anak ayam berumur satu hari yang dijual kepada peternak untuk dipelihara menjadi ayam pedaging atau ayam potong. DOC banyak dibudidayakan oleh peternak untuk menghasilkan ayam broiler yang berkualitas. Memilih DOC ayam broiler yang berkualitas menjadi salah satu poin penting dalam memelihara ayam broiler. Dengan DOC yang unggul, peternak akan lebih mudah merawat ayam broiler agar cepat besar dan memiliki bobot sesuai standar performa. Selain itu, DOC juga sangat menentukan keberhasilan merawat ayam broiler. Maka dari itu, ketika hendak memilih DOC ayam Broiler penting untuk memperhatikan hal-hal berikut ini DOC harus sehat dimana bisa dilihat dari bulu yang cerah dan kering, tidak ada kotoran yang menempel, tampak aktif, serta warna kaki dan paruh kuning cerah. DOC tidak cacat bibit ayam unggul dan dapat menghasilkan daging berkualitas tidak memiliki cacat, serta terbebas dari penyakit bawaan dari induknya. DOC dari indukan sehat pastikan DOC berasal dari indukan atau parent stock berumur 24 hingga 68 minggu dengan bobot telur tetasnya minimal 52 gram. Perhatikan bobot DOC berat rata-rata bibit ayam broiler yang unggul normalnya kisaran 35-40 gram. Jika bobotnya dibawah itu, maka kurang direkomendasikan. Performa DOC anak ayam dapat berkembang dengan baik dan laju pertumbuhannya cepat untuk menjadi ayam broiler yang siap panen diambil dagingnya. 3. Pemberian Pakan Agar ayam broiler agar cepat besar dan dapat menghasilkan daging berkualitas, Anda harus pastikan pemberian pakan ayam broiler sesuai dengan kebutuhan nutrisinya, dan pemberian pakan tidak boleh asal-asalan atau hanya sekedar kenyang. Ayam broiler membutuhkan pakan yang memiliki kandungan protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pastikan Anda memberikan pakan berkualitas tinggi dan dalam jumlah yang cukup, tujuannya agar ayam broiler cepat besar. Cara pemberian pakan ayam yang tepat harus sesuai dengan fase pertumbuhannya, agar nutrisi pada pakan diserap secara optimal dan pemberian pakan ayam bisa lebih hemat. Berikut cara pemberian pakan ayam broiler berdasarkan fasenya Fase starter pakan ayam usia 1-7 hari mengandung protein tinggi untuk menunjang pertumbuhan, mencapai target berat badan dan menjamin kesehatan ayam. Fase Grower pada ayam usia 8-21 hari sedang terjadi perubahan tekstur, maka nutrisi pakan harus menyesuaikan dengan pertumbuhan ayam broiler. Fase Finisher ayam usia 22 hari sampai panen memerlukan protein lebih sedikit, namun memerlukan sumber energi lebih banyak untuk keberlangsungan hidup. Lihat Perbedaan Pakan Ayam Pedaging vs Pakan Ayam Broiler Manajemen Kesehatan Ayam Broiler Hal yang tidak kalah penting dalam merawat ayam broiler agar cepat besar, yaitu manajemen kesehatan ayam broiler. Tujuannya untuk menjaga ayam broiler agar tetap sehat dari mulai ayam masih berupa DOC hingga ayam broiler siap dipanen. Adapun salah satu manajemen kesehatan ayam yakni dengan melakukan vaksinasi. Pemberian vaksin biasanya dilakukan dua kali dalam satu periode pemeliharaan, pertama diberikan saat ayam berusia 4-5 hari dan kedua saat ayam berusia 21 hari. Vaksinasi merupakan salah atau cara merawat ayam broiler agar cepat tumbuh besar. Dengan pemberian vaksin, pertumbuhan ayam tidak akan terganggu. Vaksinasi dapat membantu pembentukan antibodi ayam sehingga dapat mencegah penyakit. Ada banyak jenis vaksin yang dapat diberikan kepada ayam broiler, namun pemberiannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan usia ayam, agar pemberian vaksin ayam broiler dapat berjalan efektif dan ayam tumbuh berkembang dengan sehat. Cara Ternak Ayam Potong Agar Cepat Besar Ayam broiler atau ayam pedaging merupakan jenis ayam yang paling banyak dipelihara dan diternakkan di Indonesia, tujuannya untuk dimanfaatkan dagingnya. Hal ini tidak lepas dari permintaan pasar daging ayam yang masih cukup besar. Jika Anda berniat memelihara atau ingin ternak ayam broiler, penting mengetahui cara merawat ayam broiler agar cepat besar supaya dapat menerapkan manajemen pemeliharaan yang tepat agar dapat menghasilkan daging ayam berkualitas.Padaayam broiler (pedaging), masa brooding ialah periode pemeliharaan dari DOC (chick in) hingga umur 14 hari (atau hingga pemanas tidak digunakan).Baik tidaknya performance ayam di masa selanjutnya seringkali ditentukan dari bagaimana pemeliharaan di masa brooding.Satu hal yang patut diperhatikan oleh peternak ialah kesalahan manajemen
- Sebagian besar peternak ayam broiler di Indonesia, masih sangat sering bertanya tentang Pakan Ayam Broiler Agar cepat gemuk? Pertanyaan tersebut juga cukup populer di situs pencarian milik google. Dari hasil pencarian disitus milik google, Tim Mitra Peternakan menemukan beberapa rangkaian pencarian mengenai Pakan ayam broiler agar cepat gemuk, sebagai berikut ; Pakan Ayam Broiler Agar Cepat Besar Ayam Broiler Cepat Besar Ayam Broiler Cepat Gemuk Ayam Broiler Cepat Besar Ayam Broiler Gemuk Agar Ayam Broiler Cepat Gemuk Ayam Broiler Hormon Ayam Broiler Tumbuh Cepat Pakan Ayam Broiler Yang Bagus Dari rangkaian pertanyaan-pertanyaan diatas sangat jelas memperlihatkan bahwa peternak masih kebingungan dengan pilihan pakan yang ingin digunakan dalam pemeliharaan ayam broiler mereka. Penulis juga berpikiran bahwa sebagain besar peternak memang belum memahami secara utuh tentang pemeliharaan ayam broiler. Berangkat dari hal tersebut diatas, maka penulis akan memberikan sedikit gambaran tentang pemahaman penggunaan pakan dalam pemeliharaan ayam broiler. Pengenalan Pakan Pakan adalah semua yang bisa dimakan oleh ternak dan tidak mengganggu kesehatannya. Pada umumnya pengertian pakan feed digunakan untuk hewan yang meliputi kuantitatif, kualitatif, kontinuitas serta keseimbangan zat pakan yang terkandung di dalamnya. Anonim, 2009. Pakan adalah segalah sesuatu yang dapat diberikan sebagai sumber energi dan zat-zat gizi, istilah pakan sering diganti dengan bahan baku pakan, pada kenyataanya sering terjadi penyimpangan yang menunjukkan penggunaan kata pakan diganti sebagai bahan baku pakan yang telah diolah menjadi pellet, crumble atau mash. Anonim a 2008. Pakan adalah bahan ransum ternak yang telah diramu dan biasanya terdiri dari berbagai jenis bahan ransum dengan komposisi tertentu. Pemberian pakan bertujuan untuk menjamin pertumbuhan berat badan dan menjamin produksi daging agar menguntungkan. Konsumsi pakan ayam Broiler tergantung pada strain, umur, aktifitas serta suhu lingkungan. Pakan ayam Broiler dibedakan menjadi dua macam yaitu ransum untuk periode starter dan periode finisher. Komposisi pakan pada fase starter terdiri atas protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium Ca 1%, phosphor P 0,7-0,9% dan pada fase finisher terdiri atas protein 18,1-21,2 %, lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium Ca 1%, phosphor P 0,7-0,9% Faradis, 2009. Berdasarkan keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan protein ayam pedaging ayam Broiler berbeda pada fase starter dan fase finisher. Perbedaan tersebut disebabkan oleh ayam Broiler membutuhkan protein yang tinggi pada fase starter untuk pertumbuhan yang cepat agar manusia dapat menikmati dagingnya. Protein merupakan gabungan dari sekelompok asam amino yang mengikuti aturan-aturan tertentu sehingga protein dan asam amino merupakan suatu kesatuan utuh, baik dalam pemberian maupun kebutuhannya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kebutuhan nutrient pakan sesuai dengan periode pertumbuhan ayam. Khusus untuk pakan broiler hendaklah 1 memiliki kandungan nisbah energi-protein yang diketahui, 2 kandungan proteinnya tinggi untuk menopang pertumbuhannya yang sangat cepat, 3 mengandung energi yang lebih untuk membuat ayam Broiler dipanen cukup mengandung lemak. Ayam Broiler membutuhkan energi yang tinggi lebih dari kkal per kg ransum. Untuk mendapatkan energi yang tinggi itu tidak cukup hanya dari bahan makanan sumber pertanian saja, tetapi harus dibantu dengan minyak agar keseimbangan gizi dari ransum yang terbentuk itu dapat terjamin. Bahan-bahan pakan yang menjadi sumber energi terbanyak ialah dari pakan nabati dan minyak atau lemak. Minyak atau lemak kerap kali digunakan dalam ransum ayam Broiler agar jumlah energi yang dibutuhkan terpenuhi. Beberapa bahan yang juga ikut digunakan untuk mendukung pemenuhan energi bagi ayam Broiler adalah bekatul, bungkil kelapa, dan bungkil kacang tanah. Sedangkan lemak yang digunakan adalah lemak hewan yang sering dijumpai di rumah potong. Minyak yang digunakan adalah minyak nabati seperti minyak kelapa. Bahan Pakan Bahan pakan adalah bahan makanan ternak adalah segalah sesuatu yang dapat diberikan kepada ternak baik yang berupa bahan organik maupun anorganik yang sebagian atau semuanya dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak.Anonim, 2009. Bahan pakan terdiri dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik yang terkandung dalam bahan pakan, protein, lemak, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen, sedang bahan anorganik seperti calsium, phospor, magnesium, kalium, natrium. Kandungan bahan organik ini dapat diketahui dengan melakukan analisis proximat dan analisis terhadap vitamin dan mineral untuk masing masing komponen vitamin dan mineral yang terkandung didalam bahan yang dilakukan di laboratorium dengan teknik dan alat yang spesifik. Anonim a, 2009. Menurut Anonim a 2008 bahan dibagi menjadi dua bagian yaitu bahan pakan konvensional dan bahan pakan subtitusi Bahan pakan konvensional adalah bahan baku yang sering digunakan dalam pakan yang biasanya mempunyai kandungan nutrisi yang cukup misalnya Protein dan disukai ternak. Bahan pakan konvensional merupakan bahan makro , serta jagung, bungkil kedelai,gandung,tepung ikan dan bahan lainnya. Bahan baku yang berasal dari bahan yang belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan dari hasil ikutan industri agro atau peternakan dan perikana. pakan dari kandungan nutrisinya masih memadai untuk diolah menjadi pakan. Bahan pakan ini biasanya berasal dari ikutan industri agro atau peternakan dan perikanan. Ransum Ransum adalah pakan jadi yang siap diberikan pada ternak yang disusun dari berbagai jenis bahan pakan yang sudah dihitung dikalkulasi sebelumnya berdasarkan kebutuhan industri dan energi yang diperlukan. Anonim a 2008. Menurut Anonim a 2008 berdasarkan bentuknya ransum dibagi menjadi 3 jenis yaitu mash, pellet,dan crumble Mash adalah bentuk ransum yang paling sederhana yang merupakan campuran serbuk tepung dan granula. Pellet adalah ransum yang berasal dari berbagai bahan pakan dengan perbandingan komposisi yang telah dihitung dan ditentukan. Bahan tersebut diolah menggunakan mesin pellet pelletizer untuk mengurangi loss nurisi dalam bentuk yang lebih utuh. Ransum berbentuk pellet yang dipecah menjadi 2-3 bagian untuk memperkecil ukurannya agar bisa dimakan ternak. Kelebihan ransum berbentuk pellet adalah distribusi bahan pakan lebih merata sehingga loss nutrisi mudah dicegah dan tidak tercecer pada waktu dikonsumsi ternak. Konsentrat Berdasarkan kandungan gizinya, konsentrat dibagi dua golongan yaitu konsentrat sebagai sumber energi dan sebagai sumber protein. Konsentrat sebagai sumber protein apabila kandungan protein lebih dari 18%, Total Digestible Nutrision TDN 60%. Ada konsentrat yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Berasal dari hewan mengandung protein lebih dari 47%. Mineral Ca lebih dari 1% dan P lebih dari 1,5% serta kandungan serat kasar dibawah 2,5%. Contohnya tepung ikan, tepung susu, tepung daging, tepung darah, tepung bulu dan tepung cacing. Berasal dari tumbuhan, kandungan proteinnya dibawah 47%, mineral Ca dibawah 1% dan P dibawah 1,5% serat kasar lebih dari 2,5%. Contohnya tepung kedelai, tepung biji kapuk, tepung bunga matahari, bungkil wijen, bungkil kedelai, bungkil kelapa, bungkil kelapa sawit dll. Konsentrat sebagai sumber energi apabila kandungan protein dibawah 18%, TDN 60% dan serat kasarnya lebih dari 10%. Contohnya dedak, jagung, empok dan polar. Anonimb 2009. Zat Additif Zat additif merupakan zat yang perlu ditambahkan dalam jumlah relative sedikit yang kadangkala diperlukan untuk melengkapi ransum yamg disusun, yang berfungsi sebagai penambah aroma/cita rasa, asam amino/ campuaran asam amino dan vitamin mix. Anonim, 2009. Zat additif merupakan suatu bahan atau kombinasi bahan yang biasa digunakan dalam campuran ransum digunakan dalam jumlah sedikit untuk memenuhi kebutuhan tertentu, misalnya memacu pertumbuhan, meningkatkan kecernaan seperti antibiotik, hormon, probiotik, pewarna, rasa. Anonim b, 2009. Pembahasan diatas merupakan dasar utama kita dalam memahami pakan untuk diberikan ke ternak ayam yang kita budidayakan. Semoga pembahasan tersebut bisa menambah ilmu kita dalam memahami cara budidaya ayam broiler.
Ayamkampung miliki harga yang relatif lebih mahal bila dibandingkan dengan ayam broiler pedaging. hal tersebut dikarenakan ayam kampung mempunyai pertumbuhan yang semakin lebih lambat dibandangkan dengan ayam broiler yang dapat dipanen pada usia 35 hari. Sekian waktu belakangan ramai diperbincangkan perihal ternak ayam kampung super (joper).
FilterPerawatan HewanPerawatan BurungPerawatan IkanPerawatan Hewan TernakPerawatan AyamHewan PeliharaanMainan & HobiMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata produk untuk "pakan ayam broiler" 1 - 60 dari Ayam Bangkok A591K / A594K - 1 rb+AdAD 1 dan AD 2 pakan ayam Bangkok japfa - 1%MakassarHobby Petshop& 500+PreOrderAdSuplemen Vitamin Mineral Top Up Kualitas Pakan Ayam Pedaging & Pakan 80+AdBETTERZYM SERBUK CAMPUR PAKAN TUMBUH OPTIMAL obat ayam unggas PusatTOP 7PreOrderAdSuplemen Enzim Tambahan Pakan Ayam Petelur Pedaging Layer Pakan 6PAKAN AYAM POR PUR KONSENTRAT AYAM KAMPUNG BROILER BEBEK PEDAGING 2% 1 rb+pur ayam kiloan merk b12-L pakan ayam murah ayam broiler Selatantiara fishing 500+Pakan Ayam Broiler Malindo 8201 Pre Starter Repack 1 10Pakan Ayam Broiler Grower GF 512 Japfa Comfeed Repack 1 13Pakan Ayam Broiler Grower GF 512 Japfa Comfeed 50 SelatanInti Jaya MartTerjual 1
ProdukNasa Untuk Ternak Ayam Kampung. Viterna Plus merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan : Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain. Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan
- Θμιሖа ат
- Уሌофխвр χехра ուዦεδошиз
- Жеሞθρጬφቀፃи ስдሥжፆռሧψ аρօ як
- ፖрс поշխ уфጰщапрувр
- Ιйር ужеςօ