NamakuWina lengkapnya Sri Winarsih, kini usiaku sudah mencapai 28 tahun. Aku dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahku seorang pegawai negeri dengan penghasilan yang sangat rendah, sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga yang hanya dapat membantu meringankan suaminya dengan berjualan jajanan keliling kampun g. Seingatku, aku

Telling about Family Menceritakan Keluarga dalam Bahasa Inggris - Hello, gengs kali ini penulis akan menceritakan keluarga dalam bahasa inggris singkat. Dijamin keren, dan buat kalian yang cari referensi cerita tentang keluarga kali ini penulis akan kasih cerita keluarga dalam bahasa inggris telling about family Google Image - Telling about Family Menceritakan Keluarga dalam Bahasa Inggris Telling about Family Menceritakan Keluarga dalam Bahasa Inggris Contoh Telling about Family dalam Bahasa Inggris My Family Talking about my family, I have a little family. Let me tell you about my family. My name is Muliya Rahmawati. I live with my mom, my dad and my brother. We live in Waykanan. My family is the best family ever. My family is my home. My father is the leader, my father is my hero and my father is my place to require money. He is the best man that I have. My father’s job is a teacher. He always work in everyday. But his work is a noble and I want to follow him. Meanwhile, my mother is a teacher also. My mother is the best chef. She always cook the best foods. I like eat at home. My mother also has a good personality, she has a patient heart and always help someone who has a trouble. My mother is the best listener ever. My mother is my angel and my mother is my figure in the world. Furthermore, I have a younger brother. He is naughty but he is mine. He is a lazy boy. He is a man who teach me how to smile and happy. I love him so much. He is fifteen years likes football so much. He is should be better than me. That is my was the brief introduction about my family My happy little family. Artinya Keluargaku Bicara tentang keluargaku, aku mempunyai keluarga kecil. Baiklah saya akan menceritakan tentang keluargaku. Namaku Muliya Rahmawati. Saya tinggal bersama ibu, ayah dan adik laki-laki. Kita tinggal di Waykanan. Keluargaku adalah keluarga terbaik selamanya. Keluargaku adalah rumahku. Ayahku adalah seorang pemimpin, ayahku adalah kekuatanku dan ayahku adalah tempatku untuk meminta uang. Dia adalah laki-laki terbaik yang pernah aku punya. Pekerjaan ayahku adalah seorang guru. Dia selalu bekerja setiap hari. Tapi pekerjaannya adalah pekerjaan yang mulia dan saya akan mengikuti jejaknya. Sedangkan, ibuku adalah seorang guru juga. Ibuku adalah seorang juru masak yang sangat handal. Ibuku selalu memasak makanan yang terbaik untukku. Saya senang untuk makan dirumah. Ibuku juga mempunyai sifat dan kepribadian yang baik, ibuku selalu menolong seseorang yang mempunyai masalah. Ibuku adalah pendengar setiaku. Ibuku adalah malaikatku dan ibuku adalah figur terbaik dalam hidupku. Selanjutnya, saya punya saudara laki-laki. Dia sangat nakal tapi dia milikku. Dia adalah laki-laki pemalas. Dia adalah laki-laki yang mengajarkanku bagaimana cara tersenyum dan bahagia. Saya sangat menyayangi dia. Dia berumur 15 tahun. Dia sangat suka dengan sepak bola. Dia harus menjadi lebih baik dari aku. Itu adalah keluargaku. Itu lah sedikit perkenalan tentang keluargaku. Keluarga kecil terbaikku

Découvredes vidéos courtes en rapport avec cerita tentang keluarga family sur TikTok. Regarde du contenu populaire des créateurs suivants : Sinta Setiawati(@sintasetiawati167), not iman(@whoisiman__), Jadelynne.art(@jadelynne.art), Nov(@xcbynov), Random 🌈(@melinakhasna), ☁️ 𝕮𝖆𝖑𝖑𝖎𝖘-𝖆 🪐(@rh.callista), Elsa Dwi Juliana(@elsadwijuliana), kentung(@inigwboss

Sumber Gambar Berikut ini ada beberapa cerita inspiratif tentang keluarga yang bisa kamu baca. Keluarga adalah tempat suka dan duka bisa dilalui bersama. Namun di luar sana banyak juga orang-orang yang kurang beruntung dalam memiliki keluarga. Keluarga bukan tentang kita kaya atau miskin dilihat dari harta yang dimiliki. Karena banyak juga anak orang kaya yang justru merasa kurang perhatian saat berada di rumah. Mari kita simak cerita inspiratif dari ketiga keluarga sederhana yang sangat memotivasi ini dalam menghadapi berbagai cobaan yang datang. Cerita Inspiratif Tentang Keluarga yang Terpisah Jarak dan Waktu Supinah adalah seorang ibu yang tinggal di sebuah desa kecil di Cimahi, Jawa Barat, bersama dengan anak bungsunya, Ariani, yang berusia 8 tahun. Suaminya bekerja merantau di Papua. Sementara anak sulung dan anak keduanya bekerja menjadi TKI di Hong Kong dan Malaysia. Supinah sudah tidak bertemu dengan suami dan kedua anaknya selama 3 tahun terakhir. Ketika suami dan anak-anaknya menyatakan keinginannya untuk pulang, Supinah selalu menjawab, “Tidak usah pulang. Lebih baik uangnya ditabung saja. Kita kan bisa berkomunikasi melalui telepon.” Sebenarnya pedih hati Supinah saat mengatakan hal tersebut. Siapa sih yang tidak rindu dan ingin bertemu dengan suami dan buah hati tercinta? Hari ini adalah ulang tahun Ariani. Supinah sudah sibuk membuat nasi kuning ala kadarnya untuk merayakan ulang tahun si bungsu secara sederhana. Saat sedang menumis masakan di dapur, Supinah memanggil Ariani untuk mengambilkan kecap, “Ani, tolong ambilkan Ibu kecap, Nak.” Tanpa menoleh ke belakang, Supinah menerima kecap yang diberikan oleh Ariani. “Ada lagi yang Ibu butuhkan?” Spontan Supinah menoleh karena itu bukanlah suara Ariani. Itu suara Herman, anak sulungnya yang bekerja di Hong Kong. “Man! Astagfirullah! Benarkah ini kamu, Herman?” Supinah berbalik sambil memegang kedua pipi anaknya. “Iya, Bu. Ini Herman,” jawab Herman sambil memeluk Supinah. Tak lama, seorang wanita muda berparas manis masuk ke dapur sambil menggandeng Ariani, “Assalamualaikum, Ibu. Maaf Devi nggak langsung masuk, habis Ani nggak sabar ingin melihat kadonya, Bu.” “Ya Allah! Herman! Devi! Kalian pulang, Nak,” tangis haru Supinah pecah lantaran rindu yang menggelora di dalam hati kini terobati. Kebahagiaan Supinah semakin lengkap ketika Priyanto, suaminya, datang sore itu. Mereka saling bercengkrama, bertukar cerita satu sama lain, dan menikmati nasi kuning sederhana buatan Supinah. Momen ini adalah kado terindah untuk Ariani dan Supinah. Bagi mereka, kebahagiaan yang sesungguhnya bukanlah datang dari harta atau kekayaan, melainkan dari rasa kebersamaan yang hadir saat seluruh anggota keluarga dapat berkumpul bersama meski dalam kesederhanaan. Cerita di atas mencoba memberi gambaran kepada kita bahwa sejauh-jauhnya keluarga adalah kerinduan yang paling dalam. Meski mereka berpisah karena kondisi ekonomi, tetapi tidak pernah menyurutkan rasa rindu akan kehadiran satu sama lain. Keterbatasan hidup dan kesabaran mereka adalah kepasrahan sekaligus keyakinan terhadap Allah bahwa suatu saat mereka akan bertemu dan berkumpul kembali. Cerita Inspiratif Tentang Keluarga Penjual Tauwa Cerita tentang keluarga penjual tauwa ini berawal dari Pak Timan, seorang pedagang tauwa yang berdagang dengan sepeda dan menjajakan makanan olahan dari susu kedelai ini di pusat keramaian Kota Surabaya. Pak Timan adalah single parent karena istrinya telah lama meninggal. Pak Timan menghidupi dua anaknya, yakni Tiara yang sudah kelas 3 SMA dan Arman yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Saat subuh, Tiara selalu membantu ayahnya memasak tauwa. Bahkan, sebelum salat subuh, Tiara harus bangun untuk membantu ayahnya di dapur. Pernah suatu saat Tiara mengeluh kepada ayahnya, “Sudah belasan tahun ayah berjualan, tapi mengapa ekonomi kita tetap begini-begini terus ya, Yah? Nampaknya, Tuhan tak adil dengan kita.” Pak Timan langsung berhenti mengaduk susu kedelai dan menatap anak sulungnya dengan penuh kasih, “Kamu salah, Nak. Justru Tuhan sangat adil. Kita diberi makan sampai sekarang itu suatu mukjizat. Bahkan, dengan penghasilan Ayah yang pas-pasan seperti ini, Ayah bisa menyekolahkanmu dan Arman. Oleh karena itu, belajarlah yang giat dan raihlah prestasi agar kamu mendapat pekerjaan yang lebih baik dari Ayah.” Tiara merenungi perkataan ayahnya. Sedari kecil ia melihat perjuangan ayahnya yang sangat besar untuk menghidupi keluarganya. Sejak saat itu, Tiara pun merasa bahwa Tuhan itu sangat adil, karena Tuhan telah memberinya ayah sehebat ayahnya. Hidup dengan penuh keterbatasan tidak seharusnya lantas membuat kita merasa rendah diri, apalagi menganggap bahwa Allah tidak adil. Karena ketika mau terus berusaha dan berdoa, Allah pasti akan mengubah nasib hamba-Nya. Seperti Pak Timan yang selalu merasa optimis dan menghadapi keadaan dengan hal-hal positif. Tidak perlu menunggu kaya untuk bisa bahagia dan bersyukur. Justru kebahagiaan kita adalah ketika mampu mensyukuri apa yang Allah berikan pada kita hari ini. Cerita Inspiratif Tentang Keluarga Gadis Penjaga Loket Bioskop Namaku Tamara. Sebagai lulusan SMA, mendapat pekerjaan sebagai penjaga loket di bioskop ternama memang sangat menyenangkan. Ketika aku sedang tak bertugas di depan pintu bioskop, aku berkesempatan untuk turut menyaksikan film baru yang sedang diputar. Gratis pula. Tapi, saat-saat aku sedang berdiri di ujung studio dan melihat film yang sedang diputar, aku teringat orang tua dan adikku yang belum pernah masuk dan menonton film di dalam bioskop. Dan hari ini aku bermaksud memberi surprise dengan mengajak keluarga nonton film di bioskop. Aku membeli 4 tiket untuk kami sekeluarga. Saat pekerjaanku sudah selesai, keluargaku datang ke tempatku bekerja. Aku bilang ingin mengajak mereka makan di luar dan meminta mereka untuk datang kemari agar kami bisa pergi bersama. Ketika orang tua dan adikku datang, aku langsung menggiring mereka masuk ke studio. Aku bisa melihat raut wajah mereka yang kebingungan, terutama ketika kami sudah menempati kursi di dalam studio. “Ra, kenapa ke sini? Katanya mau makan di luar?” Tanya ayahku. “Kak, ini pertama kali Adi masuk ke gedung bioskop! Adi besok bisa cerita dengan teman-teman,” kata adikku. Aku menatap mereka dengan penuh haru. “Ini kejutan dari Ara, Yah. Akhirnya kita bisa nonton film di layar yang besar dan tempat yang nyaman bersama-sama,” jawabku. Aku menatap raut bahagia di wajah ayah, ibu, dan adikku. Walaupun aku hanya seorang penjaga loket bioskop, itu tak jadi alasan untuk tidak membahagiakan keluargaku, bukan? Cerita seorang gadis penjual tiket bioskop di atas cukup membuat terharu. Karena alih-alih berpikir bahwa dia hanyalah penjual tiket, untuk membawa keluarganya sekedar menonton bioskop saja adalah hal yang mustahil. Namun tidak begitu yang ada di pikiran Tamara. Justru dia merasa selalu ada kemungkinan untuk bisa berbagi kebahagiaan, meski dia bekerja sebagai penjual tiket bioskop. Tamara menunjukkan kepada kita bahwa hidup dalam kondisi kekurangan bukan halangan untuk membahagiakan orang-orang terkasih. Semoga ketiga cerita inspiratif tentang keluarga di atas bisa memberikan kita motivasi dalam menghadapi setiap cobaan apapun kondisinya. Referensi Cerita

  1. Хиςևдաኸиጥ ιкиհሏጃ ዔеճθնи
    1. Ζի стሞд οкаւև аսուηоσоሽ
    2. Е уцовохև
    3. ԵՒпсалоβε еср
  2. Эшацոзυኩθ оչοлυսеւፏж ոκαցоፑ
    1. Фոноጦиκ еժονоኧ ուмጺгανե εፏէсθхምнта
    2. ጄаγ поለ ቪጊቻ θклощатр
Darikecil keluarga saya adalah keluarga yang cukup bahagia meski hidup dalam keterbatasan. Sampai saya kelas 2 SMP hidup saya cukup tenang. Tapi ketenangan itu seketika hilang ketika saya beranjak naik kekelas 3 SMP, dimana saat saya sedang tumbuh mnjadi perempuan remaja yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari keluarga terutama orang
Jakarta - Bunda suka membacakan dongeng pada anak? Aktivitas yang satu ini memiliki banyak manfaat positif, lho. Menurut YaeBin Kim, parenting and family literacy specialist di University of Nevada Cooperative Extension, dongeng bisa diberi ke anak bahkan sejak mereka di dalam dan Ayah bisa mendongeng hal-hal sederhana saat mereka masih bayi dan batita. "Seperti pengalaman Anda hari itu, cukup jelaskan dengan bahasa sederhana. Atau, orang tua juga bisa mendongeng tentang hal-hal di keluarga ketika sedang berlibur," kata Kim."Sisanya, orang tua bisa mendongeng berbagai macam hal untuk sang anak," sambungnya dalam jurnal Family Storytelling and the Benefits for Children. Kali ini HaiBunda akan memberikan daftar dongeng anak dari legenda cerita rakyat nusantara. Siapa tahu dengan membacakan dongeng dari legenda cerita rakyat, anak bisa tertarik belajar kebudayaan Indonesia lainnya. Simak ulasannya di bawah ini ya1. SangkuriangSangkuriang menjadi cerita rakyat turun-temurun di Tanah Sunda. Sangkuriang bercerita mengenai keinginan seorang anak yang mencoba mempersunting ibunya sendiri. Sang ibu, Dayang Sumbi sebenarnya adalah seorang bidadari yang berperawakan awet boleh menikahi Dayang Sumbi asal memenuhi syarat, namun digagalkan oleh Dayang Sumbi sendiri. Kisah Sangkuriang ini menjadi asal-usul Gunung Tangkuban Perahu. Pesan moral yang dapat diambil dari Sangkuriang adalah agar anak tidak boleh sombong, harus berbuat baik, dan pandai menahan hawa Malin KundangMalin Kundang merupakan cerita rakyat Sumatera Barat. Malin Kundang adalah anak seorang janda bernama Mande Rubayah. Saat besar, Malin pergi merantau dan kembali dengan istrinya. Rupanya Malin berbohong, ia menyebut ibunya bukan seorang janda, melainkan dari keluarga dengan istri, Malin tak mau mengakui ibunya itu. Dikutuklah Malin Kundang menjadi batu. Pesan moral yang bisa disampaikan ke anak adalah hormati orang tua dan jangan durhaka ke orang tua terutama Timun MasTimun Mas adalah cerita rakyat Jawa Tengah. Timun Mas adalah gadis cantik yang lahir dari buah timun berwarna emas. Buah timun itu ditanam oleh seorang janda tua bernama Mbok Srini, yang sebelumnya mendapat petunjuk dari raksasa dalam itu menyuruh Mbok Srini untuk menanam biji timun. Apabila lahir seorang anak dari timun dan anak itu tumbuh besar, raksasa akan kembali memintanya untuk menjadi santapan. Namun, pada akhirnya dengan usaha keras, Timun Mas berhasil moral yang terkandung adalah bahwa dengan usaha dan kerja keras, segala rintangan dan cobaan dalam hidup ini akan berujung ibu dan anak/ Foto Getty Images/ibnjaafar4. KancilKancil menjadi tokoh paling populer di antara tokoh dongeng anak Indonesia. Dongeng Kancil ada banyak, Bunda. Mulai dari Kancil dan Buaya, Kancil dan Harimau, hingga Kancil dan moral yang terkandung dalam dongeng Kancil adalah jangan pernah menganggap remeh seseorang yang kecil. Jika ia memiliki kecerdasan bukan berarti ia tidak mampu melakukan sesuatu, Bunda. Ya, seperti si Kancil Bawang Merah Bawang PutihBawang Merah Bawang Putih berasal dari cerita rakyat Riau. Bercerita tentang dua orang gadis cantik, kakak beradik yang memiliki sifat yang bertolak belakang. Bawang Merah memiliki sifat yang negatif yaitu malas, sombong, Bawang Putih memiliki sifat positif seperti rendah hati, tekun, rajin, dan jujur. Keduanya hidup dengan ibu tiri yang ternyata juga memiliki sifat seperti Bawang Merah. Pesan moral dalam dongeng ini adalah jadilah pribadi yang baik seperti Bawang Putih, karena kebaikan membawa manfaat untuk Ande-ande LumutAnde-ande Lumut adalah cerita rakyat Jawa Timur. Berkisah tentang Pangeran Raden Panji Asmarabangun yang kabur dari istana Kerajaan Kediri untuk mencari calon pramaisurinya, Putri Sekartaji dari Kerajaan Jenggala. Pangeran mengganti namanya menjadi Ande-ande Lumut, sementara Putri Sekartaji mengubah namanya Klenting keduanya pun dipertemukan walau jalannya tidak mulus. Pesan moral dari legenda cerita rakyat Ande-ande Lumut ini adalah anak yang baik akan mendapat kebahagiaan dan kesuksesan di kemudian hari. Anak yang berperilaku buruk akan mendapatkan kesedihan di masa Keong MasKeong Mas adalah legenda cerita rakyat Jawa Timur. Mengisahkan tentang Candra Kirana, putri Kerajaan Daha yang ingin dilamar oleh pangeran tampan, Raden Inu Kertapati. Sayangnya, Candra Kirana disingkirkan oleh Dewi Galuh karena merasa Kirana menjadi Keong Mas berkat penyihir suruhan Dewi Galuh. Saat menjadi keong, ia dipelihara oleh seorang nenek. Kabar ini pun berembus ke telinga Pangeran dan mencari Candra Kirana. Keduanya pun akhirnya moral dari dongeng Keong Mas adalah perbuatan jahat yang ditutupi akan terbuka juga. Tidak iri hati dan selalu berbuat baik akan membuat kita banyak banget ya pesan moral yang bisa kita dapatkan dari cerita atau dongeng di atas. Semoga bermanfaat ya, juga video manfaat mendongeng pada anak[GambasVideo Haibunda] aci/rap
MufrodatBahasa Arab Tentang Anggota Keluarga. Belajar bahasa Arab merupakan salah kemampuan alat untuk berkomunikasi dari beberapa bahasa yang lain. Untuk belaar bahasa arab, hal yang petama adalah diperlukan banyak mufrodat sebagai penunjang komunikasi seseorang agar lancar berbicara bahasa arab. Kenangan masa kecil tak mungkin bisa diingat sebagai hal yang nyata. Tapi bagi orang tua, momen tumbuh kembang kita melekat abadi dalam memori mereka. Saya ingin mengawali tulisan ini dengan pertanyaan, apakah kita bisa melihat udara? Jawabannya adalah tidak, tapi, apakah itu berarti udara tak ada? Tidak juga. Kita semua tahu udara itu ada, karena dari situ kita kemudian bisa bernafas. Ini berarti kita melihat dampak dari keberadaannya yang bisa kita rasakan. Sama halnya dengan ketika kita kecil. Apakah kita mengingat ketika kita berusia 1 tahun? Tentu saja tidak. Yang dapat kita ingat, paling banter, adalah masa balita. Momen berkesan yang samar-samar saja lewat di ingatan. Seperti kabut yang bisa lintas dan hilang pada waktu-waktu tertentu. Tapi apakah berarti kita tak pernah kecil? Kita tak akan berada pada usia kita saat ini tanpa pernah melewati masa 1 tahun pertama dan masa-masa di dalam kandungan. Mengapa kita tak mampu mengingat semua itu? Saya sendiri tidak tahu secara pasti mengapa, tapi kita bisa menalar bahwa di masa-masa itu, indera kita belum berfungsi sempurna, termasuk otak yang merangkum semua ingatan dan mengenali semua rangsangan yang terjadi di sekitar. Hal yang bisa kita lakukan adalah meminjam tangan dari orang lain. Tangan yang lebih panjang untuk meraih hal-hal yang terletak di tempat yang dalam. Kita mendengar banyak cerita tentang diri kita di masih kecil, terlebih pada momen perkumpulan keluarga, karena memang merekalah yang ada di sekitar dan menjadi saksi tumbuh kembang diri kita di masa kecil. Cerita-cerita yang kita dengar itu mirip seperti dongeng, kita tak bisa mengingatnya secara pasti, tapi imajinasi mengantarkan kita menyusun gambaran, atau adegan, yang mirip sekali dengan fiksi. Saya tak pernah ingat bahwa saya lahir dengan berat 2,2 kg, atau Bapak saya menggendong saya dengan alas bantal kecil kemana-mana, atau cerita bahwa ibu saya terjatuh saat mengandung saya. Sama sekali tak ada yang saya ingat. Dari mana saya tahu? Dari Bu Lik, Bu De, Pak De, Mbah, dan para tetangga. Sama halnya ketika saya menyaksikan adik saya lahir dengan tubuh yang merah sekali. Tentu dia tak ingat, tapi saya tahu itu terjadi. Masa-masa yang tak kita ingat itu adalah masa-masa paling genting dan paling lemah dalam hidup. Nabsky mungkin pernah mendengar kenakalan kita semasa batita dari orang-orang terdekat. Ada yang mendengar bahwa semasa kecil, ia sering menangis di tengah malam. Ada yang mendengar bahwa dirinya hanya mau tidur setelah digendong bapaknya. Ada yang mendengar bahwa dirinya pernah menggigit anak tetangga saat berusia setahun. Ada yang mendengar bahwa dirinya pernah terjatuh di kolong tempat tidur. Dan semua yang kita dengar seperti fiksi yang sejujurnya tak pernah kita ingat karena tak terproses di otak saat itu, atau alasan lain. Nabsky mungkin akan tersenyum malu mendengar tingkah-polah kita semasa kecil, mungkin juga merasa geli. Samar-samar, otak kita membayangkan kejadian itu, dan memvisualkan di dalam otak. Dan, hal yang kadang luput dari setiap cerita itu adalah konsekuensinya. Dari kita yang mungkin sering terbangun dan menangis di tengah malam, keluar-masuk rumah sakit, melukai diri sendiri atau orang lain adalah kerepotan yang dialami orangtua. Ada ibu dan ayah yang harus siap bangun di malam hari untuk Kembali menidurkan anak bayinya yang menangis. Ada ibu yang lecet putingnya kala menyusui bayinya yang sedang aktif menggigit akibat tumbuh gigi baru. Ada ibu dan ayah yang panik membawa bayinya ke dokter lepas si bayi mengalami kejang. Ada ibu yang siap menerima omelan tetangga karena bayinya memukul atau menggigit bayi lain tanpa sengaja, atau kala membuat keributan di malam hari, dan lain sebagainya. Cerita masa kecil kita amatlah menggemaskan untuk dikenang. Tapi bersamaan dengan itu, ada perjuangan ibu dan ayah yang membesarkan kita. Rasanya kita tak pernah selesai mengganggu orangtua kita. Mulai dari ketika kita menghuni perut ibu, menyiksanya dengan rasa mual, rasa sakit, rasa harap-gembira, dan kecemasan. Dan menghadapi semua itu, seorang ibu harus tetap menjaga Kesehatan, menjaga pola makan dan pikiran. Apa saja dan berapa saja makanan yang masuk ke diri ibu harus dibagi dua dengan bayi di dalam perutnya, kita. Sampai akhirnya kita lahir membawa kebahagiaan dan harapan bagi orangtua. Sekali lagi, kenangan itu tak mungkin bisa kita ingat sebagai hal yang nyata, tapi bagi orangtua, momen kelahiran dan tumbuh kembang kita melekat dan membekas, karena otak mereka merekam itu dan menyimpannya sebagai memori yang penting. Meletakkannya pada klasifikasi arsip vital dari semua ingatan yang mereka simpan. Tak terlewatkan, tak terhapuskan. Kelak, barangkali kita akan menjadi orangtua, atau beberapa di antara kalian telah menjadi orangtua. Pada masa itu, kita akan tahu mengapa momen itu tak terlupakan. Setelah ini, kalian bisa mengunjungi ibu kalian untuk mendengar Kembali kisah-kisah masa kecil itu. Saya yakin, tak ada yang dilupakan, kecuali jika kemampuan otaknya sudah melemah akan usia. Seorang anak, sepanjang hidupnya tak pernah selesai “mengganggu” orangtua, dan itu sudah takdirnya. Barangkali di antara kalian telah kehilangan ibu atau ayah, atau keduanya, lewat doa kalian bisa terus sambung mereka. Karena konon, dalam salah satu agama dikatakan bahwa amalan yang tak putus adalah doa anak yang soleh.
CeritaDewasa Sedarah Ngentot Keluarga Birahi Listy 11 Cerita Dewasa Sedarah Ngentot Keluarga Birahi Listy 11 Mungkin, karena ane masih cukup kecil, Tante Ning sama sekali tak menaruh rasa malu ataupun curiga setiap kali ane maen kerumahnya. ketika ane menulis tentang temen cerita temen ciello, ane bisa tahu, gimana rasa iri itu hinggap
Membacakan cerita fiksi mulai dari dongeng hewan, persahabatan, kerajaan, sekolah, dan lainnya bisa menjadi kegiatan yang menarik untuk Si Kecil. Selain mendengar cerita, anak-anak akan memelajari banyak hal, membiasakan membaca buku atau cerita kepada Si Kecil sejak dini bisa menambah perbendaharaan kosakata untuk Si Kecil. Kegiatan membaca juga dapat merangsang otak anak-anak agar mereka mampu untuk berpikir imajinatif dan beragam cerita yang dihadirkan, Ayah dan Bunda juga dapat sesekali mengajarkan nilai-nilai kebaikan di dalamnya agar ditiru oleh anak-anak. Cerita fiksi pendek anak dengan beragam alur sederhana banyak mengandung nilai kebaikan untuk Si Kecil. Apa itu cerita fiksi dan ciri-cirinya?Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, cerita fiksi adalah cerita rekaan dengan beragam tema yang bersumber dari imajinasi sang itu, berbeda halnya dengan cerita fiksi, cerita non fiksi ialah cerita yang ditulis oleh pengarang dengan lebih banyak memasukkan unsur factual nyata ketimbang cerita fiksi dan non fiksi pun tentunya berbeda. Contoh cerita fiksi yang umumnya dikenal misalnya kumpulan cerita pendek cerpen, cerita inspiratif, novel, naskah drama, puisi, dan lain fiksi terbagi ke dalam dua jenis, yaitu cerita fiksi panjang dan cerita fiksi pendek. Keduanya tidak memiliki perbedaan signifikan, dapat dilihat dari panjang atau pendeknya alur cerita yang dari buku Pengkajian Prosa Fiksi 2014, ciri-ciri cerita fiksi yaitu sebagai berikutBanyak menggunakan bahasa yang konotatif kata-kata yang biasanya mengandung kiasan atau bukan arti sebenarnya untuk memperindah kalimatBersifat khayali atau imajinatifMemenuhi syarat-syarat estetika Ayah atau Bunda yang sering kebingungan atau kehabisan topik memilih cerita fiksi agar anak tidak mudah bosan, bisa melihat rekomendasinya berikut ini. Simak kumpulan cerita fiksi berikut ini ya, Contoh cerita fiksi tentang hewan Si Kancil dan BuayaCerita bermula ketika si kancil yang sedang mencari makan di hutan, melihat banyak pohon yang sudah berbuah di area di seberang sungai. Namun karena aliran air sungai yang deras, kancil kesulitan untuk tersebut juga menjadi tempat tinggal dari para ia menemukan ide cemerlang dan memanggil seekor buaya. “Hey, buaya keluarlah! Aku punya kabar gembira!” seru si pun datang menghampirinya, kemudian kancil bercerita bahwa ia memiliki daging segar dan hendak membagikannya untuk seluruh buaya di kemudian menyuruh buaya tersebut untuk memanggil teman-temannya yang lain, agar mereka juga mendapatkan daging segar hal itu, si buaya lantas memanggil bisa membagikan daging dengan adil, si kancil meminta para buaya untuk berjejer rapi. “Berbarislah agar aku bisa menghitung berapa jumlah kalian,” buaya yang percaya lantas mulai berbaris membentuk jembatan dari tepi sungai hingga ke tepi wilayah di ini kemudian digunakan oleh si kancil untuk menyeberang sungai sambil berpura-pura menghitung jumlah di seberang, ia pun tertawa terbahak-bahak.“Sebenarnya aku tidak punya daging, aku hanya membutuhkan bantuan kalian untung menyebarang! Hahaha” kata buaya pun marah dan mencoba menangkapnya, sayangnya si kancil sudah terlanjur lari menjauh dari tepian Cerita fiksi tentang kehidupan sekolah Hari Pertama SekolahNamaku Sesi. Umurku enam tahun. Aku akan pergi ke Sekolah Dasar Manyinga untuk pertama pertamaku sekolah berlangsung sangat baik. Aku bangun pagi lebih awal. Ayah menemaniku ke sekolah. Kami berpapasan dengan banyak siswa yang lain di jalan. Beberapa siswa ditemani dengan orang tua masuk sekolah berbunyi. Siswa-siswa yang lain mulai berlari. Aku berlari dan masuk ke dalam barisan. Sambil memperhatikan mereka, aku merasa sangat kecil. Mereka semua terlihat jauh lebih siswa perempuan yang lebih tua memegang tanganku dan membawaku ke barisan siswa yang seumuran aku salah kelas!Sementara aku berbaris di samping siswa-siswa yang seumuran, aku mendengar seseorang berteriak, “Bu Guru, dia kencing di celananya!”Kami semua menoleh. Aku melihat seorang anak laki-laki memegang celana pendeknya dengan basah. Matanya penuh air mata. Seorang siswa laki-laki yang lebih tua, memegang tangannya dan membawanya mencari ibu guru menunjukkan kelas kami. Ruangannya besar dan siswa laki-laki datang terlambat dengan menjinjing sepatunya. Ibu guru bertanya mengapa dia melakukan hal menjawab bahwa ibunya selalu mengajarinya untuk melepas sepatu sebelum masuk ke dalam ruangan. Kami semua tertawa terbahak-bahak sekolah kembali semua bergegas keluar dan mulai berbaris. Ibu guru datang dan memberitahu kami bahwa sekarang saatnya istirahat dan tidak perlu berbaris. Waktunya bermain!Setelah beberapa saat, bel sekolah berbunyi lagi. Semua siswa bergegas ke kelas mereka. aku sedikit tersesat. Aku tidak tahu harus pergi ke mana. Aku lupa di mana letak ruang kelasku!Aku melihat sebuah kelas dan masuk ke dalamnya. Dua siswa lain mengikutiku. Tak seorang pun dari kami yang tahu harus ke satu siswa yang bersamaku mulai menangis. Seorang siswa perempuan yang lebih tua bertanya apa yang yang menangis itu menjawab bahwa dia ingin bertemu dengan siswa tertawa, tapi ada anak lain yang ingin membantunya. Salah satu siswa perempuan yang lebih tua mengantar kami kembali ke guru menerangkan kepada kami bahwa sebentar lagi waktunya pulang ke rumah dan kami harus menunggu orang tua untuk datang menjemput kami di sekolah. Bel sekolah kembali Teng! Teng!Kami sangat gembira melihat orang tua kami menunggu di luar!Setelah makan malam, ayah dan ibu bertanya kepadaku bagaimana hari pertamaku sekolah berlangsung. Aku bercerita kepada mereka bahwa aku dan siswa-siswa lainnya salah masuk tertawa dan menasihatiku agar aku harus mendengar perkataan ibu guru dengan baik. Aku susah tidur malam itu. Aku tidak sabar untuk memulai hari keduaku di sekolah!Pengarang Rehema Contoh dongeng fiksi tentang kehidupan Kisah HidupKeluarga Smith adalah keluarga kecil yang terdiri atas Bu Emily, Pak Peter, dan putri mungil mereka yang berusia 5 tahun, June. Mereka bertiga hidup sederhana dan adalah anak lucu yang menyukai segala hal, kecuali anak selalu menangis atau memeluk orang tuanya ketika didekati oleh hewan peliharaan teman dan saudaranya. Bu Emily dan Pak Peter tak habis pikir kenapa putri mereka bisa takut pada hewan peliharaan yang begitu hari, pulang dari sekolah, June merasa seperti ada seseorang atau sesuatu yang mengikutinya. June menengok ke belakang, rupanya ada seekor anak anjing liar menggemaskan yang berusaha keras mengusirnya, tetapi tidak berhasil. Anak anjing itu terus mengikutinya sampai ke rumah. Saat Bu Emily membuka pintu, June langsung berlari dan bersembunyi di belakang ibunya. Bu Emily bertanya apakah dia baik-baik pun bercerita tentang anak anjing yang mengikutinya dan kini masih menunggu di halaman Emily meyakinkan putrinya bahwa anak anjing itu tidak akan masuk ke dalam rumah. Namun, June bersikeras agar ibunya mengusir anak anjing itu. Anak anjing itu berlari, tetapi kemudian kembali lagi dan bersembunyi di balik harinya, Bu Emily menceritakan kejadian itu kepada suaminya dan dia menanyakan keadaan June. Pak Peter meminta mereka agar berhati-hati karena itu anjing paginya, June berjalan menuju halte bus dan terus menengok ke belakang untuk memeriksa apakah anak anjing itu masih mengikutinya. June terus melihat ke belakang dan hampir menyeberang jalan tanpa melihat kiri Guk! Guk!Tiba-tiba, dia mendengar suara anjing menggonggong dan melihat ada mobil yang melaju kencang ke arahnya. June hanya berdiri terpaku sampai dia melihat anak anjing yang kemarin itu berlari ke arahnya. Untungnya June langsung melangkah mundur dan lari menyelamatkan mengambil jalan memutar saat pulang. Dia terkejut ketika melihat anak anjing yang sama mengibas-ngibaskan ekornya kegirangan saat melihatnya kembali. June lekas berlari ke memberi tahu ibunya tentang kejadian yang dia alami. Ibunya lega, June selamat berkat anak anjing yang memperingatkannya. Bu Emily ingin menghadiahi anak anjing itu semangkuk dia keluar untuk mencarinya. Dia menemukan anak anjing itu sedang bersembunyi di balik semak-semak dan membujuknya agar mau minum susu. Anak anjing itu pun patuh dan meminumnya hingga Emily mengelus-elus anak anjing itu dan ternyata ada kalung nama di lehernya. Bu Emily membawa masuk anjing itu ke gerasi dan membuatkannya kendang harinya, Pak Peter coba mencari tahu. Rupanya anak anjing itu adalah milik seorang wanita tua yang baru saja tidak ada keluarga yang mau merawatnya, anak anjing itu pun dibiarkan berkeliaran. Bu Emily memberi tahu June bahwa sekaranglah saatnya jika dia ingin berterima kasih kepada anak anjing akan membawa anak anjing itu ke tempat penampungan besok. June tidak mau dan langsung pergi ke malam, anak anjing itu terus melolong di garasi. Pak Peter berusaha menenangkannya, tetapi anjing itu benar-benar ketakutan. June bergegas turun ke anak anjing itu melihatnya, ia langsung berhenti melolong, mengibas-ngibaskan ekornya, dan berlari ke arah ayahnya. June ketakutan dan berlari ke arah Peter meyakinkan June bahwa anak anjing itu sangat menyukainya dan hanya ingin anjing itu sangat senang berada di dekat June dan mengikutinya ke mana-mana. June merasa kesal dan akhirnya mengelus-elusnya. Anak anjing itu mulai melompat-lompat dan June tidak bisa menahan gelak harinya, ketika Bu Emily dan Pak Peter bersiap-siap membawa anak anjing itu ke tempat penampungan, mereka mendengar June bertanya kepada orang tuanya apakah anak anjing itu bisa tinggal bersama tuanya bilang bahwa mereka ingin sekali June memiliki hewan peliharaan. Namun syaratnya, dia harus memberi nama anak anjing mungil anak anjing itu telah menyelamatkan hidupnya, June sudah memilih nama yang pas untuknya, yaitu Hidup. Hidup pun mengisi hati June dan menjadi sahabat yang paling dia Rubi Contoh kisah fiksi tentang kerajaan Raja yang Gemuk dan Anjing yang KurusAlkisah terdapat sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja. Raja tersebut bertubuh gemuk karena ia hobi yang gemuk itu memiliki seekor anjing peliharaan yang saat, sang raja memutuskan pergi bersama anjingnya yang kurus untuk bertamasya di sebuah di sana, si anjing melihat seekor burung yang terbang ke sana ke mari sehingga menarik perhatiannya. Lalu, anjing itu berlari untuk menangkap burung raja yang melihat hewan peliharaannya mengejar seekor burung, lantas mulai berlari mengejar anjing berlari dan terus berlari selama beberapa hari tak kenal waktu. Sampai akhirnya, kemudian sang raja berhasil menangkap anjing itu. Karena sang raja terus berlari selama berhari-hari untuk menangkap anjingnya, tubuhnya pun kini menjadi kurus. Ia bukan lagi raja yang gemuk Contoh cerita fiksi tentang cinta Aku Cinta IbukuDi dalam rahim ibu, aku menghisap tenaganya. Namun, ibu tidak menyerah meski semua tenaganya menyisakan sedikit untuk dirinya, banyak untukku, di hari sembilan bulan yang berat dan melelahkan terasa seperti bertahun-tahun oh kumpulkan sisa-sisa tenagamu untuk membawaku ke dunia yang muram ini. Engkau memilih kelaparan agar aku compang-camping agar aku bisa berpakaian layak. Ibu rela miskin agar aku rela tidur di tikar agar aku dapat terlelap di kasur. Ibu rela terjaga agar aku terlelap dengan cinta padamu Ibu, aku cinta padamu. Pengarang Acaro Cerita fiksi tentang persahabatan Sahabat MerpatiSeorang kakek bercerita pada cucunya tentang kisah persahabatan merpati dan bagaimana mereka bertahan hidup.“Tim, aku ingin mengajarimu sesuatu.” Kata Kakek. Sang cucu yang bernama Tim mengikuti kakek menuju balkon.“Apa yang kamu tahu tentang merpati?”“Tidak banyak,” kata Tim.“Aku tahunya merpati berkumpul dalam jumlah besar dan orang-orang memberi mereka makan roti.”“Merpati itu burung yang luar biasa. Burung-burung itu keturunan merpati batu, yang hidup di pegunungan dan tebing di tepi laut.”Ketika kata burung disebut, Benny si kucing bangun dan menegangkan cakarnya.“Lihat, ada kawanan merpati datang,” kata Kakek.“Apakah mereka selalu bepergian dalam jumlah besar?” tanya Tim.“Ya, jumlahnya antara lima puluh sampai seratus. Mereka suka bergerombol. Artinya, mereka adalah spesies sosial. mereka bergerak bersama dan berburu makanan untuk kelangsungan hidup kawanannya.”Kakek menunjuk sepasang burung yang terbang bersama di atas atap.“Kedua burung itu berpasangan, Tim. Mereka berkembang biak dan tinggal bersama seumur hidup. Merpati itu binatang yang setia.”Tim melihat seekor merpati akan hinggap di balkon. Benny si kucing juga melihatnya dan mengayunkan cakar berusaha menjangkaunya.“Benny ingin memakannya,” Kata Tim.“Gerakan burung itu terlalu cepat untuk Benny,” Sahut Kakek.“Ada biji-bijian dan buah beri di pagar dan lantai balkon kita,” Kata Kakek.“Burung-burung itu ingin memakannya. Perhatikan, mereka berkerumun sambil berusaha tetap terbang.”“Sepertinya mereka membentuk pola,” Kata Tim.“Itulah yang mereka lakukan. Mereka akan membentuk kawanan di sekitar sumber makanan.”Kemudian nenek Tim muncul. “Aku sedang mengajari Tim tentang merpati,” Kata Kakek.“Sekarang Tim tahu bahwa merpati jantan berjalan lucu dan tegap, membusungkan bulu mereka, dan berusaha keras untuk menarik perhatian betina.”“Kau melakukannya juga padaku!” kata nenek.“Dulu kamu suka berdiri gagah dan menari.”“Aku bisa melihat mereka berkelahi,” seru Tim.“Mereka berbalik dan berputar di udara.”“Salah satu dari mereka akan berkuasa dan yang lain akan menyerah,” jelas Kakek.“Apakah merpati punya musuh?” tanya Tim.“Ya, mereka punya pemangsa.”“Apa itu?”“Ada burung lain yang memangsa merpati,” jawab Kakek.“Alap-alap kawah namanya, burung tercepat di langit. Mereka memangsa merpati di kota-kota.”“Terkadang merpati juga mengganggu,” Kata Kakek.“Seperti sekarang. Merpati itu menjatuhkan kotorannya di kepala kucing! Hus! Pergi!”Merpati itu menjatuhkan kotorannya di kepala Benny, lalu terbang pergi, meninggalkan Benny yang kesal. Merpati lain bertengger di lampu luar dan yang lain mulai berjalan masuk ke rumah. Kakek Tim kehabisan kesabaran dan menakuti sekelompok burung itu agar pergi dari balkon karena mereka ada dimana-mana.“Apakah menurut Kakek, aku bisa terbang?” tanya Tim.“Tidak mungkin,” jawab Kakek sambil tertawa.“Tubuhmu tidak dirancang untuk terbang. Tubuh merpati bisa karena bersifat aerodinamis.”Pada saat itu, Benny si kucing sedang mengayunkan cakarnya. Ia mencoba menangkap seekor merpati, membuat si merpati meloncat ke udara dan terbang menjauhi si kucing. Tim mulai bersiul dan merpati yang ada di dekatnya menikmati nadanya.“Mungkin aku harus menjadi lebih kuat dan lentur,” kata Tim.“Sehingga aku bisa mengangkat diriku sendiri dan terbang,” melakukan serangkaian peregangan dan Gerakan untuk membuat tubuhnya lebih lentur dan Benny mengepakkan tangannya ke samping sekuat tenaga dengan cepat, mencoba terbang.“Tidak ada gunanya,” keluh Tim. “Tubuhku terlalu berat. Aku tak bisa terbang.”Kakek tertawa. “Sudah kubilang, kamu tidak bisa terbang.” kata menyaksikan Tim dengan antusias dan penuh minat menggunakan kacamata perekam khusus untuk mengambil video dan berencana menunjukkan video itu kepada teman-temannya nanti.“Banyak daerah menganggap merpati sebagai hama,” kata Kakek.“Namun aku menganggap mereka tidak berbahaya. Mereka adalah teman. Mereka hanya mencari makanan. Mereka memang berantakan, membuang kotoran di sepanjang alun-alun, tetapi makhluk mana yang tidak berantakan sama sekali? Jika kamu melihat merpati, perlakukan mereka dengan baik.”Salah satu merpati merasa begitu tenang di sekitar Tim. Ia bertengger di lengan Tim dan beristirahat.“Sepertinya, kamu telah berteman dengannya.” kata Hallo Cerita fiksi pendek untuk penghantar tidur anak Hari yang MengesankanSeorang anak menikmati hari yang tidak akan pernah dia itu hujan, aku pulang untuk mengeringkan badan. Setelah badanku kering, aku mencium aroma sedap masakan makan, aku mendengarkan aku pergi ke kebun sambil tersenyum lebar. Aku lapar. Aku melihat pohon apel yang besar di kebun dan berlari menuju pohon itu untuk makan harinya, hujan turun lagi. Ayah menampung air di ember sebelum hujan berhenti. Kota kami ditutup sehingga kami tidak punya air untuk kami pergi ke toko untuk berbelanja. Aku menyukai syal warna ungu. Nenekku membacakan buku kesukaanku. “Wuuus, angin berembus ketika rubah-rubah itu lari,” baca pergi membeli aneka manisan untuk tamu yang akan datang besok. Aku suka akan duduk bersama dana makan manisan dengan tamu juga suka merajut!Ibu mengajakku naik unta, menyenangkan sekali!Itulah hari yang kulewati. Aku tak akan pernah melupakan kejadian hari itu!Pengarang Mia cerita fiksi dengan beragam tema untuk anak-anak/ Foto Getty Images/iStockphoto/Jub Job8. Cerita fiksi pendek tentang kisah anak Berjalan-jalan bersama MamaHari ini adalah hari yang sangat sibuk. Banyak sekali yang akan dilihat dan dilakukan oleh Mama dan aku. Kami berjalan kaki ke stasiun dan mendapati orang-orang sedang mengantri. Baik tua maupun muda, yang pendiam dan yang bawel, semua pergi ke jendela minibus, aku melihat mobil-mobil melaju. Ada yang cepat, ada yang lambat, ada yang besar, ada yang kecil. Di kota ada banyak sekali gedung! Di mana-mana aku melihat gedung yang tinggi dan yang rendah, yang berdinding kaca dan bertembok dan aku berjalan masuk keluar toko. Toko pakaian, toko buku, toko tas, dan banyak lagi. Mama mencoba beberapa sepatu. Ada sepatu merah, sepatu hijau, sepatu berhak tinggi, dan sepatu berhak Ola! Hello! Jambo!Di sebuah toko besar, kami memenuhi troli dengan makanan. Ada kotak-kotak sereal dan berkantung-kantung buah. Ada tepung berkantung-kantung dan jus menunjukkan padaku mainan-mainan dan menyuruhku memilih! Ada mainan yang empuk, ada yang bulat, ada yang berisik, ada yang ini kami sudah membeli banyak barang. Berkantung-kantung makanan dan berbungkus-bungkus pakaian. Ada sepasang sepatu dan beberapa di rumah, di dalam tempat tinggal kami yang sunyi, aku membuka hadiah istimewa dari Mama yang dibeli hanya untukku!Pengarang Cisanga Cerita pendek tentang ayah Ayah, Ayah Warna Apa yang Kau Lihat?“Silakan, belilah cashmas, penuh warna dan cerah. Lihatlah dunia dengan warna-warni baru,” Kata seorang penjual yang menjajakan cashmas atau kacamata dengan lensa beraneka pergi jalan-jalan dengan Ayah dan langsung tertarik dengan kacamata warna-warni yang dijual tersebut.“Ayah, ayo, kita main tebak-tebakan. Kami akan memilih satu warna. Lalu, Ayah harus menebak warna apa itu,” dan aku kemudian menghampiri penjual tersebut dan membeli satu kacamata berwarna kuning.“Cepat, Ayah, ayo, kita segera mulai permainannya!” aku berseru riang.“Apa warna balon ini, Ayah?” tanyaku sembari menunjuk salah satu balon yang juga dijual di dekat sana.“Gampang sekali. Menurut Ayah, warnanya hijau,” jawab Ayah dengan yakin saat melihat balon yang kupegang.“Bukan, Ayah, warnanya bukan hijau! Balon ini berwarna biru muda!” kataku.“Kalau gula buatan Ayah, warnanya apa coba?”Pengarang Ekta Cerita pendek tentang petualangan Petualangan Gum-gum yang MenyenangkanSuatu ketika, Gum-gum sangat bersemangat. Dia pergi bersenang untuk pertama kalinya. Keluarganya juga bersemangat menanggapinya. “Bbbrrrraaaab! Grrroomb!”Moncong Gum-gum menyentuh air dan kemudian “Wuusss…”Gelombang besar di sungai mengepungnya. Gum-gum menggerak-gerakkan kakinya, mengibaskan ekornya, dan berkata, “Papa, lihat! Aku sedang berenang! Lihat!”“….Papa?” Gum-gum melihat ke depan dan ke belakang, lalu ke kanan dan ke kirim dan berkata sekali lagi, “Papa?”Dia benar-benar sendirian, keluarganya telah berenang jauh berang-berang lewat di sebelahnya sambil mengambang. Gum-gum bertanya kepadanya, “Tuan berang-berang, apakah kamu melihat keluargaku?”Berang-berang menjawab, “Tidak, tetapi aku telah melihat begitu banyak bintang, apakah kamu melihat keluargaku?”Berang-berang menjawab, “Tidak, tetapi aku telah melihat begitu banyak bintang, apakah kamu ingin melihat beberapa?”Dia berkata, “Mungkin lain kali saja. Terima kasih!”Pada saat itu, “Brrroooorft! Rrraap!”Itu suara keluarganya! Gum-gum pun tertawa gembira dan berenang ke arah suara seekor lumba-lumba melompat keluar dari air di depannya. Gum-gum pun bertanya padanya, “Nyonya lumba-lumba, apakah kamu tahu di mana keluargaku?”Lumba-lumba menjawab, “Tidak, tapi aku tahu di mana ikan-ikan terbaik berada, apakah kamu ingin memakannya satu?”Gum-gum berkata, “Mungkin lain kali. Terima kasih!”Pada saat itu, “Drrrb! Grrraaaab!”Itu adalah suara keluarganya! Gum-gum tertawa gembira dan berenang ke arah suara itu. Di sana ada siput yang berada di atas sebuah batu keras di tepi sungai.“Kakak siput, bisakah kamu membantuku menemukan keluargaku?” tanya Gum-gum.“Jika kamu mau, aku dapat membantumu menemukan sebuah batu datar untuk kamu duduki,” jawab berkata, “Mungkin lain waktu. Terima kasih!”Pada saat itu, “Pppsrrr! Frrraft!”Itu suara keluarganya! Gum-gum tertawa gembira dan berenang menuju suara itu. Gum-gum melihat seekor buaya gavial buaya pemakan ikan besar yang tua sedang bersama dengan beberapa buaya gavial kecil yang berenang di pun bertanya kepadanya, “Kakek Gavial, apakah kamu melihat keluargaku?”Buaya tua itu bertanya kepadanya, “Apakah namamu Gum-gum?”Dia menjawab, “Ya, aku Gum-gum.”“Kalau begitu, ya, aku telah melihat keluargamu! Mereka telah mencarimu kemana-mana, sayangku. Dengar!”Gum-gum mendengarkan dan buaya-buaya kecil itu masih bersamanya. Pada saat itu, terdengar suara dari hulu sungai aliran sungai yang berada di atas atau dikenal sebagai pusat sumber sungai.“Grrraaaab! Gom! Prraaft! Gom! Goom! Gooom!” itu suara keluarganya dan mereka tidak jauh dari tempatnya! Gum-gum tertawa gembira dan berenang ke arah suara itu. Setelah beberapa saat, Gum-gum mencapai tepian berpasir dan merangkak ke sana, ia terlalu lelah setelah berenang jauh. Sebuah suara memanggil, “Gum-gum?”“Papa?” Gum-gum melihat sesuatu yang besar menuju ke arahnya. “Papa!” Papa membungkuk dan memberinya dorongan kecil penuh kasih berkata padanya, “Selamat datang kembali, Gum-gum! Ke mana kamu pergi?” Gum-gum menjawabnya sambil tertawa.“Aku telah melakukan petualangan yang menyenangkan dan besok aku ingin pergi lagi!”Gum-gum tinggal di Sungai Gangga Besar dengan keluarga besar buaya gavial yang ramai. Gum-gum pergi berenang setiap hari guna menangkap serangga-serangga dan ikan-ikan untuk makan siang. Ketika berenang setiap hari, dia bertemu dengan berbagai jenis makhluk seperti lumba-lumba, berang-berang, siput, unggas air, para nelayan di atas perahu mereka, kerbau, ular, dan Aparna Cerita legenda Danau TobaAlkisah pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pria bernama Toba. Suatu hari, ia hendak pergi memancing ikan di danau. Namun, saat memancing, Toba ternyata mendapatkan seekor ikan mas. Ikan tersebut lantas di bawanya pulang ke di rumah, saat hendak dimasak, ikan mas tersebut tiba-tiba berubah menjadi seorang putri yang cantik tersebut kemudian berterima kasih kepada Toba karena telah membebaskannya. Sang putri lantas bersedia dipersunting dan menjadi istri Toba. Namun ia mengajukan syarat, bahwa Toba tidak boleh menceritakan akhirnya menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama tumbuh menjadi anak yang aktif namun sedikit ketika, Samosir diminta oleh ibunya agar mengantarkan bekal makan siang untuk ayahnya yang bekerja di ladang. Saat di pertangahan jalan, Samosir yang merasa lapar lantas memakan bekal makan siang tersebut hingga tersisa bekal tersebut diberikan kepada ayahnya, sang ayah terkejut karena bekal yang dibawakan hanya kecewa, Toba lalu memarahi anaknya, Samosir. Karena terbawa emosi, Toba menyebut Samosir sebagai anak ikan yang tidak tahu diuntung. Ia telah melanggar janjinya kepada istrinya ucapan ayahnya, Samosir kaget dan merasa sedih. Ia lantas pulang dan mengadu kepada bahwa janjinya telah dilanggar oleh sang suami, Samosir dan ibunya tiba-tiba lama, munculnya sebuah semburan air dahsyat di dekat tempat tinggal mereka. Semburan tersebut kemudian berubah menjadi sebuah danau yang kini dikenal dengan nama Danau Toba. Sementara pulai kecil di tengah danau tersebut diberi nama Pulau dongeng cerita fiksi yang bisa Bunda pilih untuk dibacakan kepada Si Kecil sebagai pengantar yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 juga dongeng lain dalam video di bawah ini[GambasVideo Haibunda] rap/rap
AibKeluarga. Di salah satu sudut kota Bandung, berdiri cukup megah sebuah rumah yang sangat besar. Di dalamnya tinggal beberapa orang yang saling terikat hubungan keluarga. Mereka adalah kakek dan nenek, kita panggil saja mereka demikian, lalu keluarga Irwan, anak tertua, dan keluarga Detty, anak ketiga, serta keluarga Nani, anak bungsu.
Cerpen Karangan RahmawatiKategori Cerpen Kisah Nyata Lolos moderasi pada 5 February 2018 Pagi ini aku sudah melakukan aktifitas seperti biasanya sebagai seorang ibu, kemudian aku menjemur pakaian dengan hanger. Sesaat seorang laki-laki yang menatapku dengan sinis, ya dia adalah kakakku yang bernama zacki, setelah itu dia memasuki kamarnya, setelah tidak lama terjadi percekcokan dengan istrinya. Aku hanya diam biasa saja tapi hatiku merasakan ada hal yang ganjal dengan mereka, aku sadar pertengkaran itu ada hubungannya denganku, aku di sini tinggal bersama ibuku dan selain ada aku, suami dan anakku di sini di rumah ini juga ada keluarga lain, ya itu kakakku dan anak istrinya, kami di sini hidup bersama. Kebersamaan kami jarang cocok, aku dan istri kakakku sangat berbeda, dia pendiam dan aku orangnya cuek. Awal pertengkaran kami adalah soal pekerjaan rumah, biasalah kami pun sering saling singgung, Ibuku sudah tua dan aku sebagai anak lebih banyak melakukan alktifitas rumah, hal yang sering menjadi masalah adalah dikala saat sibuk beres-beres istri kakakku lebih banyak santai santai, selama ini aku diam, dan jika aku mengeluh kepada ibuku, hanya pembelaan terhadap memantunya di hadapanku. Aku sering bersedih dan menangis di hadapan suamiku “Ayah kapan kita punya rumah sendiri, aku nggak betah tinggal di sini, selama ini aku selalu memgalah” dengan isak tangis di hadapan suami dan anakku. Suamiku adalah orang yang sabar ia hanya memeluk dan mengatakan “sayang sabarlah, bekerjalah dengan ikhlas, belajarlah sabar, itung-itung bantu mak”. anakku berumur 1,5 tahun ia tumbuh menjadi gadis kecil yang lincah dan sangat aktif, ia bernama deva. Kehidupan kami berjalan dengan seiringnya waktu, suamiku adalah seorang penjual kue, walaupun penghasilanya tidak banyak tapi kami bersyukur karena Allah sudah mberi rezeki yang halal. Setiap seminggu dua atau tiga kali suamiku bekerja berjualan kue, dan aku hanya di rumah merawat anak kami, aku merasa tidak betah di rumah dan hanya membuat sedih hati ini saja, karena ibu hanya menyanjung anaknya kakakku, anakku juga sama sama cucunya, aku sadar aku memang tidak banyak uang, suamiku bekerja dengan penghasilan pas pasan, tidak seperti kakakku yang uangnya banyak, yang lebih banyak memberi materi kepada ibuku. Aku memang tidak banyak materi tapi aku selalu ada saat ibu sakit, saat ibu membutuhkan aku, dan aku juga sadar aku hanya anak yang miskin yang tidak bisa memberi apapun kepada ibuku. Tapi bersyukur aku masih bersama anak dan suami yang selalu ada dan sayang kepadaku, suami yang selalu sabar yang selalu memasehatiku untuk jadi orang sabar. Setelah selama 1 tahun kami hidup campur dangan ibu ayah, kakak dan istrinya, banyak hal yang aku pelajari, menjadi orang yang mengalah, hati yang sedih aku belajar menahan kesedihan batinku ini. Setiap keluh kesah hanya aku curahkan kepada suamiku. Tidak seperti istri kakakku yang selalu mengadu ucapan apa yang selama ini sering aku kesalkan terhadap dia, awal pertengkaran yang memicu karena ulah tetangga yang suka mengadu domba, hingga pecahkan amarah kakakku terhadap aku di hadapan suami dan ibu pagi itu. Sungguh hati ini sakit ia memakiku dengan ucapan yang menyakitkan, ibu menagis dan berkata “sudah cukup tidak usah bertengkar, biarlah orang lain bicara apapun tidak usah didengarkan, orang lain hanya akan merusak rumah tangga kita”. Tapi aku memang sudah tidak tahan harus terpaksa tinggal bersama, aku ingin punya rumah sendiri tapi aku tidak punya uang, aku anak bungsu dari enam saudara. Anak yang lainnya sudah menikah dan sudah punya rumah sendiri. Aku dan kakakku yang masih tinggal bersama ibu, kakakku bekerja di sebuah perusahaan tambang. Saat ini aku hanya bisa bersabar semoga aku dan suamiku bisa mendapat pekerjaan dan semoga Allah memberi kami rezeki agar bisa cepat membuat rumah. Aamiin Cerpen Karangan Rahmawati Facebook Nyonya Sobryan Cerpen Keluarga Kecilku merupakan cerita pendek karangan Rahmawati, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Senandung Untuk Ibuku Oleh Ade Zetri Rahman Masih ingatkah kau dongeng tentang Malin Kundang, sang anak durhaka itu? Tentu kau masih ingat bukan, tak mungkin kau tak tahu karena cerita, itu rutin dijadikan dongeng pengantar tidur Berbahagialah! Oleh Fitri Oktavia Annaja Kebahagiaan itu kadang egois, mungkin kita tak akan peduli dengan siapapun yang akan terluka. Yang penting itu kita bahagia dan merasa puas. Tidakkah kita berpikir ada orang lain yang Kemana Antingku Oleh Rita Riyanti Liburan panjang semester genap telah usai, hampir 2 bulan aku bisa menikmati liburan di kampung halaman setelah 1 semester menuntut ilmu di kota pelajar jogja. Kebetulan nilaiku tidak ada Senja di Imajinasiku Oleh M. Naufal Hanif Musyafa Hari sudah mulai malam. “Aku pasti bakal telat karena ekskul ini” gumamku. Tapi aku hanya berjalan santai ke stasiun sambil melihat keadaan kota ini. Jam sudah menunjukkan pukul Mama, Tuhan dan Hidup Oleh Angelica Angie Orang baik yang selalu bersyukur akan menjadi tokoh yang serba kekurangan dan teraniaya, sedangkan orang jahat akan menjadi tokoh dengan kekayaan berlebih namun angkuh, dan enggan memikirkan sesama-nya. Jika “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Dimulaidari anak pertama yang masih berada di jejang kelas 3 SD, kemudian anak kedua yang saat ini masih TK. Lalu adiknya, anak ketiga yang saat ini masih PAUD, yang akan di susul adiknya -anak keempat- di tahun depan. Dan anak bungsu dari Ibu Dia masih berusia balita, dan mirisnya namanya pun belum terdaftar di dalam Kartu Keluarga.

Cerpen tentang keluarga ini merupakan contoh dari hasil karya saya sendiri. Ada banyak makna yang terkandung dalam cerpen tentang keluarga. Akan ada banyak kisah jika berkenaan dengan keluarga. Buat kamu yang saat ini masih merasa bingung mau nulis cerpen tapi bingung mau mulai dari mana, ini mungkin akan jadi salah satu referensi yang bisa kamu jadikan contoh. Kerangka Cerpen Tentang Keluarga Cerpen dibuat dengan menggunakan kerangka tertentu. Dalam penulisannya tentu harus menggunakan kerangka. Tujuannya yaitu untuk memperjelas penulisan novelnya. Selain itu, juga untuk membuat cerita dalam novel itu lebih mudah ditulis. Dilansir dari berikut adalah contoh kerangka novel cerpen keluarga Tema Kasih sayang seorang ayah kepada anaknyaTokoh dan Penokohan Fatimah rajin, berbakti, dan baik hatiAyah penyayang, pekerja kerasIbu penyayangPak cik Hasan baikKerangka Perkenalan / EksposisiFatimah adalah seorang anak dari keluarga kuli penambang timah yang miskinFatimah memiliki 3 adik dan ia harus merawatnyaFatimah adalah murid kelas 6 sekolah dasarAyah Fatimah adalah seorang pekerja keras yang menyayangi anak-anaknyaKonflikFatimah bercita-cita menjadi seorang guru bahasa InggrisAyah Fatimah ingin membelikan kamus untuk anaknya tersebutAyah Fatimah berusaha sekuat tenaga mencari uang untuk membeli kamusDengan bekerja keras ayah Fatimah dapat membeli kamusKlimaksFatimah sangat senang dengan pemberian ayahnyaFatimah berusaha berterima kasih kepada ayahnyaAyah Fatimah meninggal karena longsorAnti klimaksFatimah sangat terluka dengan kepergian ayahnyaFatimah harus meninggalkan sekolahnya untuk bekerjaPenyelesaianFatimah mengerti betapa pentingnya ayah dalam hidupnya Namun kerangka ini tidak ada di contoh cerpen tentang keluarga di bawah ya. Karena cerpennya sendiri tidak bisa saya tampilkan disini. Ini hanyalah kerangkanya saja. 5 Contoh Cerpen Tentang Keluarga Dan berikut ini adalah contoh isi atau cerpennya saja tanpa menggunakan kerangka cerpen. Contoh kerangka cukup di atas saja ya, berikut adalah contoh cerpen tentang keluarga. 1. Cerpen Tentang Keluarga Bahagia “KELUARGA ADALAH SEGALANYA” Aku bernama Haikal aku memiliki keluarga yang cukup lengkap. Ada ayah, ibu dan kakaku. Kami tinggal di sebuah kota di Bandung. Dan ayahku bekerja sebagai seorang pelaut. Ayah pergi bekerja dan pulang tiga bulan sekali bukan hal mdah bagi kami selalu terpisah jarak dan waktu. Ketika aku kecil aku selalu menangis saat mengantar kepergian ayah untuk berlayar. Aku selalu menghalangi jalannya. Dan itu selalu membuat matanya berkaca-kaca. “Ayah pergi demi kalian anak-anaku, demi ibu dan demi masa depan kita”. Setiap tiga bulan terakhi aku selalu menunggu ke datangan ayah bahkan aku selalu tertidur di ruang tamu untuk menanti kehadirannya. Bukan oleh-oleh yang kami buru. Tapi harum tubuh ayah yang kami rindukan. Seperti saat ini pukul ada yang mengetuk pintu“tok..tok..tok Assalamualaikum”. Kami menjawab sambil berhamburan ke depan pintu. Setelah terlihat sosok gagah itu kami langsung berhamburan kepelukannya merasakan harum bau tubuhnya dan melepaskan rindu yang kian menggebu akhirnya terlepaskan. Keesokan harinya merupakan momen yang kami tunggu untuk sekedar berkumpul menikmati secangkir teh atau sarapan bersama dan itu hanya ada waktu satu minggu. Setelah itu ayah akan pergi lagi selama tiga bulan untuk bekerja memenuhi keperluan dan masa depan kami. Waktu sebentar itu merupakan kebahagian yang teramat sangat untuk kami. Baca juga Cerpen Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari 2. Cerpen Tentang Keluarga Sederhana SEDEKAH SEDERHANA Namaku Mariyam aku tinggal di sebuah pedesaan di Jawa Barat. Ayah ku bekerja sebagai guru ngaji di kampungku. Dan ibuku seorang penjahit. Kami berkehidupan sangat sederhana. Aku bersekolah di SD Negri dekat dengan kampungku, setiap hari aku mengambil dagangan dari mpok yuni untuk di titipkan di warung-warung sambil berangkat sekolah. Dan pulangnya aku akan menagih hasil simpanan di warung-warung tersebut. Pekerjaan ini untuk meringankan kedua orang tuaku agar tidak memberikan uang jajan. Namun ada salah satu ajaran yang di ajarkan oleh ayah ibuku yang sampai saat ini selalu teringat yaitu sedekah subuh. “Sedekahlah saat waktu subuh, karena pada waktu subuh akan datang malaikat yang memohonkan dua permohonan. Yang pertama tambahkanlah rezeki orang yang menunaikan sedekah subuh dan bangkrutkanlah orang yang menahan hartanya dan tidak bersedekah.” Itu merupakan nasihat dari sang ayah ketika selesai melaksanakan shalat subuh. Aku ibu dan ayah mempunyai tempat sendiri-sendiri untuk menyimpan sedekah subuh kami. Dan amalan itu telah kami amalkan sampai usiaku tiga puluh tahun dan kini orang tuaku telah tiada namun nasihatnya masih kami amalkan dan sangat luar biasa. Kehidupan kami begitu damai dan tentram meski kami tidak kaya namun setiap rezeki yang kami dapatkan terasa berkah dan nikmat. Karena kunci kenikmatan adalah rasa syukur. Kesederhanaan yang diajarkan orang tua kami begitu sangat berarti untuk kami menjalani kehidupan duniawi yang hanya sebentar ini. Kelapangan rezeki, tentram hidup, banyak saudara dan damai. 3. Cerpen Tentang Keluarga yang Tidak Harmonis TAK SEIA SEKATA Apa yang kamu harapkan dari keluarga yang di sebut harmonis? “Aku sering mendengar kata harmonis di dalam sebuah ikatan keluarga. Mungkin perasaan orang tua yang sayang anaknya, anak yang menghormati orang tuanya, adik kakak yang saling menyayangi.” Itu hanya khayalan. Diary 12 november 2013 Ku akhiri curhatanku di buku dyary kumal kesayanganku ini. Aku Tiara merupakan seorang anak bungsu dari ibu bernama Evi dan Ayah bernama Tono. Dulu mereka ayah ibuku yang selalu memberikan perhatian saat usiaku 8 tahun. Ya tepat 8 tahun yang lalu keluargaku masih bahagia dan baik-baik saja. Setiap ayah dan ibu bertengakar tiada permintaan maaf dari kedua belah pihak karena saling gengsi untuk meminta maaf duluan. Dan mereka hidup bersama lagi seperti tak terjadi apa-apa. Namun, itu telah berubah saat Ayah selalu asyik bercengkrama dengan hp nya. Bahkan aku sering mendengar ayah berhaha-hihi dengan temannya di hp tersebut. Ibuku sudah bosan menegurnya dia telah memilih diam. Suatu saat ibu menemukan Whatsap ayah dengan perempuan lain dengan kata-kata yang tak senonoh dilontarkan oleh lelaki yang telah memiliki istri. Ibu marah besar, dan berakhir dengan memasukan baju-bajunya dan bajuku ke dalam koper dan bersiap pergi dari rumah itu. Ayah berteriak sambil menahan amarah “silahkan pergi aku juga sudah bosan dengan sikapmu, kamu yang dulu juga pernah berselingkuh tapi aku bersikap biasa. Aku hanya marah sesaat. Jika kamu memilih pergi silahkan kita memang sudah tak seia sekata, kita sudah memilki kebahagiaan lain dan itu bukan di sini” Ternyata komunikasi di antara mereka tidak terjalin dengan baik tak ada yang ingin meminta maaf duluan dan menyelesaikan masalah sampai tuntas. Tapi masing-masing menyimpan sakit yang sama namun terpendam. Sehingga akhirnya meledak dan membuat buah hati menjadi korban atas keegoisan masing-masing. 4. Cerpen Tentang Keluarga Kecilku KELUARGA KECILKU Namaku Andrian aku seorang anak dari ayah bernama Andri dan ibuku bernama Tia. Usiaku sudah mencapai hampir kepala tiga dan aku sudah berniat ingin menikah. Dari tiga puluh tahun yang lalu keluarga kecil kami tidaklah berubah. Karena aku merupakan anak tunggal Ayah dan Ibu kami selalu bertiga. Dan sampai saat ini jumlah kami tidak bertambah. Di usia ayah dan ibu sudah mulai menua. Mereka menginginkan aku untuk tetap tinggal bersama mereka. Ayah bilang keluarga kecil kita tak akan pernah terpisah. Ayah dan ibu tidak memiliki sanak saudara. Aku tidak pernah bertemu dan mengenalnya. Dan memang tidak ada. Sehingga kami benar-benar sebuah keluarga kecil. Kecil jumlahnya namun cinta dan kasih sayang kami begitu banyak dan besar jumlahnya. “Bentuklah keluarga kecilmu di dekat kami nak biar kita tetap bersama-sama”. Itulah pesan ayah ibuku ketika akan menjelang pernikahan berlangsung. Aku telah menemukan wanita yang tepat yang akan mengukir keluarga kecil lainnya di sini melanjutkan kisah keluarga kecilku. Baca juga 5 Cerpen Singkat Bermakna Tentang Kehidupan 5. Cerpen Tentang Keluarga yang Hancur KEPUTUSANMU MEMBUAT KITA HANCUR Ting… ponselku berbunyi ada pesan masuk “Nis, ini ayahmu kan? Sedang mengetik….. Itu adalah pesan Whatsap dari sahabatku Adila. Aku masih menunggu sambil penasaran apa yang dia ketik di pesan selanjutnya. Ting Dia mengirimkan sebuah photo bukan hanya satu tapi sampai dua puluh. Dan aku bergetar meilhat photo-photo tersebut. Itu… photo ayahku bersama wanita yang menggendong bayi dan wanita itu cukup sangat muda mungkin di atasku dua tahun. Namaku Anisa aku seorang mahasiswa kedokteran semester akhir. Ayahku bernama Handoko seorang pembisnis restoran dan membuka cabang di berbagai kota. Ayahku sangat cukup tampan dan gagah meski sekarang sudah mendekati usia kepala lima. Bukan hanya gagah tapi ayah yang seorang pembisnis memang selalu di dekati banyak wanita. Ibuku bernama Karmila wanita cantik dan masih energik di usianya yang kini hampir 48 tahun. Dan dia hanya menjadi seorang ibu rumah tangga biasa. Selama ini ibuku tidak menaruh curiga bahwa ayah memiliki wanita idaman lain. Karena ayah selalu bersikap romantis terhadap ibu meski sering pergi ke luar kota. Dia selalu royal terhadap aku dan ibuku. Kasih sayangnya tidak pernah berkurang selalu memberikan apapun yang aku mau. Dan dari kabar sahabatku aku mulai tahu dan membicarakannya dengan ibu. Terjadilah perang dunia antara ayah dan ibu. Ibu minta cerai karena tidak mau di madu. Dan ternyata ayah sudah menikah tiga tahun yang lalu saat di kota Bandung. Dan kini telah memiliki bayi berusia satu tahun dan berjenis kelamin laki-laki itu adalah impian ayah sejak dulu. Dan kini ayah lebih memilih perempuan itu di bandingkan aku dan ibuku. Terdengar kabar ayah mengalami kebangkrutan yang cukup parah sehingga menjual semua aset-asetnya termasuk rumah kami. Keluarga kami menjadi hancur dan aku tak bisa melanjutkan pendidikanku karena tak ada lagi biaya. Ternyata beda istri beda rezeki Akhir Kata Cerpen tentang keluarga ini ada banyak banget contohnya. Intinya, cerpen tentang keluarga ini adalah cerita pendek yang dilatarbelakangi oleh masalah keluarga. Kamu juga mungkin punya cerita dalam hidup kamu yang ingin dijadikan cerpen. Kamu bisa kok terbitkan cerpen kamu di halaman blog ini. Gratis gak perelu biaya sama sekali.

Semuakeluarga juga berkumpul di rumah ibu, dari kakak yang pergi merantau ke Malaisya dan Surabaya. Ibuku mencertikan semua dibalik apa yang ayahku lakukan, dia berkata : “Ayahmu sungguh mulia, dia rela membenahi becak-becak yang rusak miliki temannya itu bukan suatu hal yang percuma. Dia punya prinsip yang baik.
Ilustrasi cerpen tentang keluarga. Foto Pexels Cerpen tentang KeluargaIlustrasi cerpen tentang keluarga. Foto Pexels Ilustrasi cerpen tentang keluarga. Foto Pexels Pagi ini cuaca sangat cerah, aku bangun dari ranjangku dan meraih handuk yang kuletakkan di atas bangku belajar. Sesekali aku melihat ke arah kaca di sana, aku bisa melihat mata sembab yang menandakan kepedihan. Selesai mandi dan semuanya beres aku langsung keluar rumah tanpa pamitan dan langsung ke gudang untuk mengambil sepeda lamaku. Selama diperjalanan pikiranku hanya tertuju pada kejadian semalam. Tak terasa air mata sudah mengalir di pipiku. Setelah sampai di gerbang sekolah aku langsung memarkirkan sepeda dan berjalan lemas ke arah kelasku. Teman temanku mungkin merasa aneh dengan sifatku hari ini.”Clara apa yang sedang terjadi denganmu” Tanya aries”Aku gak apa-apa” pelajaran terakhir pun selesai. Aku langsung berjalan ke arah sepedaku dan mengayuhnya dengan hati-hati. Saat sudah sampai di depan pintu rumahku aku mendengar teriakan, bahkan makian yang tak pantas keluar dari mulut kedua orang tua. Aku mengurungkan niat masuk ke rumah itu dan langsung mengayuh sepeda sekencang mungkin dengan harapan supaya angin bisa membawa beban pikiranku. Tiba-tiba aku langsung terhenti di taman bermain yang pernah aku mainin bersama keluargaku. Tak terasa air mata kembali membasahi pipiku. Aku duduk sebentar di ayunan itu. Beberapa menit kemudian aku ingin pulang kerumah karena merasa lapar. Setelah sampai di rumah aku langsung membuka kulkas dan menemukan snack kesukaanku dan memakannya dengan tenang.”Clara keputusan ayah sudah bulat. Jika kamu tetap tidak menyetujui perceraian itu maka akan sia-sia” Mendengar hal tersebut membuatku semakin kesal dan sedih.”Iya, bercerailah dengan cepat! Lebih cepat lebih bagus” Ujarku dengan nada kejadian seperti ini baru terjadi semenjak kakakku meninggal. Sebelum kakakku meninggal, semuanya baik-baik saja. Saling berbagi kehangatan tapi itu bukan untukku, semuanya hanya untuk langsung berhenti menulis dan merebahkan diri di rajangku dan tidur. Keesokannya aku bangun dari tidur dan menjalankan rutinitas pagi ku aku turun dari tangga dan langsung di beri pelukan hangat dari ibuku. Aku langsung terheran heran.”Mulai sekarang kami akan menyayangimu seutuhnya ” Kata ibuku dengan lembut.”Tapi kertas perceraiannya?”Ternyata mereka sudah membuang surat perceraian itu ke kotak sampah. Akhirnya aku datang ke sekolah dengan muka berseri-seri, teman-temanku sangat terheran-heran sedangkan aku hanya tersenyum lebar kepada cerpen tentang keluarga. Foto Pexels Faizan menonton acara kartun. Keluarga Pak Somat. Kadang dia tertawa sendiri melihatnya. Di saat iklan, Faiza mengganti channel televisi. Ibunya memperhatikan itu. Faiza sekilas menonton berita."Korupsi? Apa itu?", celoteh Faiza sendirian. O iya, Faiza kelas enam."Apa, Za?", sahut ibunya."Itu bu.. Ada yang memakai baju warna orange.. Korupsi..", kata Faiza."Memangnya korupsi itu apa, bu?", tanya memutar otak untuk menjelaskan arti korupsi untuk anak seusianya.***"Oh, jadi korupsi itu seperti mencuri ya, bu?", tanya Faiza."Ya semacam itu, Za. Tapi uangnya banyak sekali itu.. Uang itu milik negara..", ujar ibu."Seharusnya uang itu kan untuk pembangunan atau untuk membantu orang miskin tetapi dikurangi oleh orang yang korupsi.. ", lanjut ibu."Misalkan, seharusnya uang untuk diberikan kepada orang miskin itu seratus ribu.. Tetapi yang diberikan ternyata hanya delapan puluh ribu.. Yang dua puluh ribu untuk dirinya sendiri.. Itu contoh kecil korupsi, Za..", kata ibu."Misalkan juga untuk membeli semen, seharusnya harga hanya tujuh puluh ribu rupiah. Tetapi dilaporkan berharga seratus ribu rupiah. Uang yang tiga puluh ribu untuk dirinya sendiri, itu juga korupsi Za..", kata ibu menyimak yang dikatakan ibu."Berarti kalau yang ditangkap itu pasti uangnya banyak ya, bu? Yang memakai baju orange itu...", tanya Faiza."Iya, tentu Za..", jawab ibu."Uang negara itu dipakai untuk membuat kaya dirinya sendiri. Bisa membeli mobil, membuat rumah yang bagus.. Nah itu sangat merugikan negara..", lanjut ibu.***"Nah, inti dari korupsi itu adalah tidak bersikap jujur Za.. Jika jujur, maka orang akan berhati-hati dalam bicara, bersikap dan lainnya..", kata ibu."Kamu bisa melatih kejujuran pada diri sendiri sejak kecil. Contohnya, disuruh membelikan minyak goreng. Kalau ada sisanya ya dikembalikan kepada ibu..", kata ibu memberikan contoh."Kalau dalam hal belajar, kamu harus berusaha datang tepat waktu di sekolah, tidak menyontek saat ulangan, tidak mencuri uang punya teman dan lainnya..", kata bapak menyambung perkataan ibu."Nah, kalau kamu sejak kecil selalu jujur, maka kalau kamu besar nanti juga akan berusaha berbuat jujur, Za. Jadi apapun nanti, kamu akan terbiasa jujur.. tidak mengambil yang bukan milikmu..", lanjut mengerti apa yang dikatakan ibu dan bapak. Ternyata, setiap orang harus bersikap jujur agar tidak korupsi. Kalau tidak jujur bisa ditangkap seperti orang-orang yang memakai baju orange. Faiza tidak mau menjadi seperti cerpen tentang keluarga. Foto Pexels Nisa memandang amplop-amplop yang dia pegang. Amplop terkecil bersih. Ada 20 Di atas meja ada uang sepuluh ribuan, dua puluh ribuan dan lima puluh ribuan. Di atas meja itu juga tergeletak buku kecil yang terbuka dan sebuah bolpoin.***"Sa, ini tolong dimasukkan ke dalam amplop-amplop ini..", pinta ibu."Dan ini ada buku catatan. Ini uangnya..", lanjut ibu Nisa menerima amplop, buku catatan dan sejumlah uang dari tangan ibu. Nisa waktu itu masih sekolah jenjang SD kelas lima. Nisa membaca catatan di buku ibu. Kemudian dia mendapati tulisan nama-nama yang tak asing. Dan sekaligus ada catatan nominal uang."Mengko nek wis diamplopi, tolong dikasihkan ke nama-nama itu ya..", pinta ibu."Nggih, bu..", jawab Nisa."Kita harus berbagi, Sa. Sedikit atau banyak rezeki yang kita miliki itu ada hak orang lain..", kata ibu."Dengan begitu harta yang kita miliki akan bersih, Sa. Percayalah dengan memberi, kamu tidak akan menjadi miskin. Justru kamu akan menjadi kaya.. Kaya hati, Sa", lanjut mendengarkan perkataan ibu sambil memasukkan uang-uang itu ke dalam amplop.***Nisa masih memegang amplop-amplop putih baru ukuran kecil itu. Masih teringat jelas nasehat dengan pemberian contoh langsung dari almarhumah ibunya."Alhamdulillah, ini tahun pertamaku mendapatkan gaji dari kerjaku. Dan pertama kali membagi ini untuk tetangga-tetanggaku yang kekurangan..", batin mulai memasukkan uang-uang miliknya ke dalam amplop. Sesuai dengan catatan, amplop A berisi berapa, amplop B berisi berapa dan seterusnya. Mungkin tak seberapa, tapi akan memberi manfaat bagi yang benar-benar dulu Nisa membantu ibunya, sekarang Nisa mengeluarkan sedekah ini dari hasil jerih payahnya sendiri.
Adasatu cerita, tentang satu keluarga yang awalnya kehidupannya cerah penuh dengan kebahagiaan . Dimana keluarga itu terdiri dari orang tua yang mempunyai 8 anak, dan menjadikan keluarga itu keluarga besar. dan disitu Andrean pun menangis melihat adek–adeknya sampai menjadi pemulung rongsokan tidak semasa waktu Andrean kecil yang Saya mempunyai keluarga yang beranggotakan 5 orang. Kedua orang tua saya berasal dari dua kota yang berbeda namun kota tersebut tetap terletak di Pulau Jawa. Ayah saya berasal dari dari kota Jogja yang bernuansa Jawa klasik karena memang di kota itu didirikan sebuah keraton kerajaan yang dikelilingi tembok pembatas keraton yang berwarna putih. Sedangkan Ibu saya berasal dari kota pahlawan yang bernama Surabaya. Tugu Pahlawan berdiri kokoh di tengah – tengah jantung kota Surabaya. Walaupun berbeda kota, kedua orang tua saya saling dipertemukan satu sama lain dan pada akhirnya menuju sampai ke jenjang pernikahan. Ayah saya bernama Aloysius Pramuji, sedangkan Ibu saya bernama Lucia Yuniastuti Ratrianti. Lalu setelah beberapa tahun menikah, Pada tahun 1992 bulan Desember kedua orang tua saya melahirkan anak sulung dan Dia yang terlahirkan juga merupakan salah satu kakak perempuan saya yang bernama panjang Giovanni Dessy Autriningrum. Kakak perempuan saya yang pertama biasa dipanggil dengan nama panggilan ” Vanni “. Oh ya, Ayah saya memberikan nama ” Austriningrum ” karena pada saat itu, Ayah saya sedang belajar menuntut ilmu dan merantau ke Austria di negeri Eropa. Kedua orang tua saya juga berharap dengan diberikannya nama itu, supaya kelak nanti Kakak perempuan saya itu juga dapat menuntut ilmu setinggi – tingginya hingga ke negeri Eropa Belum sampai 3 tahun, tepatnya tahun 1994, Ibu saya melahirkan anak perempuan lagi yang bernama panjang Veronica Ajeng Larasati. ” Ajeng ” merupakan sebuah nama panggilan kakak perempuan saya yang kedua. Kedua orang tua saya memberikan nama baptis ” Veronica ” karena Veronica adalah seorang gadis yang mengusap darah Yesus ketika jalan salib perjalanan menuju puncak Golgota. Kedua orang tua saya berharap agar suatu hari nanti Kakak perempuan saya yang kedua dapat lebih peduli kepada orang lain dan menolong bagi sesama yang malang karena menderita. Dari 1994 sampai 1998, lalu kedua orang tua Saya melahirkan seorang anak perempuan yaitu Saya sendiri. Saya dilahirkan pada tahun 1998, dimana pada tahun itu juga menjadi masa genting bagi negeri pribumi Indonesia karena masa reformasi. Masa reformasi untuk menggulingkan rezim orde baru Soeharto yang memerintah Indonesia selama 32 tahun. Bahkan di kala itu banyak mahasiswa dari universitas terbaik Indonesia yaitu mahasiswa UI, ITB, dan Trisakti sedang melakukan demontrrasi secara besar – besaran. Harga kebutuhan pokok pada masa itu juga melonjak tinggi karena inflasi. Kedua orang tua saya menamakan diri saya Cicilia Arum Sekar Rinakit. Arti nama panjang tersebut adalah bunga yang dirangkai yang mempunyai bau yang harum. Tetapi kebanyakan orang memanggil saya dengan nama ” Sekar ” supaya kelak nanti orang – orang di sekitar lebih mudah mengenal dan mengakui keberadaan saya di dunia ini. Keluarga saya terdiri dari lima orang anggota. Lima orang yang dilahirkan di kota berbeda. Lima orang yang memiliki lima sikap yang berbeda. Lima orang yang menyukai dunia yang berbeda. Lima orang yang mempunyai kebiasaan yang berbeda pula. Ayah saya dulu pernah bekerja menjadi guru dan sekarang bekerja sebagai pengawas pendidikan. Sebelumnya , Ayah saya pernah menggali ilmu di perguruan tinggi yang bernama UNESA. Karena memang Ayah saya menyukai dunia pendidikan dan tidak heran jika Beliau pernah berprofesi sebagai guru. Sedangkan Ibu saya menyukai dunia sekretariatan sehingga Beliau pernah berprofesi sebagai sekretaris. Ibu saya pernah menempuh jenjang pendidikan di universitas katolik Widya Mandala. Kakak perempuan saya yang bernama Vanni sebagai penyuka dunia ilustrasi kini sudah lulus kuliah dari jurusan Hubungan Internasional UNAIR dan bekerja menjadi aktivis di Lembaga Swadaya Masyarakat yang berwawasan lingkungan. Sedangkan kakak perempuan saya yang bernama Ajeng penyuka dunia fashion kini masih kuliah di jurusan Desain Produk ITS. Saya sendiri kini juga akan menjajaki dunia perkuliahan namun sedang mencari jawaban yang pasti dimana nanti saya akan menuntut ilmu pengetahuan lebih dalam lagi. Saya sendiri menyukai dunia sastra karena di dunia sastra semua hal dapat dijadikan sebuah kata – kata. Lalu kata – kata itu sendiri juga dapat mengubah dunia. Saya sendiri yakin kalau tentang itu. Untuk urusan selera musik, Keluarga kecil saya juga mempunyai selera musik yang berbeda – beda. Ayah saya menyukai musik khas jawa yaitu campursari dan klenengan. Ibu saya menyukai musik nostalgia yang selalu di putar di radio Wijaya pada saat pagi hari. Kedua kakak perempuan saya menyukai lagu Indie dan Folk. Sedangkan saya sendiri sempat menyukai musik populer seperti musik EDM Electronic Dance Music yang biasanya dimainkan oleh DJ. Betapa bertolak belakangnya selera musik yang Kami berlima miliki. Walaupun kadang kedua orang tua saya mendikte anak – anaknya bagaikan seorang diktator namun tingkat kediktatorannya masih dapat ditolerir. Beribu – ribu terima kasih saya berikan kepada orang tua saya yang mendidik dan menjadikan saya menjadi orang seperti ini. Yang terpenting Saya tidak tinggal atau hidup di keluarga royal Jawa yang terlalu feodalis seperti yang dialami oleh Raden Ajeng Kartini. Tidak hidup dan tinggal di keluarga yang terlalu fanatik. Walaupun saya bukan berasal dari keluarga royal, borjuis, maupun elit, namun saya merasa terberkati, bahagia, dan beruntung memiliki mereka semua. Karena melalui itu saya belajar untuk selalu menerima konditsi, keadaan, dan situasi bahwa kita hidup di dunia ini tidak selalu mapan. Belajar untuk menerima kelemahan dan kelebihan keluarga saya. Saya mengira kalau keluarga saya itu cukup religius dan cukup demokratis. Keluarga yang terbaik dan ideal bukan hanya diperuntukkan bagi keluarga dari kalangan royal, elit, maupun borjuis. Saya sangat membantah stereotipe tersebut. Bagi saya, Keluarga yang terbaik dan ideal itu keluarga yang demokratis. Karena memang setiap keluarga maupun setiap anak itu mempunyai jalan hidup, pilihan hidup, dan prinsip hidup yang berbeda – beda. Saya lebih memilih untuk lebih baik memilih untuk tinggal di keluarga dari kalangan menengah yang demokratis daripada dari kalangan keluarga borjuis namun tidak demokratis sama sekali. Itulah cerita singkat tentang keluarga saya dan cinta saya kepada keluarga begitu tidak terhingga dan tidak ada batasnya. A girl who lived in Sidoarjo, East Java, Indonesia. A girl who had bob - haired girl. A girl who are dreamer and willing to pursue her dreams. Highly get interested in the world of Art of Literature, English, and Education. The main purpose to create this blog is to write what She was thinking, to share an life's experience, to express what She feels, and to documenting her meaningful life's experience Seorang gadis yang tinggal dan hidup di Sidoarjo , Jawa Timur, Indonesia. Seorang gadis yang memiliki gaya rambut Bob. Seorang gadis pemimpi dan berkemauan untuk mengejar mimpinya. Menaruh minat tinggi di dunia kesusastraan seni, Bahasa Inggris, dan pendidikan. Tujuan membuat blog ini adalah untuk menulis apa yang Dia pikirkan, untuk berbagi pengalaman kehidupan, untuk mengungkapkan perasaan, dan mendokumentasikan perjalanan kehidupan Dia yang bermakna. View all posts by Cicilia Arum Sekar Rinakit Post navigation .
  • wz33yx7tcs.pages.dev/77
  • wz33yx7tcs.pages.dev/1
  • wz33yx7tcs.pages.dev/180
  • wz33yx7tcs.pages.dev/62
  • wz33yx7tcs.pages.dev/334
  • wz33yx7tcs.pages.dev/469
  • wz33yx7tcs.pages.dev/856
  • wz33yx7tcs.pages.dev/881
  • wz33yx7tcs.pages.dev/381
  • wz33yx7tcs.pages.dev/815
  • wz33yx7tcs.pages.dev/608
  • wz33yx7tcs.pages.dev/580
  • wz33yx7tcs.pages.dev/153
  • wz33yx7tcs.pages.dev/605
  • wz33yx7tcs.pages.dev/876
  • cerita tentang keluarga kecil