Produk rusak dan kadaluarsa perlu dicegah sejak dini agar tidak menjadi sumber kerugian materil bagi apotek. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan apotek untuk mencegah kejadian produk kadaluarsa di apotek, 1. Pengadaan produk yang efektif. Penting bagi pebisnis apotek untuk dapat membuat perencanaan pengadaan yang baik agar tepat produk
Sama seperti makanan, sejumlah barang -barang rumah tangga seperti sikat gigi hingga obat nyamuk juga memiliki masa habis pakai. Mungkin sulit untuk mengetahui berapa lama amannya untuk dipakai karena tak ada tanggal kadaluarsa. Berikut saran para pakar kesehatan tentang kapan harus membuang barang-barang ini, seperti dilansir laman Shape.
Lakukan Komunikasi dengan orang lain SOAL 1 : Cek kadaluarsa dari 4 obat (disesuaikan persediaan sekolah masing-masing), catatlah (di lembar form kadaluarsa).Tentukan mana obat yang sudah kadaluarsa dan yang mendekati kadaluarsa dengan ketentuan : a. Sudah kadaluarsa b. 4 bulan menjelang kadaluarsa c. Stok menumpuk d.
Untuk menebus resep: Buka aplikasi Halodoc. Pilih 'Toko Kesehatan'. Gulir ke bawah dan pilih 'Unggah Resep'. Ambil foto resep. Pastikan bagian atas resep, tanda tangan dokter dan catatan jelas serta terbaca. Klik 'Kirim Resep'. Apotek akan mengecek resepmu selama 15 menit. Jika resep terverifikasi, kami akan menghubungimu melalui WhatsApp.
Ya, doktermu dapat memberikan resep digital (eRx) berdasarkan diagnosis & gejala yang kamu alami. Jika kamu mendapatkan resep digital, ikuti langkah berikut untuk memesan obat: 1. Pada resep digital, pilih 'Cek Harga'. 2. Halodoc akan langsung mencarikan obat yang terdaftar pada resepmu, & menambahkannya ke keranjang. 3. Bagaimana cara cek BPOM? 1. Akses laman cekbpom.pom.go.id. 2. Pencarian produk dapat dilakukan berdasarkan nomor registrasi, nama produk, merek, bentuk sediaan, hingga nama pendaftar. 3. Setelah itu, masukkan kata kunci dari barang yang akan dicek nomor registrasinya, kemudian klik tombol "Cari". Jika produk telah terdaftar, akan muncul nomor .