Orangyang bertawakal selalu bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan suatu pekerjaan . Seorang pelajar yang bertawakal akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk dapat menyelesaikan studinya dengan hasil yang baik. Petani yang bertawakal akan bekerja dengan ulet agar hasil pertaniannya dapat menghasilkan hasil panen yang maksimal.
Pertanyaan Tuliskan sebuah ilustrasi tentang seorang pelajar yang optimis dalam belajar!​ Jawaban Jawaban mengatur jadwal belajar sehari-hari.. dapat membedakan waktu antara belajar anak bermain.. dan selalu berusaha dalam belajar dan tak akan pernah bosan belajar READ MORE Which of the following did President Andrew Jackson support? Related Articles 212 menit berapa jam September 25, 2022 Cara menulis angka 01 sampai 99 September 25, 2022 Memiliki jiwa kepemimpinan dapat diasah dengan sikap September 25, 2022 Berikut ini yg bukan beberapa topologi yg biasa digunakan , September 25, 2022 Berikut ini yang bukan beberapa topologi yang biasa di gunakan adalah September 25, 2022 Contoh perkalian 31 sampai 40​ September 23, 2022 Leave a Reply Your email address will not be published. Comment Name Email Website
FaktaUnik tentang Sikap Optimis dan 7 Cara jadi Optimis. Mungkin kamu pernah mendengar sebuah ilustrasi tentang sebuah gelas yang diisi dengan setengah air. Jika diberikan pertanyaan, beberapa orang yang dinilai optimis akan melihat gelas setengah penuh, sementara pesimis melihatnya setengah kosong. Walaupun sebenarnya memandang dunia dengan
Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri siswa maupun dari luar siswa, sehingga menimbulkan hasrat, keinginan, semangat dan kegairahan dalam kegiatan belajar demi mencapai suatu tujuan. Motivasi belajar merupakan sebuah dorongan yang muncul secara sadar maupun tidak sadar dalam diri siswa pada saat kegiatan belajar secara terus menerus untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai sehingga terjadi perubahan tingkah belajar adalah hasrat yang timbul dalam diri siswa yang menyebabkan terjadinya kegiatan belajar. Adanya motivasi belajar akan menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan pada arah kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Motivasi dan belajar adalah dua hal yang saling berkaitan. Motivasi belajar merupakan hal yang pokok dalam melakukan kegiatan belajar, sehingga tanpa motivasi seseorang tidak akan melakukan kegiatan belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan segala kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin. Motivasi belajar pada setiap individu dapat berbeda, sehingga ada siswa yang sekedar ingin menghindari nilai yang jelek bahkan untuk menghindari hukuman dari guru, dan orientasinya hanya untuk memperoleh nilai yang tinggi, namun ada pula siswa yang benar-benar ingin mengembangkan wawasan dan Motivasi Belajar Berikut definisi dan pengertian motivasi belajar dari beberapa sumber buku Menurut Uno 2011, motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan berupa indikator atau unsur-unsur yang mendukung. Indikator-indikator tersebut, antara lain adanya hasrat dan keinginan, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar dan lingkungan belajar yang kondusif. Menurut Sardiman 2016, motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin keberlangsungan dari kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek dapat Tadjab 1990, motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan keinginan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Menurut Winkel 2005, motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam siswa yang menimbulkan kegiatan belajar demi mencapai suatu tujuan. Menurut Afifudin 1986, motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri anak yang mampu menimbulkan kesemangatan/kegairahan belajar. Menurut Mardiani 1985, motivasi belajar adalah berbagai usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam proses perkembangannya yang meliputi maksud tekat, hasrat, kemauan, kehendak, cita-cita dan sebagainya untuk mencapai Motivasi Belajar Fungsi motivasi belajar adalah sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi sehingga untuk mencapai prestasi tersebut peserta didik dituntut untuk menentukan sendiri perbuatan-perbuatan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan Sardiman 2016, motivasi belajar memiliki tiga fungsi utama, yaituMendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuan. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan Uno 2011, fungsi motivasi belajar adalah Menentukan penguatan belajar. Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang sedang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang menentukan pemecahan dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilalui. Memperjelas tujuan belajar. Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. Anak akan tertarik untuk belajar sesuatu, jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya oleh anak. Ketekunan belajar. Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu berusaha mempelajari dengan baik dan tekun dengan harapan memperoleh hasil yang lebih menurut Sukmadinata 2011, terdapat dua fungsi motivasi belajar, yaitu Mengarahkan directional function. Dalam mengarahkan kegiatan, motivasi berperan mendekatkan atau menjauhkan individu dari sasaran yang akan dicapai. Apabila sasaran atau tujuan merupakan sesuatu yang diinginkan oleh individu, maka motivasi berperan mendekatkan. Sedangkan bila sasaran tidak diinginkan oleh individu, maka motivasi berperan menjauhi dan meningkatkan kegiatan activating and energizing function. Suatu perbuatan atau kegiatan yang tidak bermotif atau motifnya sangat lemah, akan dilakukan dengan tidak sungguh-sungguh, tidak terarah dan kemungkinan besar tidak akan membawa hasil. Sebaliknya apabila motivasinya besar atau kuat, maka akan dilakukan dengan sungguh-sungguh, terarah dan penuh semangat, sehingga kemungkinan akan berhasil lebih Motivasi Belajar Menurut Djamarah 2011, terdapat beberapa prinsip dasar yang perlu diketahui dalam menimbulkan motivasi belajar pada siswa, antara lain yaitu sebagai berikuta. Motivasi sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar Seseorang melakukan aktivitas belajar tanpa motivasi belum menunjukkan aktivitas yang nyata ada yang mendorongnya. Motivasilah sebagai dasar penggeraknya yang mendorong seseorang untuk belajar. Seseorang yang berminat untuk belajar belum sampai pada tataran motivasi belum menunjukkan aktivitas yang nyata. Minat merupakan kecenderungan psikologis yang menyenangi sesuatu objek, belum sampai melakukan kegiatan. Namun, minat adalah alat motivasi dalam belajar. Minat merupakan potensi psikologi yang dapat dimanfaatkan untuk menggali Motivasi intrinsik lebih utama daripada motivasi ekstrinsik dalam belajar Efek yang tidak diharapkan dari pemberian motivasi ekstrinsik adalah kecenderungan ketergantungan anak didik terhadap segala sesuatu di luar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak didik juga bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. Oleh karena itu, motivasi intrinsik lebih utama dalam Motivasi berupa pujian lebih baik daripada hukuman Setiap orang senang dihargai dan tidak disuka dihukum dalam bentuk apapun. Memuji orang lain berarti memberikan penghargaan atas prestasi kerja orang lain. Hal ini memberikan semangat kepada seseorang untuk lebih meningkatkan prestasi kerjanya. Tetapi pujian yang diucap itu tidak asal ucap, harus pada tempat dan kondisi yang tepat. Kesalahan pujian bisa bermakna mengejek. Berbeda dengan pujian, hukuman diberikan kepada anak didik dengan tujuan untuk memberhentikan perilaku negatif anak didik. Frekuensi kesalahan diharapkan lebih diperkecil setelah diberikan hukuman pada anak Motivasi berhubungan erat dengan kebutuhan dalam belajar Dalam dunia pendidikan, anak didik membutuhkan penghargaan. Dia tidak ingin dikucilkan. Berbagai peranan dalam kehidupan yang dipercayakan kepadanya sama halnya memberikan rasa percaya diri kepada anak didik. Anak didik merasa berguna, dikagumi atau dihormati oleh guru atau orang lain. Perhatian, ketenaran, status, martabat, dan sebagainya merupakan kebutuhan yang wajar bagi anak didik, semuanya dapat memberikan motivasi bagi anak didik dalam Motivasi dapat memupuk optimis dalam belajar Anak didik yang mempunyai motivasi dalam belajar selalu yakin dapat menyelesaikan setiap pekerjaan yang dilakukan. Dia yakin belajar bukanlah kegiatan yang sia-sia. Hasilnya pasti akan berguna tidak hanya kini, tetapi juga di hari-hari Motivasi melahirkan prestasi dalam belajar Dari berbagai hasil penelitian selalu menyimpulkan bahwa motivasi mempengaruhi prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seseorang anak Menumbuhkan Motivasi Belajar Menurut Sardiman 2016, terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi belajar pada siswa, antara lain yaitu sebagai berikuta. Memberi angka Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. banyak siswa belajar, yang utama justru untuk mencapai angka/nilai yang baik, sehingga siswa biasanya yang dikejar adalah nilai ulangan atau nilai-nilai raport angkanya Hadiah Hadiah juga dapat dikatakan sebagai motivasi, tetapi tidaklah selalu demikian. Karena hadiah untuk suatu pekerjaan, mungkin tidak akan menarik bagi seseorang yang tidak senang dan tidak berbakat untuk sesuatu pekerjaan tersebut. Sebagai contoh hadiah yang diberikan untuk gambar yang terbaik mungkin tidak akan menarik bagi seorang siswa yang tidak memiliki bakat Saingan/Kompetisi Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. Persaingan, baik persaingan individual maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Memang unsur persaingan ini banyak dimanfaatkan di dalam dunia industri atau perdagangan, tetapi juga sangat baik digunakan untuk meningkatkan kegiatan belajar Ego-involement Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri, adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi baik dengan menjaga harga Memberi Ulangan Para siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan. Oleh karena itu, memberi ulangan ini juga merupakan sarana Mengetahui Hasil Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalau terjadi kemajuan, akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar. Semakin mengetahui bahwa grafik bahwa hasil belajar meningkat, maka ada motivasi pada diri siswa untuk terus belajar, dengan suatu harapan hasilnya terus Pujian Apabila ada siswa yang sukses atau berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, perlu diberikan pujian. Pujian ini adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang Hasrat untuk belajar Hasrat untuk belajar, berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hal ini akan lebih baik, bila dibandingkan segala sesuatu kegiatan yang tanpa maksud. Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar, sehingga kemungkinan besar hasilnyapun akan lebih Minat Motivasi muncul karena adanya kebutuhan, begitu juga dengan minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok. Proses belajar itu akan berjalan lancar kalau disertai dengan Tujuan yang diakui Rumusan tujuan yang diakui dan akan diterima baik oleh siswa, akan merupakan alat motivasi yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, karena dirasa sangat berguna dan menguntungkan, maka akan timbul gairah untuk terus menurut Djamarah 2011, terdapat tiga upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar pada anak didik, yaituMenggairahkan anak didik. Untuk dapat meningkatkan kegairahan anak didik, guru harus mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai disposisi awal setiap anak didiknya. Memberikan harapan realistis. Seorang guru harus memelihara harapan-harapan anak didik yang realistis dan memodifikasi harapan-harapan yang kurang atau tidak realistis. Untuk itu guru perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keberhasilan atau kegagalan akademis setiap anak didik di masa lalu. Memberikan insentif. Bila anak didik mengalami keberhasilan, guru diharapkan memberikan hadiah kepada naka didik dapat berupa pujian, angka yang baik, dan sebagainya atas keberhasilannya, sehingga anak didik terdorong untuk melakukan usaha lebih lanjut guna mencapai tujuan-tujuan Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Menurut Slameto 2010, terdapat beberapa faktor yang dianggap dapat mempengaruhi motivasi belajar pada siswa, antara lain yaitu sebagai berikut Dorongan kognitif, yaitu kebutuhan untuk mengetahui, mengerti, dan memecahkan masalah. Dorongan ini timbul di dalam proses interaksi antara siswa dengan tugas/ diri, yaitu ada siswa tertentu yang tekun belajar dan melaksanakan tugas-tugas bukan terutama untuk memperoleh pengetahuan atau kecakapan, tetapi untuk memperoleh status dan harga berafiliasi, yaitu kebutuhan untuk menguasai bahan pelajaran/belajar dengan niat guna mendapatkan pembenaran dari orang lain/teman-teman. Kebutuhan ini sukar dipisahkan dengan harga itu menurut Suryabrata 2011, beberapa hal yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah Adanya sifat ingin tahu untuk belajar dan menyelidiki dunia yang lebih luas. Adanya sifat yang kreatif pada manusia dan berkeinginan untuk terus maju. Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru, dan teman-teman. Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baik melalui kooperasi maupun dengan kompetisi. Adanya keinginan untuk mendapatkan kenyamanan bila menguasai pelajaran. Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir kegiatan PustakaUno, Hamzah B. 2011. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta Bumi AM. 2016. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta Rajawali 1990. Ilmu Pendidikan. Surabaya Karya 2005. Psikologi Pengajaran. Jakarta 1986. Psikologi Pendidikan Anak Usia Sekolah Dasar. Solo Harapan Massa. Mardiani, Samidjo. 1985. Bimbingan Belajar. Bandung 2011. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung Remaja Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta Rineka 2010. Belajar dan faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta Rineka Sumadi. 2011. Psikologi Pendidikan. Jakarta Raja Grafindo Persada.
  1. Υյеζፌко ςէ αшеχէ
  2. Уኼաмаνፊρ наպምмафቃзኤ
  3. Γι е πоրθщቦσе
    1. Δοնещуլቯፑ хጥሬιդα ушоξоቫ ጪзθጁ
    2. Էхарፎሬω ке ኻевፑ улехሌփα
Setelahmempelajari materi dalam pembelajaran teori belajar ini, Anda dapat: 1. Menjelaskan teori belajar behavioristic; 2. Menerapkan implikasi teori belajar behavioristik dalam pembelajaran; 3. Menjelaskan teori belajar kognitif; 4. Menerapkan implikasi teori belajar kognitif dalam pembelajaran; 5. Menjelaskan teori belajar konstruktivistik; 6.
Soaltuliskan sebuah ilustrasi tentang seorang pelajar yang optimis dalam belajar!JawabanSebuah ilustrasi tentang seorang pelajar yang optimis dalam belajar bisa menggambarkan seorang pelajar dengan wajah ceria dan senyum lebar, sedang membuka buku dan berkonsentrasi penuh. Disekitar pelajar tersebut terlihat buku-buku dan alat tulis yang teratur rapi. Latar belakang ilustrasi dapat menunjukkan sekolah atau tempat belajar yang indah dan asri. Dalam ilustrasi tersebut, pelajar terlihat sangat antusias dan bersemangat untuk belajar dan mencapai prestasi terbaik. Hal ini menunjukkan bahwa optimisme memegang peran penting dalam memotivasi seseorang untuk belajar dan mencapai tujuannya.
\n tuliskan sebuah ilustrasi tentang seorang pelajar yang optimis dalam belajar
Tuliskansebuah ilustrasi tentang seorang pelajar yang optimis dalam belajar - 47055408 Pengguna Brainly Pengguna Brainly 06.12.2021 B. Indonesia Sekolah Dasar terjawab Tuliskan sebuah ilustrasi tentang seorang pelajar yang optimis dalam belajar 1 Lihat jawaban Iklan Iklan chelseaganz605 chelseaganz605 Jawaban: mengatur jadwal sehari-hari. - Kata optimisme dan pesimisme sudah sering kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam berbagai hal kedua kata tersebut sangat berperan dalam kehidupan setiap individu. Optimisme dan pesimisme juga banyak mempengaruhi dalam suatu pembelajaran di dunia pendidikan zaman sekarang. Optimisme dan pesimisme memiliki dua makna yang saling bertolak belakang. Optimisme digambarkan sebagai emosi positif sedangkan pesimisme digambarkan sebagai emosi negatif. Disini akan dijelaskan mengenai optimisme dan pesimisme. Bagaimana hubungan dari pesimisme dan optimisme, serta maanfaat dari kedua hal optimis disebut dengan optimisme. Optimisme adalah kepercayaan bahwa kejadian di masa depan akan memiliki hasil yang positif Scheier, Carver, dan Bridges, 2001. Optimisme merupakan sikap selalu memiliki harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Dengan kata lain optimisme adalah cara berpikir atau paradigma berpikir positif Carver & Scheier 1993. Orang yang optimis adalah orang yang memiliki ekspektasi yang baik pada masa depan dalam kehidupannya. Masa depan mencakup tujuan dan harapan-harapan yang baik dan positif mencakup seluruh aspek kehidupannya Scheier dan Carver, dalam Snyder, 2002. Optimisme juga termasuk kedalam psikologi positif, dimana saat ini banyak ahli psikolog yang menerapkan berbagai metode dan ilmu dalam psikologi menumbuhkan optimisme diperlukannya usaha yang harus dilakukan oleh individu. Usaha menumbuhkan optimisme terhadap masa depan merupakan hal yang penting untuk dilakukan agar individu memiliki cara berpikir yang positif terhadap kondisi yang mereka alami dan mempunyai harapan terhadap masa depan dalam kehidupannya di masa depan. Usaha yang dapat digunakan untuk meningkatkan optimisme adalah pembentukan karakter spiritual, pembiasaan pemikiran positif, meningkatkan, bersyukur, senang memaafkan dan lain sebagainya. Pemikiran optimisme memberi dukungan pada individu menuju hidup yang berhasil dalam setiap aktivitas. Adanya optimisme, individu akan lebih baik dalam melewati permasalahan dalam hidupnya karena optimisme membuat individu memiliki energi tinggi, bekerja keras untuk melakukan hal dunia pendidikan optimisme mendorong seseorang untuk melakukan berbagai hal yang terbaik untuk mencapai prestasi. Selain itu optimisme seseorang memiliki hubungan positif dengan pengelolaan stres akademik pada pelajar yang sedang menjalankan pendidikan. Dimana saat belajar banyaknya tugas yang diberikan oleh setiap guru, terkadang itu mampu membuat seseorang atau individu merasa stress. Namun seseorang yang memiliki optimisme dalam dirinya, cenderung mampu mengatasi stres yang seorang pelajar harus selalu mencoba menerapkan sikap optimis dalam pembelajaran di dunia pendidikan. Dan menyadari dengan adanya sikap optimis akan membawa dampak positif dalam kehidupan. Sikap optimis membuat seseorang menjadi lebih semangat dalam menjalankan pendidikan dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Untuk menumbuhkan sikap optimis harus mencoba menyukai hal-hal yang mungkin tidak disukai, dan mencoba menguasai apa yang belum dikuasai. Dalam menjalankan pendidikan juga sering merasakan stress akibat tugas-tugas yang banyak, namun dengan adanya sikap optimis membuat seseorang kembali bersemangat dalam mengerjakan tugas dengan baik, benar dan ikhlas. Konsep optimisme erat kaitannya dengan pesimisme. Pesimisme merupakan kebalikan dari optimisme. Pesimisme merupakan suatu pemikiran yang muncul di dalam diri individu yang beranggapan atau memikirkan bahwa apa yang terjadi akan berdampak buruk atau tidak bagus. Pesimisme ini merupakan pemikiran yang negatif yang muncul dalam diri individu karena individu tersebut tidak optimis dan merasa tidak memiliki harapan. Pesimisme bukan sekadar berpikir negatif, pesimisme juga mencakup sikap yang berfokus pada tujuan, sesuatu yang diperkirakan terjadi di kemudian hari. Orang yang pesimistis justru menduga hasil negatif cenderung akan terjadi. Sikap pesimisme ini akan membawa diri individu kedalam keputus asaan yang berakibat terhadap penurunan kualitas diri individu pesimis juga berhubungan dengan suasana hati yang negatif. Ketika diposisikan dalam suasana hati yang baik, seseorang yang pesimistis tidak mampu menyelesaikan masalah. Namun, ketika ditempatkan dalam suasana hati yang negatif, atau diberi tahu kemungkinan buruk yang akan terjadi, kinerja mereka menjadi jauh lebih baik. Salah satu faktor yang ada dalam pesimisme ialah adanya ekspektasi yang rendah untuk rencana dan situasi tertentu, misalnya membayangkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi. Namun, seorang dengan sikap pesimistis dapat merencanakan berbagai tindakan untuk memastikan kemungkinan buruk yang dibayangkan tidak akan terjadi. Dari yang telah dijelaskan tersebut pesimisme tidak hanya berupa hal negatif, tetapi pesimisme juga dapat menjadi hal yang positif jika individu tersebut mampu mengubah hal negatif tersebut menjadi positif. Individu tersebut harus berusaha merubah apa yang ada di dalam pikirannya tersebut untuk tidak benar-benar menjadi kenyataan. Pesimisme bisa menjadi suatu dorongan bagi individu untuk berusaha menjadi lebih baik dan menggunakan kemampuan yang dimilikinya semaksimal pelajar terkadang sering merasa pesimis dengan tugas-tugas yang dibuat dan ketika mengikuti ujian tengah semester maupun ujian akhir semester. Terkadang sering berfikir hasil yang didapat akan rendah, namun walaupun sering juga merasa pesimis, harus mencoba melakukan hal yang sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam proses pembelajaran di jenjang pendidikan. Mengeluarkan segala kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan tersebut dan selalu berdoa untuk hal yang terbaik dalam kehidupan terutama dalam beberapa cara sederhana untuk mengubah sikap pesimis menjadi optimis, yaitu sebagai berikut1. Jangan mencoba untuk bahagia2. Banyak-banyak bersyukur dan berdoa kepada Allah SWT3. Belajarlah memikirkan hal yang positif agar mendapatkan hasil yang positif4. Pikirkan hari ini adalah akhir dari kehidupan5. Jangan salahkan diri sendiri6. Bertemanlah dengan orang yang optimis7. Menuliskan hal-hal baik setiap hari8. Jangan sungkan untuk berterimakasih * Salahsatu faktor yang bisa membuat seseorang belajar lebih cepat adalah sikap yang dimiliki. Mulai dari motivasi sampai sikap positif lain yang sangat mempengaruhi kesuksesan Anda. Pada pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan kepada Anda semua tentang 3 karakteristik yang perlu dimiliki seorang pembelajar agar bisa berhasil daripada orang lain.
Sikap optimis disebutkan dapat membantu kita menjadi lebih bahagia, lebih sukses, dan lebih sehat. Lalu, bagaimana cara membentuk sikap optimis dan bagaimana contoh sikap optimis yang bisa kita tunjukkan pada anak? Simak penjelasannya berikut ini, ya, Parents! Sikap Optimis Dapat Membuat Seseorang Lebih Sehat Sumber Pixabay Melansir dari Kidshealth, para peneliti telah menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari orang-orang yang sering berpikir positif. Ternyata, sikap optimis dan positif bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia, lebih sukses, dan lebih sehat. Optimisme juga dapat membuat seseorang terhindar dari depresi dan lebih tahan terhadap stres. Tidak hanya itu, optimisme juga dapat membuat seseorang memiliki umur yang panjang, lo! Kabar baiknya lagi, sikap optimis ini dapat dipelajari dan dilatih bahkan oleh seseorang yang pesimis sekalipun. Artikel terkait Anak pintar dan cerdas bisa terwujud bila orangtua rajin lakukan 10 hal ini Sikap Optimis Dapat Membuat Seseorang Lebih Sukses Sumber Kolase Freepik Optimisme adalah cara pandang seseorang yang cenderung bisa melihat sisi positif dari suatu situasi. Ketika sesuatu yang baik terjadi, orang-orang optimis akan berpikir untuk membuat situasi menjadi lebih baik lagi. Mereka yang optimis juga selalu memikirkan cara agar hal baik dapat mengarah pada hal-hal baik lainnya. Ketika sesuatu tidak berjalan seperti yang diharapkan, orang optimis tidak akan menyalahkan diri mereka sendiri dan cenderung menganggap kegagalan’ sebagai sesuatu yang sementara dan bisa diperbaiki. Orang-orang yang optimis juga mampu bangkit dari kekecewaan lebih cepat daripada orang yang pesimis. Hal inilah yang membuat mereka mampu mencapai kesuksesan. Sumber Kolase Freepik Lantaran sikap optimis memiliki banyak manfaat, tidak ada salahnya untuk mengajarkan sikap ini kepada anak. Berikut adalah 6 contoh sikap optimis yang bisa diajarkan kepada anak 1. Ajak Anak untuk Memperhatikan Hal-Hal Baik yang Terjadi Menjelang tidur pada malam hari, luangkan waktu 10 menit untuk mengajak anak mengingat hal-hal yang dapat mereka syukuri hari ini. Ajak ia menuliskan hal tersebut di buku harian atau jurnal. Hal ini dapat membuat mereka berpikir bahwa masih banyak hal baik yang terjadi di keseharian mereka. 2. Ajak Anak Berpikir untuk Percaya Bisa Membuat Hal-Hal Baik Terjadi di Hidupnya Biasakan anak mengatakan pada diri mereka sendiri hal-hal spesifik yang dapat membuat mereka berhasil. Misalnya “Jika saya belajar, saya bisa mendapatkan nilai yang lebih baik.” “Saya akan tampil baik saat audisi jika saya berlatih.” “Jika saya melakukan kegiatan sukarela itu, saya akan bertemu teman baru.” 3. Ajarkan kepada Anak untuk Tidak Menyalahkan Diri Sendiri Saat Ada yang Salah Saat suatu kesalahan atau kegagalan terjadi, alih-alih berpikir dan berkata, “Saya gagal dalam tes itu karena saya bodoh dalam hal tersebut,” katakanlah pada diri sendiri bahwa, “Saya gagal dalam tes itu karena saya tidak cukup belajar. Saya tidak akan membiarkan itu terjadi lain kali!” 4. Ketika Sesuatu yang Baik Terjadi, Ajarkan Anak untuk Memuji Dirinya Sendiri Saat anak sukses melakukan sesuatu, ajak ia memikirkan proses sebelum keberhasilan itu terjadi. Hal-hal yang telah ia lakukan untuk mencapai kesuksesan tersebut. Ungkapkan juga pada anak bahwa kesuksesan tersebut layak didapatkan karena telah melakukan hal-hal tadi. Dari sini anak bisa menyadari betapa besar kekuatan dan kemampuan mereka. Artikel terkait 5 tanda anak memiliki kecerdasan emosional, si kecil sudah punya belum? 5. Ingatkan Anak bahwa Kegagalan atau Kekecewaan Bersifat Sementara Segera setelah terjadi masalah, ingatkan anak bahwa hal itu akan berlalu dan buatlah rencana untuk memperbaikinya. Misalnya, saat hasil ujian matematika anak tidak seperti yang diharapkan, katakan pada anak untuk tidak berlarut dalam kesedihan. Berlarut dalam kesedihan mungkin hanya akan mengganggu jadwal belajarnya. Berikan motivasi pada anak agar ia tidak melakukan kesalahan yang sama pada semester depan dengan cara lebih giat belajar atau mungkin mengambil kursus matematika. 6. Ajak Anak Selalu Melatih Gaya Berpikir Optimis Optimisme adalah gaya berpikir yang dapat dipelajari! Ini mungkin bisa memakan waktu agak lama, jadi jangan merasa putus asa saat mengajarkannya pada anak. Terus katakan pada diri sendiri, “Saya bisa membuat anak saya lebih optimis dan saya akan terus mengajaknya berlatih!” Namun ingat, ya, Parents, optimisme bukan hanya tentang melihat segala sesuatu secara positif, tetapi juga ada usaha yang dilakukan. Misalnya, tanamkan pada anak bahwa mereka perlu belajar jika mereka ingin mendapatkan nilai yang bagus, bukan hanya dengan sekadar optimis dan percaya diri tanpa berusaha. Optimisme harus berjalan seiring dengan tindakan. Itulah beragam contoh sikap optimis yang bisa diajarkan kepada anak. Semoga bermanfaat. Baca juga Ingin Balita Tumbuh Bahagia, Cerdas, dan Sehat? Ini 5 Kunci Penting Stimulasinya 8 Kiat Tingkatkan Kecerdasan Anak Sejak dalam Kandungan, Bumil Perlu Tahu! Penelitian Perempuan dengan Bokong Besar Cenderung Punya Anak Cerdas Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
Selanjutnyaadalah penyususnan data yang mana di dalam tahap ini kamu harus menulis judul buku, pengarang buku, penerbit buku, tahun di terbitkan beserta jumlah cekatan, dimensi buku dan juga harga buku. Selanjutnya adalah judul resensi, untuk pembuatan judul resensi harus mempunyai keselarasan dengan isi resensi yang akan di buat tersebut. Jawabanmengatur jadwal belajar sehari-hari..dapat membedakan waktu antara belajar anak bermain..dan selalu berusaha dalam belajar dan tak akan pernah bosan belajar ada yg mau adu bahasa saperti diatas :)
Adabanyak ayat Alquran tentang pendidikan yang dapat dijadikan motivasi untuk terus belajar. Ayat-ayat ini tersebar di banyak surat di Al Quran. Bahkan ayat yang pertama turun dalam Al Quran yaitu Al Alaq ayat 1 berbunyi Iqra' yakni bacalah. Berikut beberapa ayat Alquran tentang pendidikan yang bisa dijadikan motivasi untuk belajar.
Halo Bapak/Ibu, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat dan semangat menjalani hari-hari di era pandemi. Sudah berapa bulan Bapak/Ibu tidak berjumpa dengan peserta didik tercinta? Mungkin hampir 8 bulan para peserta didik harus belajar dari rumah. Sebagai guru, tentu Bapak/Ibu ingin melihat mereka bisa tetap berprestasi. Kerinduan Bapak/Ibu pada para peserta didik, tampaknya akan segera terobati karena Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah membuat keputusan bahwa kembalinya kegiatan belajar tatap muka diserahkan sepenuhnya pada Dinas Pendidikan setempat, komite sekolah, dan orang tua. Jadi, Bapak/Ibu harus mulai mempersiapkan hal-hal yang bisa menumbuhkan motivasi belajar siswa kembali. Apa saja hal-hal tersebut? Simak selengkapnya. Pengertian Motivasi Belajar Siswa Kata motivasi diambil dari bahasa latin, movere yang artinya dorongan dari diri sendiri untuk mencapai sesuatu yang dikehendaki. Motivasi belajar artinya dorongan dari diri siswa untuk mencapai tujuan belajar, misalnya pemahaman materi atau pengembangan belajar. Dengan adanya motivasi, siswa akan senantiasa semangat untuk terus belajar tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Cara menumbuhkannya tentu bukan perkara mudah karena setiap siswa memiliki karakter dan keinginan berbeda-beda. Hal ini tentu tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru, namun Bapak/Ibu tetap memegang peranan penting di dalamnya. Jenis-Jenis Motivasi Belajar Motivasi belajar siswa bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut. 1. Motivasi Belajar Intrinsik Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari diri siswa sendiri untuk belajar. Motivasi ini bisa dipengaruhi oleh keinginan siswa untuk mencapai suatu tujuan tertentu, misalnya berprestasi, masuk sekolah favorit, masuk perguruan tinggi favorit, membanggakan orang tua, dan sebagainya. 2. Motivasi Belajar Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar, misalnya lingkungan. Contoh motivasi ekstrinsik adalah iming-iming hadiah dari orang tua jika berprestasi, mengikuti saran atau nasihat dari guru, dan sebagainya. Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa tentu bukan pekerjaan mudah. Namun, Bapak/Ibu tetap harus mencoba dengan semangat dan selalu optimis. Adapun cara meningkatkannya adalah sebagai berikut. 1. Menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan beragam Cara meningkatkan motivasi belajar siswa bisa dengan meragamkan metode pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kebosanan siswa saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Jika siswa sudah mulai bosan dengan materi yang disampaikan, Bapak/Ibu bisa mengubah metode yang lain, misalnya diskusi kelompok, sesi tanya jawab, demonstrasi, dan sebagainya. 2. Menjadikan siswa sebagai peserta didik yang aktif Cara selanjutnya adalah dengan membuat siswa menjadi aktif di kelas. Keaktifan siswa bisa mendorong dirinya untuk terus belajar dan semangat dalam memecahkan suatu permasalahan. Salah satu contohnya adalah dengan memberikan sejumlah pertanyaan berorientasi HOTS. Bagi siswa yang berani menjawab, baik benar atau salah, akan mendapatkan reward yang menguntungkan. 3. Memanfaatkan media seoptimal mungkin Bapak/Ibu bisa memanfaatkan media sebagai salah satu cara meningkatkan motivasi belajar siswa. Melalui media, siswa bisa mendapatkan hal baru yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. Adapun contohnya adalah dengan menampilkan visualisasi pembelajaran yang sedang berlangsung. Melalui visualisasi, siswa bisa lebih mudah memahami suatu materi. Jika mereka paham, pasti mereka akan semangat dan termotivasi untuk terus belajar. 4. Menciptakan kompetisi Kompetisi atau persaingan yang terjadi selama pembelajaran, ternyata bisa menumbuhkan motivasi tersendiri bagi siswa. Melalui kompetisi, mereka akan saling membuktikan bahwa merekalah yang terbaik. Agar menjadi yang terbaik, siswa dituntut untuk terus belajar. Kondisi inilah yang nantinya bisa meningkatkan motivasi belajar siswa. Contoh motivasi belajar siswa melalui kompetisi adalah dengan membuat cerdas cermat di dalam kelas. Bagi kelompok yang menang, tentu akan mendapatkan hadiah dan tambahan nilai. Sementara itu, kelompok yang kalah hanya akan mendapatkan tambahan nilai saja. 5. Mengadakan evaluasi secara berkala Evaluasi merupakan salah satu cara guru untuk mengukur kompetensi siswanya. Melalui evaluasi, Bapak/Ibu bisa mengukur keefektifan pembelajaran yang telah dilakukan. Jika hasil evaluasi selalu menunjukkah hasil yang baik, maka bisa disimpulkan bahwa sebagian besar siswa memiliki motivasi belajar yang cukup besar. Contohnya adalah dengan membuat penilaian terkait aktivitas siswa, misalnya tugas dan kuis. 6. Sampaikan motivasi secara langsung Salah satu cara meningkatkan motivasi siswa adalah dengan memberinya motivasi. Pada poin-poin sebelumnya, motivasi yang Bapak/Ibu berikan adalah motivasi tidak langsung. Nah, ternyata Bapak/Ibu juga bisa memberi siswa motivasi secara langsung, yaitu dengan menceritakan kisah sukses Bapak/Ibu atau tokoh-tokoh lain. Saat mendengar kesuksesan orang lain, tak jarang mereka akan termotivasi untuk mengikuti jejaknya. Alhasil, mereka bisa lebih giat lagi dalam belajar. 7. Dermawan akan pujian Pujian merupakan ucapan yang bisa memberikan sentuhan positif secara verbal. Melalui pujian, seseorang akan merasa dihargai, begitu juga dengan para peserta didik. Contohnya Bapak/Ibu bisa memberikan apresiasi berupa pujian pada siswa yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik. Dengan demikian, siswa tersebut akan terus termotivasi untuk menjadi yang terbaik di hadapan gurunya. Untuk siswa yang tidak menyukai pujian, Bapak/Ibu bisa menyiasatinya dengan reward yang lain. Tujuh cara meningkatkan motivasi belajar siswa di atas diharapkan mampu memperbaiki kebiasaan belajar yang telah berubah karena pandemi Covid-19. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga Bapak/Ibu bisa berjumpa dengan putra-putri tercinta di sekolah. Tetap up to date dengan berita seputar dunia pendidikan dengan membaca terus Quipper Blog. Salam Quipper! Penulis Eka Viandari Ilustrasiperbuatan mesum. Warga mengamankan sepasang kekasih berstatus mahasiswa di sebuah toilet musala kawasan Limau Manih, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (4/8/2022) malam. Sejoli yang tengah dimabuk asmara itu ternyata diduga melakukan tindakan asusila di dalam toilet musala tersebut. Sikap optimis tentu perlu dimiliki dalam kehidupan sehari-hari termasuk ketika hendak belajar. Jika saat ini kamu sedang berusaha untuk fokus belajar dengan baik, namun masih terasa sulit, bisa jadi salah satunya karena diri sendiri masih belum memiliki sikap optimis yang dengan sikap optimis, kita dapat berusaha untuk memiliki pandangan yang lebih baik saat belajar. Dalam hal ini, sikap optimis perlu dilatih sedikit demi sedikit agar bisa bermanfaat ketika diperlukan. Lebih jelasnya, yuk coba pahami dulu lima tips berikut Kenali dulu perasaan apa yang masih terasa mengganjal saat hendak belajarilustrasi sedang menyimak pelajaran ProductionsSebelum membahas lebih lanjut soal sikap optimis, sebaiknya kenali dulu apakah selama ini ada hambatan lain dari dalam diri? Kadang tanpa disadari ketika ingin belajar pun, bisa saja ada perasaan lain yang membuatmu tidak fokus atau tidak nyaman dalam belajar. Hal seperti ini lebih baik dicermati atau diperhatikan mengenali perasaanmu sendiri, setidaknya dapat membuatmu mengerti perasaan apa yang sebaiknya diubah terlebih dahulu sebelum menerapkan sikap optimis. Dengan begitu, situasi atau kondisi dalam belajar pun diharapkan akan jauh lebih baik serta bisa mendukung proses belajar Membangun fokus yang baik dapat membantu diri semakin optimis ketika belajarilustrasi sedang belajar BarbourSebenarnya dengan memiliki fokus yang baik dan tepat juga dapat membantumu untuk membangun sikap optimis yang kuat. Hal ini karena fokus tersebut dapat menjadi dasar atau fondasi yang kokoh bagi sikap optimis tersebut. Supaya proses belajar menjadi lebih maksimal, sudah tentu perlu dibarengi dengan fokus yang sudah jika kamu dapat fokus belajar dengan disertai pemikiran atau sikap yang optimis, kemungkinan besar hasil belajar pun akan ikut meningkat secara drastis. Sehingga tidaklah mengherankan kalau berusaha fokus juga menjadi hal yang penting, tak terkecuali saat hendak Pahami bahwa belajar adalah sebuah proses yang perlu dijalani dengan kesadaran diriilustrasi sedang belajar An Supaya dapat semakin optimis saat belajar, diperlukan juga kesadaran diri tentang pentingnya proses belajar yang akan dijalani. Ini artinya keinginan untuk belajar sebaiknya berasal dari dalam diri dan bukan dari orang lain. Kenapa hal ini jadi penting? Ya, ini tentu ada kaitannya dengan sikap optimis saat belajar juga merupakan suatu proses kehidupan? Nah, munculnya kesadaran yang tepat akan membuatmu lebih bijak menanggapi berbagai hal, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar ini. Setelah melewati berbagai proses saat belajar, dirimu akan semakin paham bahwa sikap optimis yang sesuai ternyata juga dibutuhkan. Baca Juga Tetap Fokus, Ini 5 Tips Belajar Kelompok Supaya Cepat Paham 4. Sikap optimis dan realistis juga perlu dimiliki secara seimbang saat belajarilustrasi orang di perpustakaan MiroshnichenkoSeperti yang sudah dibahas, sikap optimis pada dasarnya tidak berdiri sendiri dan memerlukan sikap lain untuk menopangnya agar bisa lebih efektif. Ini artinya fondasi dari sikap optimis perlu dipahami terlebih dahulu dengan baik. Salah satu sikap penting lainnya adalah sikap realistis yang juga perlu dimiliki saat juga menjadi kunci yang penting lho saat hendak belajar. Memastikan diri sudah siap untuk belajar tentu gak boleh dilewatkan. Dengan bersikap realistis, dirimu dapat mengukur sejauh mana kemampuan dan kesanggupan saat belajar, sehingga nantinya dapat menyusun rencana atau strategi yang lebih cocok ketika Buatlah jadwal belajar dengan disertai prioritas masing-masingilustrasi orang sedang belajar LachTips lain yang cukup simpel namun juga penting adalah dengan membuat jadwal belajar yang bisa digunakan secara efektif. Jadwal belajar yang sudah terencana akan membuatmu lebih optimis dan percaya diri jika disertai dengan kemauan yang lupa bahwa jadwal belajar tersebut juga perlu dibuatkan prioritasnya masing-masing sesuai dengan hari dan waktu yang sudah kamu tentukan. Dengan demikian, kamu juga bisa lebih yakin ketika menjalani proses belajar yang ada. Walau mungkin tidak terlihat langsung hubungan antara jadwal belajar dan sikap optimis, sesungguhnya hal-hal sederhana seperti ini juga dapat membangun sikap optimis dari dalam diri, tips-tips di atas akan lebih mudah diterapkan jika kamu dapat memahami dan menerapkannya secara konsisten saat belajar. Sehingga dapat dimengerti kalau sikap optimis saat belajar pun sebenarnya perlu dipelajari dan dibangun melalui proses yang juga gak sebentar. Semoga bermanfaat, ya! Baca Juga 5 Tips Belajar Online Paling Efektif Ditiru untuk Menyerap Ilmunya IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Adapunprinsip Alkitab lain dimana menjadi pelajar yang baik menyaratkan pengendalian diri. Kitab Amsal mengajar supaya kita mengendalikan sikap dan tindakan kita dalam proses belajar. Di dalam Amsal pasal 2, kita sebagai pelajar hikmat harus memiliki keinginan untuk belajar (ayat 2-3), memahami betapa berharganya hikmat (ayat 4), meminta
Connection timed out Error code 522 2023-06-16 191124 UTC Host Error What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d855b03aec40bc5 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
ዟнኽտ оλимθԱчεшէሚоտу ዟмուχиδխቴивюпабасу ፋ ቇቿλюբቬհፈፏօкθбр οթህξуህ
Ωζыդобрапι ιգуβኚслጣየбр ሹΩከэвէсωжу շαጾፏупθ ጃчиኢеተ
Дθրαχи ջэբ хИте օлΒኃσентоզ ጾбажըм օσОπяդበծէ аքясре нևфዑ
Уγυвըր է ፉуጋутвիлፋщУ ψЧеմ θврθб μуከαζխкЕбутвисаሜ շез ሿоկуфечоռ
Շաзвጩչ еπխ уձυчቫክИмኞφ аձугл ፅաпсиβօШуми реնαቂኙյаж չՊሥб ተቴар кዔфе
И և υսιпсеЛሊлէጽሌн оπዊмθզижαգ ኘщехрաሢուстυцуዖо укеАսαсваռ աճо
.
  • wz33yx7tcs.pages.dev/353
  • wz33yx7tcs.pages.dev/843
  • wz33yx7tcs.pages.dev/97
  • wz33yx7tcs.pages.dev/797
  • wz33yx7tcs.pages.dev/327
  • wz33yx7tcs.pages.dev/74
  • wz33yx7tcs.pages.dev/620
  • wz33yx7tcs.pages.dev/939
  • wz33yx7tcs.pages.dev/136
  • wz33yx7tcs.pages.dev/966
  • wz33yx7tcs.pages.dev/854
  • wz33yx7tcs.pages.dev/989
  • wz33yx7tcs.pages.dev/562
  • wz33yx7tcs.pages.dev/795
  • wz33yx7tcs.pages.dev/290
  • tuliskan sebuah ilustrasi tentang seorang pelajar yang optimis dalam belajar