Inilahpembahasan lengkap terkait teks pidato bahasa arab tentang akhlak. 5 Hukum Kekekalan Energi. 3 bulan berturut dzulqadah dzulhijjah dan muharram dan rajab yang terpisah. Teks pidato bahasa arab tentang akhlak singkat dan artinya. Pengertian Contoh Reaksi dan Perubahannya. Pidato Bahasa Arab Singkat. ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบูุฑ ู„ูŠ Allhummafirli. - Simak contoh teks ceramah Ramadhan 2022 saat kuliah subuh dan tarawih yakni Tiga Obat Menyembuhkan Penyakit Hati. Adapun teks ceramah Ramadhan 2022 untuk kuliah subuh dan tarawih akan membahas masalah tasyfiatun nufus yang berarti penyucian jiwa, dimana menjadi sangat penting untuk pribadi-pribadi muslim. Maka kewajiban para daโ€™i menyampaikannya kepada kaum muslimin. Terlebih lagi momen bulan Ramadhan yang Mulia ini. Berikut ini sajian teks ceramah Ramadhan 2022 kuliah subuh dan tarawih bertema Tiga Obat Menyembuhkan Penyakit Hati. Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh, ุฅูู†ู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ูู„ู„ู‡ู ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ูˆูŽุณูŽูŠู‘ุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ููŽู„ุงูŽ ู…ูุถูู„ู‘ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ุงูŽ ู‡ูŽุงุฏููŠูŽ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ ุตูŽู„ู‘ ูˆูŽุณูŽู„ู‘ู…ู’ ุนูŽู„ู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู†ุŒ ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู Kaum muslimin yang berbahagia Syukur Alhamdulillah kita haturkan ke hadhirat Allah, Sang Pemberi petunjuk, Yang menguasai dan mengendalikan seluruh hati manusia. Puji syukur kita haturkan pula kepada Allah, karena dengan rahmat dan hidayahnya, kita bisa merasakan nikmatnya ibadah dan ketaatan kepada-Nya. Hadhirin yang kami hormati, Seperti yang kita sadari bersama, umumnya manusia sangat sulit untuk melakukan ibadah kepada Allah. Umumnya manusia sangat malas untuk diajak melakukan ketaatan kepada Sang Pencipta. Mengapa? Kita semua akan memiliki jawaban yang sama, karena manusia dibekali dengan hawa nafsu. Hanya saja, manusia berbeda-beda. Ada yang hawa nafsunya lebih menguasi dirinya, sehingga dia bergelimang dengan maksiat, namun dia tidak merasa bersalah. Ada yang hati nuraninya lebih mendominasi, sehingga dia menjadi hamba yang taat. Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, Jika kita perhatikan, sejatinya iman, islam, dan ketaatan kepada Allah adalah sebuah kenikmatan. Terdapat banyak dalil yang menunjukkan bahwa ibadah bisa dirasakan kenikmatannya, diantaranya firman Allah ketika menceritakan salah satu kenikmatan yang Allah berikan kepada para sahabat, ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ูŽู‘ ูููŠูƒูู…ู’ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูˆู’ ูŠูุทููŠุนููƒูู…ู’ ูููŠ ูƒูŽุซููŠุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ู„ูŽุนูŽู†ูุชูู‘ู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุญูŽุจูŽู‘ุจูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฒูŽูŠูŽู‘ู†ูŽู‡ู ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู’ ูˆูŽูƒูŽุฑูŽู‘ู‡ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ูƒููู’ุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููุณููˆู‚ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูุตู’ูŠูŽุงู†ูŽ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุฑูŽู‘ุงุดูุฏููˆู†ูŽ Ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauan kalian dalam beberapa urusan benar-benarlah kalian mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kalian cintaโ€™ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hati kalianโ€ฆ QS. Al-Hujurat 7. Atas petunjuk Allah taโ€™ala, Allah jadikan para sahabat manusia yang bisa menikmati lezatnya iman, bahkan Allah jadikan iman itu sesuatu yang indah pada hati para sahabat. Sehingga kecintaan mereka kepada kebaikan, mengalahkan segalanya. Kemudian dalam hadis dari Abbas bin Abdul Mutahalib radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฐูŽุงู‚ูŽ ุทูŽุนู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุถููŠูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‹ู‘ุงุŒ ูˆูŽุจูุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุฏููŠู†ู‹ุงุŒ ูˆูŽุจูู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุฑูŽุณููˆู„ู‹ุง โ€œAkan merasakan nikmatnya iman, orang yang ridha Allah sebagai Rabnya, islam sebagai agamanya, dan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, sebagai rasulnya.โ€ HR. Muslim, Turmudzi dan yang lainnya. Dalam hadis di atas, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebut tiga kriteria - Orang yang mentauhidkan Allah dengan sepenuhnya, sebagai bukti dia ridha Allah sebagai Rabnya, - Kemudian dia menjadikan syariat islam sebagai aturan hidupnya, sebagai bukti dia ridha bahwa islam sebagai agamanya - Dan dia mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hidupnya orang yang memiliki 3 kriteria ini akan merasakan lezatnya. Dalam hadis lain, yang mungkin hadis ini sering kita dengar, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, ุซูŽู„ุงูŽุซูŒ ู…ูŽู†ู’ ูƒูู†ูŽู‘ ูููŠู‡ู ูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ุญูŽู„ุงูŽูˆูŽุฉูŽ ุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู…ูŽู‘ุง ุณููˆูŽุงู‡ูู…ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูุญูุจูŽู‘ ุงู„ู…ูŽุฑู’ุกูŽ ู„ุงูŽ ูŠูุญูุจูู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุนููˆุฏูŽ ูููŠ ุงู„ูƒููู’ุฑู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุฐูŽููŽ ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู โ€œTiga hal, siapa yang memilikinya maka dia akan merasakan lezatnya iman Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari pada selainnya, dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan dia sangat benci untuk kembali kepada kekufuran, sebagaimana dia benci untuk dilempar ke neraka.โ€ HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya. Semua dalil di atas menunjukkan betapa iman, islam, dan segala turunannya, merupakan kenikmatan dan bisa dirasakan lezatnya. Dalam hadis lain, yang mungkin hadis ini sering kita dengar, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, ุซูŽู„ุงูŽุซูŒ ู…ูŽู†ู’ ูƒูู†ูŽู‘ ูููŠู‡ู ูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ุญูŽู„ุงูŽูˆูŽุฉูŽ ุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู…ูŽู‘ุง ุณููˆูŽุงู‡ูู…ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูุญูุจูŽู‘ ุงู„ู…ูŽุฑู’ุกูŽ ู„ุงูŽ ูŠูุญูุจูู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุนููˆุฏูŽ ูููŠ ุงู„ูƒููู’ุฑู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุฐูŽููŽ ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู โ€œTiga hal, siapa yang memilikinya maka dia akan merasakan lezatnya iman Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari pada selainnya, dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan dia sangat benci untuk kembali kepada kekufuran, sebagaimana dia benci untuk dilempar ke neraka.โ€ HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya. Semua dalil di atas menunjukkan betapa iman, islam, dan segala turunannya, merupakan kenikmatan dan bisa dirasakan lezatnya. Hadhirin, jamaah yang kami hormati, Yang menjadi tanda tanya kita, mengapa banyak orang justru merasa berat atau bahkan merasa tersiksa ketika melakukan ketaatan? Bisa jadi, bahkan termasuk kita, seringkali masih menganggap ketaatan itu sesuatu yang sulit bagi kita. Lalu dimanakah nikmatnya iman itu? Jamaah yang berbahagia, Sejatinya kasus semacam ini juga dialami oleh fisik manusia. Seperti yang kita pahami, hampir semua orang yang mengalami sakit, dia akan susah makan, dan semua terasa pahit. Selezat apapun jenis makanan yang diberikan, orang sakit akan merasakannya sebagai sesuatu yang pahit. Soto pahit, sate pahit, bahkan sitipun pahit rasanya. Kenapa? Karena dia sedang sakit. Seperti itu pula, orang yang sedang sakit hati dan mentalnya. Selezat apapun nutrisi yang diberikan, dia akan merasakan pahit dan berusaha menolaknya. Dengan ini kita bisa menemukan jawaban, mengapa banyak orang tidak merasakan nikmatnya iman? Karena kebanyakan manusia, hati dan jiwanya sedang sakit. Jamaah yang berbahagia, Untuk bisa mengembalikan pada kondisi normal, tentu kita harus berusaha mengobati penyakit itu. Karena jika sakit ini dibiarkan, selamanya kita tidak bisa merasakan nikmatnya nutrisi dan makanan. Hati sakit yang dibiarkan, selamanya akan sulit untuk menikmati lezatnya iman. Lalu bagaimana cara mengobati hati? Imam Ibnul Qoyim, dalam karyanya Ighatsatul Lahafan 1/16 โ€“ 17 menjelaskan bahwa ada 3 teori pokok untuk mengobati sesuatu yang sakit. Teori ini juga digunakan dalam ilmu medis. Dalam dunia medis, ketika seorang dokter hendak mengobati pasien, dia akan memberlakukan 3 hal Pertama, [ุญููู’ุธู ุงู„ู‚ููˆูŽู‘ุฉ] menjaga kekuatan. Ketika mengobati pasien, dokter akan menyarankan agar pasien banyak makan yang bergizi, banyak istirahat, tenangkan pikiran, tidak lupa, sang dokter juga memberikan multivitamin. Semua ini dilakukan dalam rangka menjaga kekuatan fisik pasien. Ibnul Qoyim menjelaskan, orang yang sakit hati, salah satu upaya yang harus dia lakukan adalah menjaga kekuatan mentalnya, dengan ilmu yang bermanfaat dan melakukan berbagai ketaatan. Hatinya harus dipaksa untuk mendengarkan nasehat dan ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan sunah, serta fisiknya dipaksa untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Karena ilmu dan amal, merupakan nutrisi bagi hati manusia. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hadis riwayat Bukhari, memisalkan ilmu sebagaimana hujan dan hati manusia sebagaimana tanah. Karena hati senantiasa butuh nutrisi berupa ilmu. Kedua, [ุงู„ุญูู…ูŽุงูŠูŽุฉ ุนูŽู†ู ุงู„ู€ู…ูุคู’ุฐูู‰] melindungi pasien dari munculnya penyakit yang baru atau sesuatu yang bisa memparah sakitnya. Dalam mengobati pasien, tahapan lain yang dilakukan dokter adalah menyarankan pasien untuk menghindari berbagai pantangan sesuai jenis penyakit yang diderita pasien. Hal yang sama juga berlaku untuk penyakit hati. Seperti yang dijelaskan Ibnul Qoyim, orang yang sakit harus menghindari segala yang bisa memperparah panyakit dalam hatinya, yaitu dengan menjauhi semua perbuatan dosa dan maksiat. Dia hindarkan dirinya dari segala bentuk penyimpangan. Karena dosa dan maksiat adalah sumber penyakit bagi hati. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menggambarkan bagaimana bahaya dosa bagi hati manusia, ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃูŽ ุฎูŽุทููŠุฆูŽุฉู‹ ู†ููƒูุชูŽุชู’ ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู†ููƒู’ุชูŽุฉูŒ ุณูŽูˆู’ุฏูŽุงุกูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‡ููˆูŽ ู†ูŽุฒูŽุนูŽ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููŽุฑูŽ ูˆูŽุชูŽุงุจูŽ ุณูู‚ูู„ูŽ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽ ุฒููŠุฏูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽุนู’ู„ููˆูŽ ู‚ูŽู„ู’ุจูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงู†ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูยป {ูƒูŽู„ูŽู‘ุง ุจูŽู„ู’ ุฑูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽูƒู’ุณูุจููˆู†ูŽ} Sesungguhnya seorang hamba, apabila melakukan perbuatan maksiat maka akan dititikkan dalam hatinya satu titik hitam. Jika dia meninggalkan maksiat itu, memohon ampun dan bertaubat, hatinya akan dibersihakn. Namun jika dia kembali maksiat, akan ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan โ€œar-raanโ€ yang Allah sebutkan dalam firman-Nya, yang artinya, Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.โ€™ HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnauth. Ketiga, [ุงูุณู’ุชููู’ุฑูŽุงุบู ุงู„ู€ู…ูŽูˆูŽุงุฏ ุงู„ููŽุงุณูุฏูŽุฉ] menghilangkan penyakit yang ada dalam dirinya Tahapan terakhir, setelah dokter memastikan jenis penyakit yang diderita pasien, dokter akan memberikan obat untuk menyerang penyakit itu. Dokter akan memberinkan antibiotik dengan dosis yang sesuai, atau obat lainnya yang sesuai dengan penyakit pasien. Di bagian akhir keterangannya untuk pembahasan ini, Ibnul Qoyim menjelaskan bahwa cara untuk menghilangkan penyakit yang merusak hati adalah dengan banyak bertaubat, beristighfar, memohon ampunan kepada Allah. Jika kesalahan itu harus ditutupi dengan membayar kaffarah maka dia siap membayarnya. Jika terkait dengan hak orang lain, diapun siap dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menggambarkan, ุงู„ุชูŽู‘ุงุฆูุจู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฐูŽู‘ู†ู’ุจูุŒ ูƒูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฐูŽู†ู’ุจูŽ ู„ูŽู‡ู Orang yang bertaubat dari satu perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa itu. HR. Ibn Majah. Karena dengan taubat, berarti dia menghilangkan penyakit hati berupa dosa dalam dirinya. Jamaah yang kami hormati, Obat yang diberika seorang dokter akan berbeda-beda sesuai dengan jenis dan tingkat penyakit yang diderita pasien. Dokter akan memberikan penanganan lebih, ketika sakit yang diderita pasien cukup parah, bahkan sampai harus rawat inap di ICU atau bahkan CCU. Dengan rentang waktu berbeda-beda, atau bahkan pemberian obat tanpa batas waktu. Termasuk treatment operasi dan amputasi. Sama halnya dengan mereka yang sakit hatinya. Jika penyakit yang diderita sangat parah, karena pelanggaran yang dilakukan adalah dosa besar, syariat memberikan treatment sampai pada taraf hukuman had, seperti cambuk, potong tangan, pengasingan, qishas, denda, hingga rajam. Sebagaimana anda tidak dibenarkan untuk menuduh dokter kejam karena melakukan bedah operasi atau amputasi. Anda juga sangat tidak dibenarkan mengatakan islam kejam karena memberikan hukuman kematian. Allahu aโ€™lam. Semoga Allah melindungi kita dari segala penyakit hati yang berbahaya, dan menjadikan hati kita, hati yang sehat, yang bisa merasakan lezatnya iman, islam, dan amal soleh. Amiin.. ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ Demikian informasi tentang teks ceramah Ramadhan untuk kuliah subuh dan tarawih ini Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits Dewan Pembina
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar" Dalam ayat satunya Allah berfirman yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya"
Khutbah I ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูˆูŽุงู„ูŽุงู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ู‘ูŽุง ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠูู‘ุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู. ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุŒ ููŽุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃููˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู†ูŽูู’ุณููŠู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽุงุฆูู„ู ููŠ ู…ูุญู’ูƒูŽู…ู ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ุฌููˆ ู„ูู‚ูŽุงุกูŽ ุฑูŽุจู‘ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู‹ุง ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ุงู„ูƒู‡ู ูกูกู  ู€ Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah, Takwa adalah kata yang ringan untuk diucapkan, akan tetapi berat dalam timbangan amal perbuatan. Takwa tempatnya adalah hati. Nabi shallallahu alaihi wa sallam menunjuk ke dadanya tiga kali dan mengatakan ุงูŽู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ู‡ูŽุง ู‡ูู†ูŽุงุŒ ุงูŽู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ู‡ูŽุง ู‡ูู†ูŽุง ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ูููŠ ู…ูุณู’ู†ูŽุฏูู‡ู ู€ Maknanya โ€œTakwa ada di sini, takwa ada di siniโ€ HR Ahmad dalam Musnad-nya. Jadi, hati adalah pemimpin anggota badan. Jika hati baik, maka seluruh anggota badan akan baik sehingga orang menjadi bertakwa. Sebaliknya jika hati rusak, maka anggota badan menjadi rusak sehingga orang menjadi pelaku maksiat. Maka marilah kita bertakwa kepada Allah, yaitu melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan semua yang diharamkan serta mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat. Allah taโ€™ala berfirman ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ููŽุนู ู…ูŽุงู„ูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุจูŽู†ููˆู†ูŽุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุจูู‚ูŽู„ู’ุจู ุณูŽู„ููŠู…ู ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุดุนุฑุงุก ูจูจ-ูจูฉ ู€ Maknanya โ€œyaitu di hari yang harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang dihisab oleh Allah dengan hati yang bersih dari kekufuranโ€ QS asy-Syuโ€™araโ€™ 88-89 Saudaraku seiman rahimakumullah, Oleh karenanya mari kita perbaiki hati kita dengan menerapkan adab-adab yang diajarkan dalam Islam secara lahir dan batin. Kita obati hati dengan mengikuti ajaran Allah taโ€™ala dan meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kita obati hati kita karena hati memiliki penyakit-penyakit yang tidak bisa diobati oleh para dokter. Penyakit-penyakit hati itu hanya bisa diobati dengan kesungguhan kita mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah, Di antara penyakit hati adalah riyaโ€™, yaitu melakukan bentuk ketaatan agar dilihat oleh orang lain dengan tujuan mengharapkan pujian darinya. Allah taโ€™ala berfirman ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูู…ูุฑููˆุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูุฎู’ู„ูุตููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ูŽ ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุจูŠู‘ู†ุฉ ูฅ ู€ Maknanya โ€œPadahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nyaโ€ QS al Bayyinah 5 Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah, Mari kita ikhlaskan niat selalu hanya karena Allah taโ€™ala dan jangan sampai jatuh pada maksiat riyaโ€™. Sahabat Abu Hurairah radliyallahu anhu meriwayatkan hadits qudsi bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Allah berfirman ุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุบู’ู†ูŽู‰ู’ ุงู„ุดู‘ูุฑูŽูƒูŽุงุกู ุนูŽู†ู ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ุงู‹ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒูŽ ูููŠู’ู‡ู ู…ูŽุนููŠู’ ุบูŽูŠู’ุฑููŠู’ ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชูู‡ู ูˆูŽุดูุฑู’ูƒูŽู‡ู ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ู€ Maknanya โ€œAku tidak menerima tujuan lain dalam beramal, barangsiapa melakukan satu amal perbuatan dan memiliki tujuan lain selain ridha-Ku, maka Aku akan meninggalkannya dan tidak menerimanyaโ€ HR Muslim Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah, Jika kita melakukan suatu amal perbuatan untuk mencari pahala dari Allah dan sekaligus mengharap pujian sesama manusia, maka Allah tidak akan menerima amal tersebut dari kita. Jadi seseorang yang melakukan amal perbuatan yang disertai riyaโ€™, maka tidak ada pahalanya sama sekali, bahkan dia berdosa karena riyaโ€™nya. Oleh karenanya, marilah kita introspeksi diri. Kita awasi dan amati hati kita. Jika kita melakukan shalat lima waktu sendirian, kita tidak mengiringinya dengan shalat sunnah rawatib, tapi jika kita shalat berjamaah di masjid, kita mengiringinya dengan shalat sunnah rawatib. Kita tanyai diri kita, kenapa kita melakukan itu? Jika kita melakukan shalat sendirian, kita selesaikan dengan cepat dan hanya melakukan rukun-rukunnya saja, sedangkan jika berada di tengah-tengah banyak orang kita perpanjang shalat kita, kita berusaha untuk menghadirkan rasa khusyuโ€™ dan kita baguskan shalat kita, maka tanyakanlah kepada diri kita, kenapa kita melakukan itu? Apakah kita menginginkan pujian sesama hamba? Apakah kita ingin agar dihormati oleh mereka? Apakah ini lebih kita sukai daripada ridha Allah taโ€™ala? Padahal seluruh manusia adalah makhluk-makhluk ciptaan Allah sama seperti kita. Mereka tidak dapat menciptakan manfaat maupun mudlarat. Mereka tidak bisa memberikan manfaat kepada kita atau mencelakai kita kecuali atas kehendak Allah. Kenapa kita memilih dicela oleh Allah agar dipuji oleh sesama hamba? Pujian mereka kepada kita tidak akan menambah rezeki, tidak menunda ajal dan tidak bermanfaat bagi kita dalam kehidupan akhirat. Oleh karenanya, obatilah hati kita dari penyakit riya`. Kita jadikan ridha Allah Sang pencipta kebaikan dan keburukan sebagai tujuan kita. Kita ikhlaskan niat karena Allah dan jangan kita pedulikan apakah orang mencela atau memuji kita. Sungguh kebaikan seluruhnya ada pada ridha Allah subhanahu wa taโ€™ala. Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah, Marilah bersama-sama kita renungkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sulaiman bin Yasar, ia berkata Ketika majelis Abu Hurairah usai dan orang-orang pergi meninggalkan majelis, maka Natilโ€“seorang penduduk Syamโ€“berkata kepada Abu Hurairah Wahai Guru, sampaikanlah kepada kami sebuah hadits yang telah engkau dengar dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Abu Hurairah berkata Iya, aku telah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œOrang yang pertama kali diberikan keputusan kepadanya di hari kiamat adalah orang yang tewas di medan peperangan. Ia pun didatangkan dan diingatkan tentang nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya di dunia maka dia pun mengingatnya. Dikatakan kepadanya Apa yang engkau lakukan terhadap nikmat-nikmat tersebut? Dia pun menjawab aku berperang di jalan-Mu hingga aku mati syahid. Maka dikatakan kepadanya Engkau telah berdusta, engkau berperang untuk dikatakan sebagai pemberani dan itu sudah dikatakan. Kemudian diperintahkan agar orang tersebut diseret dengan posisi muka di bawah hingga dilempar ke neraka. Begitu juga seorang hamba yang telah mempelajari ilmu agama, mengajarkannya dan rajin membaca al Qur`an, maka didatangkan dan diberitahukan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, maka ia pun mengingatnya. Ditanyakan kepadanya Apakah yang engkau lakukan terhadap nikmat-nikmat tersebut? Ia menjawab Aku mempelajari ilmu, mengajarkannya dan membaca al Qur`an karena-Mu ya Allah. Dikatakan kepadanya Engkau berdusta, kenyataannya engkau mempelajari ilmu agar dikatakan sebagai ulama, engkau membaca al Qur`an agar engkau dikatakan pandai membaca al Qur`an dan ini telah dikatakan. Kemudian diperintahkan agar orang itu diseret dengan posisi muka di bawah sehingga dilempar ke neraka. Begitu juga seseorang yang Allah lapangkan rezekinya dan Allah berikan kepadanya seluruh jenis harta, maka ia didatangkan, diingatkan tentang nikmat-nikmatnya, maka ia pun mengingatnya. Dikatakan kepadanya Apa yang engkau lakukan terhadap nikmat-nikmat tersebut? Ia pun menjawab Aku tidak meninggalkan jalan infaq yang Engkau anjurkan kecuali aku infaqkan hartaku untuk meraih ridha-Mu ya Allah. Lalu dikatakan kepadanya Engkau berdusta, engkau lakukan ini agar dikatakan sebagai dermawan dan itu telah dikatakan. Kemudian diperintahkan agar orang itu diseret dengan posisi muka di bawah sehingga dilemparkan di nerakaโ€ HR Muslim. Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah, Jika kita melakukan shalat, maka kita lakukan karena Allah. Jika kita bersedekah, maka kita bersedekah karena Allah. Jika kita perindah akhlak, kita lakukan itu karena Allah. Jika kita belajar ilmu agama, maka juga karena Allah. Jika kita mengajarkan ilmu agama, maka kita mengajar karena Allah. Jika kita menaati Allah, maka kita taat karena semata-mata ingin meraih ridha-Nya. Jika kita melakukan itu semua bukan karena Allah melainkan karena tujuan-tujuan lain, maka sia-sialah umur kita dan alangkah ruginya waktu kita. Hadirin rahimakumullah, Demikian khutbah yang singkat ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠู’ ู‡ูฐุฐูŽุง ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ุŒ ููŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู’ู‡ูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุบูŽูููˆู’ุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู Khutbah II ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ูˆูŽูƒูŽููŽู‰ุŒ ูˆูŽุฃูุตูŽู„ูู‘ูŠู’ ูˆูŽุฃูุณูŽู„ูู‘ู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุงู„ู’ู…ูุตู’ุทูŽููŽู‰ุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ูˆูŽููŽุงุŒ ู€ ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุŒ ููŽูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ุฃููˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู†ูŽูู’ุณููŠู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูุŒ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู‹ุงุŒ ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ูููŠู’ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ. ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชูุŒ ุงู„ู„ู‡ู… ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽู„ูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุบู’ูŠูŽ ูˆูŽุงู„ุณู‘ููŠููˆู’ููŽ ุงู„ู’ู…ูุฎู’ุชูŽู„ูููŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุฏูŽุงุฆูุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญูŽู†ูŽุŒ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽุŒ ู…ูู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุฎูŽุงุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉู‹ุŒ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑูŒ ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชูŽุงุกู ุฐููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ูˆูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู„ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุจูŽุบู’ูŠูุŒ ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ. ููŽุงุฐูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. Ustadz Nur Rohmad, Pemateri/Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Ketua Biro Peribadatan & Hukum, Dewan Masjid Indonesia Kab. Mojokerto
ContohTeks Ceramah Tentang Anak Muda Assalamualaikum Wr.Wb. Semua nikmat yang kita miliki merupakan berkat Allah SWT, yang telah melimpahkan berkah, berkah, dan hadiah-Nya kepada kita. Semoga Allah senantiasa memberikan tuntunan-Nya, sehingga kita bisa bersyukur atas semua berkah yang diberikan Allah kepada kita setiap hari.
- Penyakit hati bisa jadi merupakan salah satu penyakit yang paling merusak kesehatan manusia. Berikut adalah materi ceramah Kultum Ramadhan 2023 dan teks kuliah subuh singkat yang membahas tiga obat ampuh untuk menyembuhkan penyakit hati. Materi ceramah ini membahas tentang tasyfiatun nufus atau penyucian jiwa yang sangat penting bagi umat muslim. Mengapa Manusia Sulit untuk Taat Kepada Allah? Umumnya manusia sangat sulit untuk melakukan ibadah kepada Allah dan taat pada-Nya. Mengapa? Kita semua akan memiliki jawaban yang sama, karena manusia dibekali dengan hawa nafsu. Hanya saja, setiap manusia berbeda-beda. Ada yang hawa nafsunya lebih menguasai dirinya sehingga bergelimang dengan maksiat, namun tidak merasa bersalah. Ada juga yang hati nuraninya lebih mendominasi, sehingga menjadi hamba yang taat. Baca Juga Teks Ceramah Kultum Ramadhan dan Kuliah Subuh Singkat Menjaga Diri dari Konten Pornografi di Bulan Puasa Banyak orang merasa berat atau bahkan tersiksa ketika melakukan ketaatan. Hal ini bisa terjadi karena manusia masih menganggap ketaatan itu sulit. Sebenarnya, iman bisa dirasakan nikmatnya jika hati dan jiwa manusia sehat. Penyakit Hati dan Mental Menyebabkan Ketaatan Terasa Pahit Penyakit hati bisa menghambat manusia dalam merasakan nikmatnya iman. Seperti ketika manusia sakit, dia akan susah makan dan merasakan makanan sebagai sesuatu yang pahit, sekalipun sebenarnya makanan itu lezat. Begitu pula dengan hati dan mental manusia yang sakit, sekalipun menerima nutrisi yang bergizi, tetap saja akan merasakan pahit dan berusaha menolaknya. Oleh karena itu, mengobati hati dan jiwa menjadi kunci untuk bisa merasakan nikmatnya iman. Bagaimana Mengobati Penyakit Hati 3 Langkah Menurut Imam Ibnul Qoyim Baca Juga 4 Jalan Menuju Perbaikan Diri Menurut Al Ghazali Materi Kultum Ramadhan dan Kuliah Subuh yang Bermakna Terkini
.
  • wz33yx7tcs.pages.dev/920
  • wz33yx7tcs.pages.dev/553
  • wz33yx7tcs.pages.dev/460
  • wz33yx7tcs.pages.dev/578
  • wz33yx7tcs.pages.dev/807
  • wz33yx7tcs.pages.dev/717
  • wz33yx7tcs.pages.dev/434
  • wz33yx7tcs.pages.dev/896
  • wz33yx7tcs.pages.dev/504
  • wz33yx7tcs.pages.dev/466
  • wz33yx7tcs.pages.dev/599
  • wz33yx7tcs.pages.dev/272
  • wz33yx7tcs.pages.dev/825
  • wz33yx7tcs.pages.dev/218
  • wz33yx7tcs.pages.dev/604
  • teks ceramah singkat tentang penyakit hati