SaluranPencernaan Pada Manusia. 12/6/2020 Gigi Gigi adaIah 32 organ kecil dan keras yang ditemukan di sepanjang tepi anterior dan lateral mulut. Setiap gigi dibuát dari zát mirip tulang yáng disebut dentin dán ditutupi lapisan enameI - zat tersulit daIam tubuh.
Saluran cerna atau traktus digestifus merupakan sistem organ yang berfungsi untuk mengambil berbagai zat dari luar tubuh air, mineral, nutrien, vitamin, memecah partikel-partikel besar menjadi partikel kecil, dan mentransfer partikel-partikel tersebut dari lingkungan luar ke dalam darah, untuk selanjutnya digunakan atau disimpan dalam sel. Secara umum, struktur anatomi sistem pencernaan terdiri atas saluran yang berkesinambungan dan terhubung satu sama lain rongga mulut, faring, esofagus, lambung/gaster, usus besar, usus halus, anus serta organ-organ aksesoris, yaitu kelenjar ludah, liver, pankreas, serta kelenjar empedu. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free HAL1Profesor Juffrie meraih gelar Doctor of Philosophy dari Vrije Universiteit di Belanda pada tahun 2002 serta meraih gelar guru besar di bidang kedokteran anak di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2010. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter anak pada tahun 1990 dan sepanjang kariernya beliau melakukan banyak penelitian di bidang gastrohepatologi, nutrisi, imunologi, virology, prebiotic, probiotik serta tropical medicine. Profesor Juffrie merupakan visiting professor di beberapa universitas ternama di luar negeri seperti Institut Tropical Medicine Antwerpen, Belgia dan University van Amsterdam, Amsterdam, Belanda. Sejak tahun 2016, Profesor Juffrie menjabat sebagai Direktur Program Doktoral sekaligus Presiden Senat di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Juffrie 1SALURAN CERNA YANG SEHATANATOMI DAN FISIOLOGIMohammad Juffrie HAL3Saluran Cerna yang SehatAnatomi dan FisiologiSaluran cerna atau traktus digestifus merupakan sistem organ yang berfungsi untuk mengambil berbagai zat dari luar tubuh air, mineral, nutrien, vitamin, memecah partikel-partikel besar menjadi partikel kecil, dan mentransfer partikel-partikel tersebut dari lingkungan luar ke dalam darah, untuk selanjutnya digunakan atau disimpan dalam sel. Secara umum, struktur anatomi sistem pencernaan terdiri atas saluran yang berkesinambungan dan terhubung satu sama lain rongga mulut, faring, esofagus, lambung/gaster, usus besar, usus halus, anus serta organ-organ aksesoris, yaitu kelenjar ludah, liver, pankreas, serta kelenjar empedu Gambar Secara mikroskopis atau histologis, dinding saluran cerna terdiri dari empat lapisan Gambar yaitu1. Tunika mukosa, terdiri dari lapisan epitel yang membatasi lumen saluran cerna, lamina propria, dan tunika muskularis mukosa yang memisahkan mukosa dengan submukosa. Berbagai segmen saluran cerna memiliki bentuk epitel yang berlainan, tergantung pada fungsinya masing-masing. Pada umumnya, sel epitel memiliki banyak fungsi, yaitu absorbsi pertukaran air, elektrolit, serta nutrien, sekresi enzim, serta sebagai barier yang banyak mengandung sel imun. Lamina propria merupakan lapisan dibawah lapisan epitel yang banyak mengandung saluran limfa, pembuluh darah, dan ujung-ujung saraf aferen maupun Lapisan submukosa yang terdiri dari jaringan ikat elastis serta pembuluh darah dan limfa. Pada lapisan ini, juga terdapat pleksus saraf Meissner yang berfungsi untuk mempersara lapisan epitel dan mukularis Tunika muskularis yang tersusun dari jaringan otot polos sirkuler dan longitudinal. Di antara lapisan otot sirkuler dan longitudinal usus halus, terdapat kumpulan sel ganglion yang disebut dengan plexus Auerbach’s4. Tunika serosa, yaitu jaringan ikat terluar yang menghasilkan cairan serous. Meskipun memiliki struktur umum yang serupa, masing-masing segmen saluran cerna memiliki karakteristik histologis tersendiri sesuai dengan fungsinya pada proses digestif, yaitu fungsi motilitas pergerakan makanan melalui traktus digestifus, sekresi pelepasan zat tertentu untuk membantu proses pencernaan makanan, digesti pemecahan makanan secara sik maupun kimia, atau absorpsi pemindahan berbagai zat ke lingkungan dalam tubuh. Pada bagian selanjutnya, akan dijelaskan mengenai siologi digesti secara umum dan struktur serta proses spesik yang berlangsung pada masing-masing segmen saluran cerna. ToungeEsophagusEsophagusStomachRectumAppendixCecumanusIleum small intestinePancreatic ductPharynxColonTransverse colonAscending colonDescending colonOral cavitySalivary GlandsParotidSubmandibularSublingual2111334556911107865443112MucosaMeissner’s Submucosal PlexuAuebach’s Myenteric PlexuEpitheliumLamina PropriaMuscularis MucosaCircular MuscleSubmucosaMuscularis PropriaSerosa or AdventitiaLongitudinal MuscleHAL4Kesehatan Pencernaan Awal Tumbuh Kembang yang Sehat1. Intestinal Villi2. Muscularis Mucosae3. Glands in the Submucosa4. Tunica Submucosa5. Tunica Muscularis Externa6. Lymphatic Nodulesin the Submucosa7. Myenteric Nerve Plexus8. Tunica Serosa Peritoneum1. Intestinal Crypts -> NO Villi!2. Muscularis Mucosae3. Tunica Submucosa4. Tunica Muscularis Externa5. Myenteric Nerve Plexus6. Tunica Serosa PeritoneumSMALL INTESTINE LARGE INTESTINEGambar histologis saluran cerna Diambil dari Digestive system project - histological structure [picture] Retrieved from on January 3rd 2013. General organization of the gastrointestinal tract. [picture] Retrieved from on January 3rd 2013Seperti telah dijelaskan di atas, fungsi saluran cerna dapat dibagi menjadi empat komponen, yaitu motilitas, sekresi, digesti, dan absorpsi. Fungsi motilitas melibatkan kontraksi otot polos yang bertujuan untuk mendorong makanan melalui saluran cerna dan mencampur makanan dengan jus digesti guna memfasilitasi proses digesti serta absorpsi. Secara berurutan, motilitas saluran cerna mencakup proses ingesti Gambar pencernaan manusia Fisiologi saluran cerna Digestive system diagram Gut anatomy [picture] Retrieved from on January 3rd 2013 HAL5Saluran Cerna yang SehatAnatomi dan Fisiologimemasukkan makanan ke dalam mulut, mastikasi mengunyah, deglutisi menelan, gerakan peristaltik gerakan ritmis saluran cerna, dan segmentasi proses pencampuran di dalam usus.Sekresi saluran cerna, disebut juga dengan jus digestif, terdiri atas enzim, garam empedu, mukus, cairan, serta elektrolit yang dihasilkan dan dilepaskan oleh kelenjar eksokrin ke dalam saluran cerna. Pada umumnya, molekul makanan terlalu besar untuk diserap secara langsung sehingga perlu diuraikan dengan bantuan enzim. Dalam menjalankan fungsinya, kerja enzim dapat dibantu oleh zat-zat lain, seperti asam klorida yang dihasilkan lambung, garam empedu ataupun natrium bikarbonat yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Sekresi asam klorida dan natrium bikarbonat terjadi melalui pertukaran ion antara sel dan lumen saluran cerna. Adapun mukus atau musin diproduksi oleh kelenjar ludah dan berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh non-spesik, asimilasi, dan sebagai pemicu pelepasan neurotransmiter asetilkolin, neuropeptida, dan digesti adalah pemecahan atau penguraian nutrien secara sik dan kimia menjadi bentuk atau unit yang dapat diserap. Digesti secara sik mencakup proses pengunyahann dan pencampuran, sedangkan digesti kimia adalah penguraian makanan dengan bantuan atau katalisasi enzim. Contoh proses digesti kimia adalah penguraian polisakarida menjadi monosakarida dengan bantuan enzim amilase dan disakaridase, pemecahan protein menjadi asam amino dengan bantuan berbagai enzim protease pepsin, tripsin, kemotripsin, dan pemecahan lemak menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan lipase. Proses digesti akan dilanjutkan dengan absorpsi, yaitu proses pemindahan atau transfer zat makanan terdigesti dari lumen usus melalui epitel untuk selanjutnya masuk ke dalam pembuluh darah dan limfa. Selain fungsi terkait percernaan, saluran cerna juga memiliki peran besar dalam sistem kekebalan tubuh. Hal ini selanjutnya dijelaskan pada Bab 2 yang membahas struktur/fungsi saluran cerna terkait dengan kekebalan mulutSetelah seseorang melakukan seleksi makanan dengan bantuan indra penglihatan dan penciuman, proses pencernaan dimulai di dalam mulut dan diawali dengan ingesti, yaitu memasukkan makanan ke dalam rongga mulut. Pada saat makanan kontak dengan lidah, taste bud akan mendeteksi komposisi kimia zat makanan. Proses ingesti dilanjutkan dengan mastikasi atau gerakan mengunyah, yaitu digesti sik oleh gigi dan lidah serta proses digesti kimia oleh saliva. Gigi merupakan organ pertama yang melakukan digesti mekanis. Pertama, makanan digigit oleh gigi depan incisura, kemudian gigi taring kanina memecah makanan menjadi bagian kecil. Selanjutnya, makanan dipotong menjadi bagian lebih HAL6Kesehatan Pencernaan Awal Tumbuh Kembang yang Sehatkecil lagi oleh gigi premolar. Setelah itu, gigi molar menggiling makanan sebagai akhir dari proses digesti mekanis di rongga mulut. Gigi geligi sangat kuat, gigi depan yang memecah dan menggiling makanan bisa mengeluarkan kekuatan sampai 40 kg, sedangkan gigi molar mempunyai kekuatan menggilas hingga 50 - 125 kg. Kunyahan gigi meningkatkan luas permukaan makanan sehingga penetrasi enzim digesti yang terkandung dalam saliva menjadi lebih mudah. Selain itu, lidah turut membantu gerakan ke depan, belakang, dan samping untuk mengoptimalkan pencampuran makanan dengan saliva. Tidak hanya memecah makanan, digesti mekanis juga merangsang impuls saraf yang memicu sekresi cairan lambung dan mempersiapan proses dengan proses mengunyah, tiga pasang kelenjar ludah di mulut menghasilkan saliva. Dalam sehari, tubuh kurang-lebih menghasilkan 1-1,5 kuarta saliva yang berfungsi untuk menjaga kelembapan mulut, melarutkan makanan agar dapat dirasakan oleh indra pengecap, membilas gigi agar tetap bersih, dan melumasi makanan dengan musin agar mudah ditelan. Selain itu, saliva juga mengandung enzim amilase atau ptyalin yang berfungsi untuk memecah zat tepung menjadi maltosa serta mengandung lisozim lysozyme yang dapat mencerna dinding sel bakteri sehingga berfungsi dalam pertahanan tubuh terhadap kuman. Setelah proses digesti mekanis dan kimia di rongga mulut, lidah akan memindahkan bolus-bolus makanan ke dalam faring sebagai langkah awal dan EsofagusFaring merupakan saluran antara faring dan esofagus yang menjadi tempat transisi pergerakan makanan secara volunter di bawah kendali sadar menjadi gerakan involunter. Reeks menelan atau deglutisi yang terjadi di faring akan mendorong makanan melalui esofagus menuju lambung. Selain berfungsi untuk mentranspor makanan dan air ke dalam lambung, faring dan esofagus dan juga mensekresi pemindahan makanan sejak ditelan hingga mencapai lambung membutuhkan waktu kurang-lebih selama 8 detik. Sebagian besar waktu tersebut dihabiskan untuk proses turunnya makanan melewati esofagus, sedangkan cairan murni dapat turun ke esofagus hanya dalam waktu satu detik atau delapan kali lebih cepat dibandingkan makanan lunak. Makanan turun melewati esofagus dengan bantuan gerakan peristaltik. Peristaltik merupakan gelombang gerakan yang cukup kuat dan bekerja seperti gaya gravitasi. Bahkan, dalam kondisi tanpa gravitasi, manusia masih dapat menelan kurang-lebih setengah ons makanan. Hal ini menjadi alasan mengapa astronot dapat makan dalam posisi jungkir balik atau dalam gravitasi nol dan dalam kondisi tersebut mereka harus makan dalam jumlah kurang dari 0,5 ons per sekali telan. HAL7Saluran Cerna yang SehatAnatomi dan FisiologiLambungLambung merupakan organ muskular yang berbentuk seperti kantong. Secara anatomis, lambung dapat dibagi menjadi beberapa segmen, yaitu kardia yang membatasi lambung dengan esofagus, fundus, korpus, dan pilorus Gambar Makanan masuk ke dalam lambung dengan membukanya orisium kardia. Di dalam lambung, terjadi proses digesti sik dan kimia yang akan menghasilkan chyme atau kimus. Selain itu lambung juga berfungsi untuk menyimpan makanan sebelum dilepaskan sedikit demi sedikit ke dalam usus halus. Permukaan bagian dalam lambung dilapisi oleh rugae. Lapisan mukosa terdiri atas beberapa jenis sel Gambar yaitu1. Sel goblet, disebut juga denganmucous neck cell, yang berfungsi untuk mensekresi mukus. Mukus, bersama-sama dengan HCO3, membentuk sistem pertahanan nonspesik lambung gastric mucosal barrier yang berfungsi untuk melindungi epitel Sel parietal berfungsi untuk memproduksi asam klorida HCl. Asam ini berfungsi untuk membunuh bakteri dan denaturasi protein dan membuat suasana lambung menjadi asam dengan PH 1,5 sampai dengan Sel chief memproduksi pepsinogen yang kemudian diaktifkan oleh HCl menjadi pepsin. Pepsin berfungsi untuk memecah protein. Selain itu, sel ini juga memproduksi enzim lipase yang berperan dalam proses hidrolisis lemak dengan memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol dan enzim rennin yang berfungsi untuk mencerna Sel G yang menghasilkan hormon gastrin. Hormon dilepaskan segera setelah makanan masuk ke lambung dan berfungsi untuk memicu sekresi jus digesti oleh kelenjar Sel D yang berfungsi menghasilkan hormon somatostatin bekerja untuk menghambat asam.6. Enterochromafn-like cell, berfungsi memproduksi substansi mirip enzim yang terkandung di dalam cairan lambung gastric juice bercampur dengan makanan melalui proses mekanis, yaitu kontraksi dan relaksasi lambung. Normalnya, lambung mengalami kontraksi sebanyak tiga kali per menit dan mempunyai kapasitas untuk menampung kurang-lebih dua pertiga volume makanan. Pada saat puasa, volume aktual lambung kurang dari dua ons. Kontraksi dan relaksasi lambung ini diinisiasi oleh pikiran, penglihatan, penciuman, serta pengecapan makanan. Produksi cairan lambung dapat ditekan jika makanan tidak tampak menarik, memiliki bau tidak sedap, atau dikonsumsi dalam suasana tidak nyaman. Sekresi juga akan menurun dengan jumlah makanan yang besar, kandungan lemak tinggi, atau proses mengunyah yang kurang. Dalam keadaan sakit, takut, atau depresi, produksi cairan lambung dapat tertekan lebih dari 24 jam. Hal ini menerangkan mengapa konsumsi makanan dapat berkurang saat perasaan kecewa atau tidak senang. HAL8Kesehatan Pencernaan Awal Tumbuh Kembang yang SehatPengosongan makanan dari lambung memerlukan waktu antara 2 – 6 jam. Setiap gerakan peristaltik dapat mengosongkan 3/100 ons isi lambung. Jika lambung berkontraksi dengan frekuensi tiga kali per menit, maka pengosongan satu kilogram makanan memakan waktu sekitar 5 jam. Proses digesti dan pengosongan lambung tergantung pada jenis makanan. Protein dicerna dalam suasana asam, sedangkan lemak membutuhkan suasana netral. Air dan cairan meninggalkan lambung paling cepat. Pengosongan karbohidrat paling cepat dibandingkan protein atau lemak, sedangkan protein meninggalkan lambung lebih cepat dibandingkan lemak. Dalam jangka waktu 5 menit setelah lemak masuk ke dalam lambung, hormon enterogastron masuk ke dalam darah dan kemudian menuju lambung. Hormon ini menghambat gerakan lambung dan menyebabkan pengosongan lambung menjadi lebih lambat. Waktu pengosongan lambung untuk berbagai jenis karbohidrat juga HalusUsus halus merupakan tabung yang memiliki panjang kurang-lebih 6 – 7 meter dan terdiri atas duodenum 20 cm, jejunum m, serta ileum. Sebagian besar proses digesti kimia dan absorpsi terjadi di dalam usus halus memiliki permukaan yang luas dengan adanya plika lipatan mukosa, vili tonjolan mukosa seperti jari atau jonjot usus, serta mikrovili atau brush border. Vili mengandung banyak kapiler dan pembuluh limfa central lacteal yang memiliki peran sentral dalam proses absorbsi. Selain itu, vili juga bergerak seperti tentakel gurita yang membantu proses pergerakan zat makanan di dalam rongga usus Kimia Usus Halus dan PankreasBrush border banyak mengandung enzim yang berikatan dengan membran sel epitel dan berfungsi dalam proses digesti kimia. Enzim-enzim tersebut berperan dalam proses hidrolisis disakarida, polipeptida, dan lain sebagainya. Salah satu jenis enzim yang terdapat pada brush border adalah enterokinase. Enzim ini berfungsi untuk mengaktifkan enzim tripsin yang diproduksi oleh pankreas. Tripsin selanjutnya berfungsi dalam proses pemecahan polipeptida menjadi peptida rantai pendek dan asam amino. Adapun enzim disakaridase berfungsi untuk memecah disakarida menjadi monosakarida, seperti sukrase yang memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa serta laktase yang memecah laktosa menjadi glukosa dan eksokrin pankreas mensekresi jus pankreas ke dalam duodenum. Jus tersebut mengandung beberapa enzim dan elektrolit, yaitu 1 amilase yang berfungsi untuk memecah karbohidrat/zat tepung; 2 tripsinogen yang diaktifkan menjadi tripsin oleh enterokinase; 3 lipase dan ko-lipase yang berfungsi untuk mencerna trigliserida; 4 enzim-enzim protease serta nuklease; dan 4 natrium bikarbonat alkali yang berfungsi untuk menetralisir asam lambung. HAL9Saluran Cerna yang SehatAnatomi dan FisiologiDigesti Kimia LiverPada proses digesti kimia, liver memiliki fungsi utama untuk mensekresi cairan empedu dan memetabolisme zat-zat yang telah diabsorbsi. Cairan empedu yang dihasilkan oleh liver disimpan di dalam kandung empedu gall bladder untuk kemudian disekresikan ke dalam duodenum. Garam empedu berguna dalam proses emulsi/absorbsi lemak. Selain itu, cairan empedu juga mengandung bilirubin yang merupakan hasil pemecahan sel darah merah dan akan dibuang melalui saluran proses metabolisme terjadi di dalam hati. Darah kaya nutrien mengalir dari vili usus ke sistem porta hepatik. Berbagai nutrien tersebut akan diproses terlebih dulu di dalam liver sebelum masuk ke sirkulasi umum. Selain itu, liver juga berfungsi dalam proses degradasi sampah metabolisme, hormon, obat, dan lain sebagainya. Organ ini juga mensintesis protein plasma dan menjadi tempat penyimpanan kelebihan glukosa dalam bentuk glikogen, penyimpanan cadangan lemak, mineral, dan vitamin. Glikogen akan dipecah kembali menjadi glukosa untuk mempertahankan kadar gula darah dalam rentang normal dan menyuplai kebutuhan energi saat tubuh Karbohidrat dan ProteinKarbohidrat dan protein dipecah berturut-turut menjadi monosakarida dan asam amino/peptida rantai pendek. Selanjutnya, partikel-partikel tersebut akan ditranspor ke permukaan epitel oleh ko-transporter. Monosakarida dan asam amino/peptida rantai pendek diserap melalui proses coupling dengan ion Na+ atau H+ ke dalam sel epitel dan kemudian masuk ke dalam kapiler darah menuju sistem porta LemakSebelum diserap dan dipecah, lemak lipid mengalami proses emulsikasi oleh garam empedu. Pada proses ini, lipid berinteraksi dengan garam empedu untuk membentuk droplet. Selanjutnya, enzim lipase yang dihasilkan oleh pankreas akan memecah lemak teremulkasi menjadi asam lemak bebas dan monogliserida yang kemudian diserap oleh epitelium. Di dalam sel epitel, asam lemak dan monogliserida tersebut menjalani proses re-sintesis untuk kembali membentuk trigliserida. Trigliserida kemudian berikatan dengan protein untuk membentuk chylomicron yang dilepaskan ke dalam submukosa melalui proses eksositosis. Selanjutnya, chylomicronmemasuki sistem limfatik lakteal sentral dan ditranspor ke dalam sirkulasi BesarUsus besar terdiri dari kolon, sekum, apendiks, dan rektum yang keseluruhannya memiliki panjang kurang-lebih 5 kaki. Kolon terdiri dari tiga segmen, yaitu kolon asenden, transversum, serta besar terhubung dengan usus halus melalui katup ileosekal yang berfungsi untuk mengendalikan kecepatan masuknya HAL10Kesehatan Pencernaan Awal Tumbuh Kembang yang Sehatmakanan dari usus halus ke usus besar dan mencegah reuks sisa makanan dari usus besar ke usus halus. Katup ileosekal membuka ke bagian usus besar yang disebut sekum caecum, yaitu segmen yang berfungsi menerima sisa makanan. Bagian sekum yang menonjol disebut apendiks. Posisi apendiks yang eksentrik mengakibatkan sisa makanan mudah berakumulasi di rongga tersebut dan dapat mengakibatkan peradangan atau apendisitis. Fungsi utama usus besar adalah untuk menampung zat-zat yang tidak terdigesti dan tidak diabsorpsi feses. Sebagian kecil garam dan air sisa pencernaan juga diserap di dalam usus besar. Apabila sisa makanan bergerak terlalu lambat atau berada di kolon terlalu lama, akan terjadi absorpsi air yang berlebihan sehingga feses menjadi keras dan mengakibatkan konstipasi. Kurang-lebih 30% berat kering feses mengandung bakteri E. coli. Bakteri ini hidup di dalam usus besar dan memproduksi vitamin Persarafan dan Endokrin Saluran CernaSistem persarafan saluran cerna merupakan bagian dari sistem saraf otonom yang terdiri dari jaring-jaring neuron yang mengatur fungsi saluran cerna. Sel-sel serta serabut saraf terkumpul dalam dua jenis ganglia, yaitu pleksus mienterikus Auerbach’s yang terletak di tunika muskularis dan plekus submukosa Meissner. Selain fungsi yang dikendalikan otak dan korda spinalis melalui nervus parasimpatis nervus vagus dan simpatis ganglia prevertebral, sistem ini mampu menjalankan fungsi secara otonom, seperti melakukan koordinasi berbagai reeks secara independen. Sistem saraf enterik terdiri dari neuron aferen, neuron aferen, dan interneuron. Neuron aferen atau sensorik berfungsi untuk meneruskan rangsang mekanis ataupun kimia, sedangkan neuron eferen berperan dalam mengontrol gerakan peristalsis usus dan sekresi enzim. Fungsi tersebut melibatkan berbagai neurotransmiter yang juga ditemukan pada sistem saraf pusat, seperti asetilkolin ACH, dopamine, dan pencernaan melibatkan tiga fase persarafan, yaitu fase sefalik, gastrik, dan intestinal. Fase sefalik berawal proses sensorik yang diperantarai oleh nervus vagus. Rangsangan terhadap nervus vagus oleh penglihatan, penciuman, dan kontak makanan akan memicu sekresi asetilkolin ACH. Asetilkolin selanjutnya merangsang sel chief, sel parietal, dan sel G di dalam lambung untuk berturut-turut menghasilkan asam, pepsinogen, dan gastrin. Selain itu, nervus vagus juga berfungsi untuk memperantarai sekresi pankreas. Fase gastrik diawali dengan masuknya makanan ke dalam lambung yang menstimuli reseptor karbohidrat dan protein. Adapun fase intestinal adalah kontrol saraf terhadap pergerakan usus dan sekresi enzim. Mekanisme stimuli melibatkan dua jenis reeks, yaitu reeks pendek stimulasi efektor secara langsung oleh makanan dan FundusIntrinsicfactorPariental cellsBodyChief cellsHClPepsinogenG cellsGastrinAntrumHAL11Saluran Cerna yang SehatAnatomi dan Fisiologireeks panjang makanan menstimulasi nervus vagus yang selanjutnya merangsang efektor untuk mengeluarkan ACH. Reeks endokrin juga berperan dalam proses pencernaan. Jika ada stimulus berupa makanan, lambung akan mengalami distensi dan mensekresi asam lambung yang memicu reseptor dan integrator di sel endokrin lambung atau usus. Informasi dari reseptor dan integrator selanjutnya diteruskan ke saraf eferen untuk merangsang sekresi hormon gastrointestinal. Hormon gastrointestinal kemudian merangsang efektor di sel otot polos, kelenjar eksokrin, dan sistem saraf untuk melakukan kontraksi, sekresi atau sintesis, dan memicu rasa of stomach Cell Types SubstanceSecreted1. Mucousneck cellMucusprotects liningBicarbonate2. ParietalcellsGastric acid HCl4. Chief cells Pepsin ogenGastric lipase5. D cells Somatostatininhibits acid6. G cells Gastrinstiumlates acid3. Enterochromafn-like cellHistaminestimulates acidIntrinsic factorCa++ absorption12234556Gambar anatomi dan histologi lambungDiambil dari Gastric Glands [picture] Retrieved from Accessed January 3rd 2013 and picture from Accessed January 3rd 2013 HAL12Kesehatan Pencernaan Awal Tumbuh Kembang yang SehatReferensi1. Carol LB, et al. Clinical Response to Commonly Used Switch Formulas Occurs within 1 day. Clin Pediatr. 200948582. Cotran, Kumar, Collins 6th edition. Robbins Pathologic Basis of Disease. WB Saunders Company. 1999. 3. David A. Warrell 2005. Oxford textbook of medicine Sections 18-33. Oxford University Press. pp.511–.ISBN Digestive system diagram Gut anatomy [picture] Retrieved from on January 3rd 2013. 5. Ganong’s Review of Medical Physiology. 24th Edition. McGraw Hill Professional6. Gastric Glands [picture] Retrieved from Accessed January 3rd Gastric Cells [picture] retrived from Accessed January 3rd 20138. General organization of the gastrointestinal tract. [picture] Retrieved from on January 3rd 2013. 9. Kim E. Barrett, Susan M. Barman, Scott Boitano, Heddwen Brooks 2012.10. Martini 5th edition. Fundamentals of Anatomy & Physiology. Prentice Hall. 2001. 11. Moore, Dalley 4th edition. Clinically Oriented Anatomy. Lippencott Williams & Wilkins. Moore, Dalley 4th edition. Clinically Oriented Anatomy. Lippencott Williams & Wilkins. 1999. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this fussy or extremely fussy infants were randomized to receive soy-based formula Soy n = 82 or a partially hydrolyzed cow's milk protein CMP, low-lactose formula PHF n = 77 in a multicenter, double-blind, randomized, parallel, prospective 28-day feeding trial. Body weight and infant formula tolerance were reported. Adverse events were recorded throughout the study. A significant reduction in mean scores of fussiness, gas, spit-up, and crying compared with baseline measures was observed in infants who received either Soy or PHF within 1 day of formula intake; improvement in symptoms was sustained by study end. Stool consistency remained constant through day 28 in the PHF group, whereas stools in the Soy group became more firm by day 2 and did not return to prestudy consistency. PHF, with a protein profile patterned more closely on human breast milk, improved symptoms of formula intolerance as well as soy-based 6th edition. Robbins Pathologic Basis of Disease. WB Saunders CompanyKumar CotranCotran, Kumar, Collins 6th edition. Robbins Pathologic Basis of Disease. WB Saunders Company. textbook of medicine Sections 18-33David A WarrellDavid A. Warrell 2005. Oxford textbook of medicine Sections 18-33. Oxford University Press. pp. 4th edition. Clinically Oriented Anatomy. Lippencott Williams & WilkinsMooreMoore, Dalley 4th edition. Clinically Oriented Anatomy. Lippencott Williams & Wilkins. 1999. Selainmencerna makanan secara mekanis, mulut juga mengalami proses pencernaan yang menggunakan cara kimiawi. Setelah manusia mekunyah makanan dimulut, maka makanan akan ditelan masuk melalui kerongkongan dan lalu masuk ke lambung. Pada dalam leher manusia memiliki 2 saluran, saluran yang pertama adalah kerongkongan yang terdapat di belakang.
Sistem pencernaan manusia merupakan proses yang berlangsung untuk mengatur kebermanfaatan makanan yang masuk ke dalam tubuh hingga keluar dari dalam tubuh. Sistem pencernaan manusia tersusun atas organ kompleks yang menyambung antara satu dengan lainnya. Peran penting dari urutan sistem pencernaan adalah mengubah makanan dan minuman menjadi sumber energi bagi makhluk hidup untuk beraktivitas. Proses pencernaan pada manusia terdiri dari tiga tahapan, diantaranya Ingesti, yaitu proses pemasukan makanan ke dalam rongga mulur menggunakan tangan atau alat bantu makan tertentu seperti sendok, garpu, dan lain-lain. Penyerapan, merupakan proses pengolahan nutrisi yang ada pada organ pencernaan menuju sistem sirkulasi. Selanjutnya sistem sirkulasi yang telah menyerap cukup nutrisi akan mengantarkan nutrisi tersebut ke seluruh bagian tubuh. Defekasi, atau disebut juga sebagai proses pembuangan. Setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh manusia mengandung bahan-bahan yang diperlukan tubuh sekaligus bahan yang tidak penting berada dalam tubuh. Bahan-bahan yang tidak lagi digunakan sisa-sisa makanan akan dibuang pada proses defekasi. Berdasarkan cara pengolahannya, makanan diolah dalam dua cara yaitu secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik adalah proses ketika makanan yang masuk dipecah menjadi bagian yang lebih kecil dengan bantuan organ-organ tubuh Sementara pencernaan kimiawi merupakan proses perubahan arti molekul makanan dari yang semula kompleks menjadi sederhana agar mudah dicerna, proses ini identik dengan adanya bantuan enzim pencernaan. Urutan Sistem Pencernaan Manusia Organ-organ sistem pencernaan manusia tersusun sedemikian rupa sehingga mampu memproses makanan menjadi zat yang lebih mudah diserap. Setiap organ memiliki fungsinya masing-masing yang disesuaikan dengan urutan masuknya makanan. Adanya urutan pencernaan memungkinkan makanan yang masuk ke dalam tubuh diproses secara tepat. Berikut adalah urutan pencernaan pada manusia dimulai dari tempat makanan masuk hingga makanan dikeluarkan dari dalam tubuh. Mulut Cavum oris Mulut adalah organ pertama proses pencernaan pada manusia, yaitu sebagai tempat pertama masuknya makanan ke dalam tubuh. Proses pencernaan yang terjadi pada mulut adalah ingesti, atau pemasukan makanan yang dilakukan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik yang terjadi pada mulut ditandai dengan pemecahan bentuk yang lebih sederhana dari makanan. Proses ini dibantu oleh organ yang ada di dalam mulut yaitu gigi dan lidah. Gigi manusia tersusun dalam beberapa bentuk untuk menyesuaikan pemrosesan makanan. Terdapat gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham yang jumlahnya berbeda antara anak kecil dan orang dewasa. Ketika gigi mengunyah makanan menjadi bagian yang lebih kecil dan halus, gigi dibantu oleh lidah. Lidah berfungsi memindahkan makanan dari satu titik ke titik lain di dalam mulut agar dapat dicerna dengan mudah. Pencernaan kimiawi yang terjadi di mulut adalah ketika makanan menjadi bagian yang lebih halus dan lunak. Proses ini dibantu oleh kelenjar saliva ludah yang mengandung enzim-enzim tertentu. Ada tiga kelenjar yang menghasilkan saliva yaitu kelenjar parotis, kelenjar submandibularis, dan kelenjar sublingualis. Faring Faring merupakan saluran makan yang menghubungkan antara mulut dengan kerongkongan esofagus. Faring berada pada tenggorokan manusia dan bersebelahan dengan saluran napas yaitu laring trakea. Terdapat katup pembatas antara faring dengan laring yang berfungsi agar makanan masuk ke saluran yang tepat, katup tersebut dinamakan epiglotis. Kerongkongan Esophagus Kerongkongan adalah saluran yang terletak di bawah faring. Saluran ini berfungsi untuk menghubungkan makanan yang berasal dari mulut ke bagian lambung. Kerongkongan terdiri dari otot-otot yang berperan dalam pengolahan makanan. Di dalam kerongkongan makanan akan didorong menuju lambung dengan gerakan kontraksi otot yang disebut gerak peristaltik. Gerak ini memiliki naik turun dengan bagian otot yang seperti meremas sesuatu. Pada bagian ujung kerongkongan terdapat cincin otot yang akan menutup bagian kerongkongan jika makanan sudah masuk ke lambung agar makanan dan cairan tubuh tidak kembali naik. Ginjal Lambung adalah salah satu organ penampung makanan dan cairan yang ditelan oleh mulut. Lambung memiliki ukuran dua kepalan tangan manusia, dengan letak di perut bagian atas antara kerongkongan dengan usus halus. Selain sebagai tempat penyimpanan, lambung berfungsi mencampur makanan dengan cairan pencernaan yang diproduksi oleh lambung itu sendiri. Setelah itu, makanan akan diteruskan ke usus halus dan lambung dikosongkan kembali. Pada proses pengolahan makanan, lambung dibantu oleh enzim-enzim yang memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Di dalam lambung, makanan diolah ke dalam bentuk yang semi padat, atau disebut juga dengan chyme. Pada lambung bagian bawah juga terdapat cincin yang akan menutup bila lambung telah kembali dalam kondisi kosong, dan makanan diteruskan ke usus halus. Pada umumnya makanan meninggalkan lambung mencapai empat jam setelah makan. Usus Dua Belas Jari Duodenum Usus dua belas jari merupakan bagian usus halus pertama. Usus halus memiliki bentuk yang menyerupai tabung dengan panjang sekitar 10 meter dan ketebalan sekitar 1 inci. Bagian usus dua belas jari terletak tepat di bawah lambung. Di dalam usus dua belas jari terjadi proses pemecahan lemak serta karbohidrat di dalam makanan yang berasal dari lambung. Usus dua belas jari memiliki panjang sekitar 25 cm, bagian ini adalah yang terpendek dibandingkan bagian usus halus lainnya. Usus Kosong Jejunum Usus kosong adalah bagian usus halus yang terletak di tengah-tengah antara usus dua belas jari dan usus penyerapan. Panjangnya mencapai 7 meter, merupakan bagian usus yang terpanjang pada usus halus. Di dalam usus kosong tidak terjadi proses apapun, baik penyerapan maupun pencernaan. Makanan hanya lewat melaluinya dari duodenum menuju ke ileum untuk diserap. Usus Penyerapan Ileum Ileum atau usus penyerapan merupakan usus yang berfungsi sebagai penyerapan makanan. Penyerapan yang terjadi adalah penyerapan dari sari-sari makanan yang selanjutnya akan diteruskan ke seluruh tubuh. Usus penyerapan memiliki panjang sekitar 1 meter. Dari ketiga bagian yang ada pada usus halus, fungsi utama yang dilakukan usus halus terhadap makanan dan sistem pencernaan diantaranya Menyerap protein pada makanan dalam bentuk asam amino. Menyerap karbohidrat dengan bantuan enzim dalam bentuk emulsi lemak. Menerima sari-sari makanan yang mudah dicerna untuk selanjutnya diserap oleh kapiler darah dan saluran limfa. Usus Besar Usus besar adalah usus yang berada di sisi kanan bawah tubuh hingga sisi kiri bawah tubuh. Dengan panjang yang mencapai 5 sampai 6 meter, usus besar terdiri dari tiga bagian yaitu sekum, kolon, dan rektum. Bagian pertama, sekum terletak pada usus besar pertama dengan bentuk menyerupai kantung. Bagian ini menampung makanan yang berasal dari usus halus. Selanjutnya kolon, merupakan tempat penyerapan dari garam dan cairan, sehingga makanan memilki bentuk yang lebih padat. Rektum Makanan yang masuk ke dalam usus besar merupakan zat-zat yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh dan siap untuk dibuang. Sebelum dibuang melalui anus, sisa-sisa makanan tersebut akan lebih dulu ditampung di bagian rektum. Rektum merupakan bagian terakhir yang ada pada usus besar. Usus besar memiliki fungsi utama sebagai pembuangan air dan garam elektrolit dari sisa-sisa makanan yang tidak lagi diperlukan. Sehingga sisa-sisa makanan yang merupakan limbah, atau selanjutnya disebut sebagai feses memiliki bentuk yang padat. Feses akan dibuang dalam waktu tertentu melalui anus, sebelum waktu tersebut feses akan tinggal pada rektum. Anus Anus merupakan bagian terakhir dari saluran pencernaan. Proses yang terjadi pada anus disebut dengan digesti atau pembuangan, yaitu pembuangan zat sisa makanan yang tidak lagi dibutuhkan. Sisa makanan tersebut adalah limbah yang disebut feses. Feses sebagai zat yang tidak lagi berguna dan dibutuhkan oleh tubuh, harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Setidaknya rutin selama satu hari setelah tubuh diisi oleh makanan, dan sistem pencernaan mencernanya dengan baik. Jika feses tidak keluar dari tubuh, maka akan menyebabkan penyakit tertentu. Namun, lancar atau tidaknya pembuangan yang dilakukan oleh anus juga dipengaruhi oleh faktor makanan yang dimakan. Maka untuk dapat menjaga pencernaan agar selalu sehat, makanan yang masuk ke mulut pun harus jenis makanan yang menyehatkan. Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan macam-macam urutan sistem pencernaan yang ada pada manusia dan penjelasan lengkapnya. Semoga bisa memberik edukasi, referensi, dan pengetahuan bagi semuanya. Referensi TulisanTukiman. “Sistem Pencernaan pada Manusia Lengkap Urutan dan Fungsinya” 27 Desember 2018, Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website
PENGERTIANPenyusun sistem pencernaan makanan terdiri atas dua bagian besar, yaitu saluran pencernaan) tractus yang terdiri dari alat pencernaan dan kelenjar pencernaan (glandula) yang mengandung enzim - enzim pencernaan. Saluran -saluran pencernaan manusia adalah mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, anus. Masfiem Saluran pencernakan manusia dimulai dari mulut, di olah dan dihancurkan secara mekanik ditambah cairan ludah, kemudian masuk ke kerongkongan, menuju lambung, disini bercampur cairan lanbung dan diproses secara kimia dan mekanik, selanjutnya di angkut ke usus halus, usus 12 jari dan disini terjadi penyerapan sari makanan dan cairan, kemudian selanjutnya menuju usus besar untuk proses penyerapan, pembusukan dan pemadatan hingga terakhir menuju saluran mulut sampai dengan saluran terakhir terjadi proses yang saling berkaitan, apabila diukur panjang dari mulut sampai dengan anus mencapai ukuran 9 m. Sistempencernaan mencit yaitu dimulai dari esophagus, kerongkongan, usus halus, lambung, usus besar, dan berlanjut di anus. 9 fa. Sistem Penccernaan pada manusia Gambar sistem pencernaan manusia Saluran pencernaan pada manusia dimulai dari rongga mulut dan diakhiri oleh anus ( lubang pelepasan ).
JawabanSaluran pencernakan manusia dimulai dari mulut, di olah dan dihancurkan secara mekanik ditambah cairan ludah, kemudian masuk ke kerongkongan, menuju lambung, disini bercampur cairan lanbung dan diproses secara kimia dan mekanik, selanjutnya di angkut ke usus halus, usus 12 jari dan disini terjadi penyerapan sari makanan dan cairan kemudian selanjutnya menuju usus besar untuk proses penyerapan, pembusukan dan pemadatan hingga terakhir menuju saluran pembuangan. Dari mulut sampai dengan saluran terakhir terjadi proses yang saling berkaitan, apabila diukur panjang dari mulut sampai dengan anus mencapai ukuran 9 m.
.
  • wz33yx7tcs.pages.dev/77
  • wz33yx7tcs.pages.dev/447
  • wz33yx7tcs.pages.dev/102
  • wz33yx7tcs.pages.dev/308
  • wz33yx7tcs.pages.dev/916
  • wz33yx7tcs.pages.dev/957
  • wz33yx7tcs.pages.dev/236
  • wz33yx7tcs.pages.dev/816
  • wz33yx7tcs.pages.dev/147
  • wz33yx7tcs.pages.dev/192
  • wz33yx7tcs.pages.dev/350
  • wz33yx7tcs.pages.dev/97
  • wz33yx7tcs.pages.dev/570
  • wz33yx7tcs.pages.dev/741
  • wz33yx7tcs.pages.dev/889
  • saluran pencernaan manusia tersusun sepanjang 9 meter