Pembahasan Pernapasan merupakan proses yang dilakukan oleh organisme untuk menghasilkan energi dari hasil metabolisme. Proses pernapasan terjadi dengan menghirup oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan karbondioksida ke luar tubuh. Proses pertukaran gas oksigen dan karbondioksida ini terjadi di alvelous didalam paru-paru.
Ilustrasi pernapasan manusia. Sumber meninggalkan alveolus dan masuk ke pembuluh darah melalui proses difusi. Selain itu, karbon dioksida juga meninggalkan darah. Proses ini terjadi dalam sistem pernapasan manusia, lebih tepatnya pada udara di dalam paru-paru atau disebut alveolus merupakan tempat terjadinya pertukaran gas antara darah di dalam pembuluh darah dengan udara bebas yang buku berjudul Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VIII yang ditulis Wasis dan Sugeng Yuli Irianto, oksigen dari udara berdifusi ke dalam darah. Sedangkan, karbon dioksida dan uap air dari darah berdifusi ke Pertukaran Oksigen dan Karbon DioksidaPeristiwa oksigen meninggalkan alveolus dan masuk ke pembuluh darah melalui proses difusi terjadi dalam mekanisme pertukaran oksigen dan karbon buku Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Program IPA yang ditulis Faidah Rachmawati dkk., proses bertukarnya oksigen O2 dan karbon dioksida CO2 terjadi dalam alveolus dan masuk ke paru-paru saat terjadi inspirasi. Karena tekanan parsial O2 PO3 dalam atmosfer lebih tinggi, maka udara masuk ke alveoli. Kemudian, karena PO2 di alveoli lebih tinggi daripada kapiler-kapiler darah alveoli, maka oksigen masuk secara difusi ke kapiler yang berada di kapiler darah diikat oleh hemoglobin darah dan diedarkan ke seluruh tubuh menuju jaringan-jaringan. Setelah sampai di jaringan, oksigen akan berdifusi masuk ke sel-sel oksigen meninggalkan alveolus dan masuk ke pembuluh darah melalui proses difusi. Sumber dalam sel, oksigen digunakan untuk proses oksidasi sel. Gas sisa yang dihasilkan dari proses oksidasi sel adalah karbon dioksida. Makin banyak okisgen yang digunakan, makin banyak pula karbon dioksida yang dihasilkan. Hal ini menyebabkan tekanan parsial CO2 PCO2 dalam sel lebih tinggi dari kapiler hal itu, karbon dioksida berdifusi ke kapiler vena darah dan dibawa menuju ke paru-paru. Tingkat kelarutan karbon dioksida di dalam darah kira-kira 20 kali kelarutan dioksida berdifusi dalam eritrosit secara cepat, sehingga mengalami hidrasi menjadi HCO3. Penyebabnya karena terdapat enzim karbonat anhidrase dalam plasma penurunan kejenuhan Hb terhadap karbon dioksida menyebabkan Hb mengikat lebih banyak H+ dari oksihemoglobin. Sebagian karbon dioksida dalam eritrosit bereaksi dengan gugus amino membentuk senyawa karbamino senyawa Hb dengan CO2.Dengan adanya ikatan Hb dengan karbon dioksida, darah lebih asam. Namun, keasaman ini dinetralkan oleh ion-ion Na+ dan K+. Sampai di paru-paru, karbon dioksida berdifusi ke alveolus dari kapiler ini dapat terjadi karena tekanan karbon dioksida dalam alveolus lebih rendah dibanding tekanan CO2 dalam kapiler vena. Selanjutnya, melalui saluran pernapasan karbon dioksida diembuskan keluar tubuh.Bagaimanaoksigen diangkut ke sel-sel tubuh dan sel darah mana yang terpengaruh pada anemia? Hemoglobin: Protein di dalam sel darah merah (a) yang membawa oksigen ke sel dan karbon dioksida ke paru-paru adalah hemoglobin (b). Hemoglobin terdiri dari empat subunit simetris dan empat kelompok heme. Besi yang terkait dengan heme mengikat oksigen.Jakarta Cara meningkatkan saturasi oksigen bagi pasien yang mengalami masalah paru-paru berat bisa dengan teknik proning. Meningkatkan saturasi oksigen ini dilakukan dengan posisi tengkurap, karena pada posisi tersebut oksigenasi disebut lebih mudah. 6 Fakta Happy Hypoxia, Gejala Baru Covid-19 yang Wajib Diwaspadai dan Mematikan Raditya Oloan Suami Joanna Alexandra Meninggal Dunia Post Covid-19, Ini 6 Faktanya Ciri-Ciri Penyakit Jantung Menurut Jenisnya, Waspadai Sedini Mungkin Pahami bahwa bagian terberat dari paru-paru terletak di punggung, sehingga pasien dengan masalah paru yang tidur terlentang akan kesulitan mendapatkan udara cukup bagian tersebut tertekan. Sebaliknya, cara meningkatkan saturasi oksigen dalam posisi tengkurap membuat beban di paru-paru akan tersebar lebih merata. Semakin merata bebannya, semakin sedikit bahaya ditimbulkan. Pada bulan Maret 2020, Badan Kesehatan Dunia WHO sudah merekomendasikan teknik proning untuk diaplikasikan kepada pasien virus corona COVID-19 dewasa dengan ARDS, untuk jangka waktu 12 hingga 16 jam sehari. WHO menyatakan, teknik inipun dapat diterapkan untuk pasien anak-anak. Hal serupa disampaikan oleh para pakar di Kementerian Kesehatan India bahwa proning baik bagi pasien isolasi mandiri, terutama yang mengalami saturasi oksigen di bawah 94 persen. Namun, untuk melakukannya dibutuhkan orang-orang yang terlatih dan dengan keahlian tambahan. Berikut ulas cara meningkatkan saturasi oksigen atau proning, efektivitas, dan dampak buruknya dari berbagai sumber, Jumat 9/7/2021.Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen atau ProningPetugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. Xinhua/Xiao YijiuProning merupakan cara meningkatkan saturasi oksigen pada pasien yang mengalami sesak napas yang efektif. Dalam dunia medis cara meningkatkan saturasi oksigen dalam darah ini dilakukan dengan posisi tengkurap. Sebuah studi di European Respiratory Journal tahun 2002 melaporkan, teknik ini terbukti sebagai langkah efektif dalam waktu yang lama, pada pengobatan pasien sindrom penyakit pernapasan akut acute respiratory disease syndrome/ARDS. Dalam penelitian dinyatakan teknik itu dianggap sebagai 'metode sederhana dan aman untuk meningkatkan oksigenasi'. Cara meningkatkan saturasi oksigen dalam darah dikutip dari laman Indian Express, Jumat 9/7/2021 adalah posisi tengkurap dengan dada dan perut di bawah, atau menyamping, memang dianggap membantu tubuh mendapatkan oksigen atau udara ke seluruh arena paru-paru dibandingkan telentang. Para pakar di Kementerian Kesehatan India juga sudah mengeluarkan panduan melakukan cara meningkatkan saturasi oksigen atau proning bagi pasien isolasi mandiri, yang mengalami saturasi oksigen di bawah 94 persen. Sebelum melakukan cara meningkatkan saturasi oksigen atau proning, siapkan bantal sebanyak satu di bawah leher, satu atau dua di bawah dada hingga melalui paha atas, serta dua di bawah tulang kering. Lakukan setiap posisi cara meningkatkan saturasi oksigen yang direkomendasikan ini, masing-masing sekitar 30 menit dan disarankan tidak lebih 1. Mulailah dengan berbaring tengkurap, 2. Berbaring miring ke kanan, 3. Duduk dengan kaki terentang di depan anda, 4. Berbaring di sisi kiri, 5. Lalu kembalilah berbaring tengkurap. Ada juga beberapa anjuran dan larangan dalam melakukan cara meningkatkan saturasi oksigen atau proning 1. Hindari tengkurap selama satu jam setelah makan 2. Pertahankan proning hanya sebanyak yang bisa ditoleransi dengan mudah 3. Seseorang mungkin bisa tengkurap hingga 16 jam sehari, dalam beberapa siklus, selama merasa nyaman 4. Bantal dapat disesuaikan sedikit untuk mengubah area tekanan dan untuk kenyamanan 5. Pantau setiap luka tekan atau cedera, terutama di sekitar tonjolang tulang Selain itu, menurut Kementerian Kesehatan India, cara meningkatkan saturasi oksigen atau proning harus dihindari pada mereka yang berada dalam kondisi 1. Hamil 2. Trombosis vena dalam ditangani dalam waktu kurang dari 48 jam 3. Kondisi jantung mayor 4. Fraktur tulang belakang, tulang paha, atau panggul yang tidak stabilEfektivitas Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen atau ProningPetugas medis Tunisia merawat pasien di gym yang diubah untuk menangani lonjakan infeksi COVID-19 di pusat kota Kairouan pada 4 Juli 2021. Tunisia tengah berjuang menghadapi tsunami COVID-19 sementara jumlah orang yang meninggal akibat virus corona terus melonjak tinggi. FETHI BELAID/AFPStudi Awake Proning A Necessary Evil During the COVID-19 Pandemic yang dilakukan National Center for Biotechnology Information NCBI di Cureus Journal Juli 2020 juga mengatakan, awake proning atau cara meningkatkan saturasi oksigen dapat menunda penggunaan ventilasi mekanis dan memudahkan pasien ARDS berat atau pneumonia berat dalam menjaga suplai oksigen ke jaringan tubuh. Jack Stewart, ahli paru dari St. Joseph Hospital in Orange County, California, Amerika Serikat mengatakan, membalikkan perut pasien sebagai cara meningkatkan saturasi oksigen dapat membantu pernapasan karena oksigenasi lebih mudah dalam posisi tengkurap. Cara meningkatkan saturasi oksigen ini adalah fungsi anatomi karena tubuh manusia memiliki lebih banyak jaringan paru-paru di bagian belakang tubuh daripada di depan. Virus SARS-CoV-2, menyebabkan cairan dan sekresi abnormal berkumpul ke arah belakang, di mana terdapat lebih banyak jaringan paru, dan menyebabkan gangguan yang lebih besar pada fungsi paru-paru. Tidak hanya pada pasien kritis, sebuah panduan cara meningkatkan saturasi oksigen dari UK Intensive Care Society juga mengatakan, teknik ini dapat mengurangi kebutuhan akan ventilasi invasif, dan kemungkinan meninggal bagi pasien COVID-19, yang sadar sebelum mereka mencapai perawatan intensif. "Posisi ini membantu dalam meningkatkan aliran oksigen pada pasien yang kritis, yang pada gilirannya memastikan bahwa mereka cenderung tidak memerlukan dukungan ventilator," kata Praveen Gupta, Direktur dan Kepala Departemen Neurologi, Fortis Memorial Research Institute, Gurugram, India. Mengutip laman Klikdokter, Jumat 9/7/2021 dokter spesialis penyakit dalam Alvin Nursalim, mengatakan, posisi tidur tengkurap tidak khusus untuk pasien COVID-19 saja. "Benar adanya bahwa posisi tidur tengkurap dapat menurunkan angka kematian pada pasien gangguan paru berat. Melalui mekanisme keterlibatan paru dorsal dalam, pernapasan pasien virus Corona jadi lebih baik dan meningkatkan volume parunya," kata Buruk Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen atau ProningSeorang petugas medis Tunisia merawat pasien di gym yang diubah untuk menangani lonjakan infeksi COVID-19 di pusat kota Kairouan pada 4 Juli 2021. Tunisia tengah berjuang menghadapi tsunami COVID-19 sementara jumlah orang yang meninggal akibat virus corona terus melonjak tinggi. FETHI BELAID/AFPMengenai cara meningkatkan saturasi oksigen dengan teknik proning bukan tanpa risiko. Kesulitan mungkin akan bertambah pada cara meningkatkan saturasi oksigen jika pasien memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Bagi petugas medis harus ekstra hati-hati karena teknik proning dapat menimbulkan ulkus atau luka atau cedera pada dada pasien, apalagi bila mereka telah dipasangi tabung kateter. Posisi tidur tengkurap pada pasien virus corona juga dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung. Jika dilakukan oleh staf kesehatan yang belum berpengalaman dalam mengubah posisi pasien, yang ada malah berisiko menyebabkan komplikasi. Dalam studinya, NCBI menyebutkan, beberapa kontra indikasi untuk posisi ini termasuk orang dengan 1. Riwayat ketidakstabilan tulang belakang seperti spondylolisthesis, scoliosis, cedera, atau trauma pada tulang belakang 2. Peningkatan tekanan intrakranial 3. Kehamilan 4. Kondisi hemodinamik yang tidak stabil seperti hipertensi dan penyakit kardiopulmoner 5. Luka perut terbukaCara Meningkatkan Oksigen dalam Tubuh Secara AlamiSeorang dokter Tunisia merawat seorang pasien di gym yang diubah untuk menangani lonjakan infeksi COVID-19 di pusat kota Kairouan pada 4 Juli 2021. Tunisia tengah berjuang menghadapi tsunami COVID-19 sementara jumlah orang yang meninggal akibat virus corona terus melonjak tinggi. FETHI BELAID/AFP1. Perbaiki Diet Cara meningkatkan oksigen dalam tubuh pertama dengan mengubah pola makan Anda. Antioksidan memungkinkan tubuh untuk menggunakan oksigen lebih efisien sehingga meningkatkan asupan oksigen dalam pencernaan. Saat ingin meningkatkan asupan antioksidan, Anda bisa mencoba makanan yang seperti bluberi, cranberry, kacang merah, artichoke, stroberi, plum dan blackberry, yang sebagian besar dapat dikonsumsi dalam bentuk jus dan smoothie. Protein penting lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah asam lemak esensial seperti vitamin F, yang bekerja untuk meningkatkan jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh hemoglobin dalam aliran darah. Asam ini dapat ditemukan dalam kedelai, kenari, dan biji rami. 2. Bergerak Aktif Cara meningkatkan oksigen dalam tubuh yang kedua yakni membuat tubuh bergerak aktif. Olahraga adalah kunci untuk hidup sehat. Melalui latihan aerobik, seperti jalan kaki sederhana, tubuh dapat memanfaatkan oksigen dengan lebih baik sambil membuang limbah melalui sistem limfatik. Seperti yang direkomendasikan oleh American Heart Association, berjalan 30 menit sehari secara teratur memiliki efek yang lebih besar pada sistem peredaran darah daripada menghabiskan satu jam atau lebih di gym 2 hingga 3 kali seminggu. Selain manfaat kesehatan fisik, berjalan telah terbukti meningkatkan suasana hati, kepercayaan diri, dan mengurangi stres. 3. Ubah Cara Bernapas Cara meningkatkan oksigen dalam tubuh yang ketiga dengan mengubah cara bernapas. Melatih paru-paru Anda secara teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan pernapasan Anda. Namun, yang sering menjadi kendala dalam bernapas adalah cara Anda bernapas. Baru-baru ini ditemukan bahwa orang sakit bernapas menggunakan dada bagian atas dan menghirup lebih banyak udara, yang menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam tubuh. Sebaliknya, metode yang benar untuk pernapasan yaitu dengan cara lambat, dari diafragma, dan melalui hidung, bukan dari mulut. 4. Membersihkan Udara Cara meningkatkan oksigen dalam tubuh yang keempat yakni dengan membersihkan udara. Seringkali pemicu kambuhnya para penderita PPOK adalah kualitas udara yang buruk. Karena itu, sangat penting untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah dan tempat kerja. Ada sejumlah pembersih udara yang dapat menyaring polusi lingkungan kita. Alat “berteknologi rendah” lain yang membantu dalam mengurangi polusi di udara dan memurnikan oksigen adalah lilin lebah. Tidak seperti lilin tradisional, lilin lebah tidak mengeluarkan asap. Sebaliknya mereka menghasilkan ion negatif yang membantu menghilangkan polusi udara. 5. Hidrasi Tubuh Cara meningkatkan oksigen dalam tubuh yang kelima dengan menjaga hidrasi tubuh. Tubuh manusia sekitar 60 persennya adalah air, jadi tidak dapat diremehkan betapa pentingnya air untuk fungsi tubuh. Saat ingin mendapatkan manfaat penuh dari oksigenasi, minumlah air yang disaring. Air yang direstrukturisasi atau terionisasi adalah mikro-clustered dengan pengelompokan molekul air yang lebih kecil. Ini memberikan tingkat hidrasi dan oksigenasi yang tinggi pada tingkat sel. Perlu diingat bahwa minuman berkafein, alkohol, dan makanan bernatrium tinggi semuanya membuat tubuh dehidrasi, jadi bawalah air sepanjang hari. Profesional kesehatan merekomendasikan 8 8-oz. gelas air sehari. 6. Cara Lain Cara meningkatkan oksigen dalam tubuh yang terakhir bisa dengan membuka jendela rumah atau ruang kerja Anda. Sesuatu yang sederhana seperti membuka jendela atau berjalan-jalan sebentar akan membantu meningkatkan jumlah oksigen di dalam tubuh Anda, yang meningkatkan kadar oksigen darah secara keseluruhan. Ini juga memiliki manfaat seperti pencernaan yang lebih baik dan lebih banyak energi. Tanaman hias juga telah terbukti membantu membersihkan udara di dalam ruangan. Mereka menghilangkan karbon dioksida dan mengisi kembali tingkat oksigen ruangan, membuat lebih banyak oksigen tersedia untuk diserap tubuh Anda. Kemudian berhenti merokok akan membantu Anda meningkatkan sirkulasi dan kadar oksigen secara signifikan. Fungsi paru-paru pun bisa meningkat hingga 30% dalam waktu singkat.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Saatmenarik napas, oksigen dari udara akan masuk ke paru-paru melalui hidung dan mulut. Selanjutnya, oksigen masuk ke dalam pembuluh darah kecil atau kapiler dan dibawa oleh sel darah merah menuju jantung untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh. Apabila proses ini terganggu, terjadilah kondisi yang disebut asfiksia.
Siklusini sangat penting dalam semua sel hidup terutama yang menggunakan oksigen sebagai bagian dari respirasi seluler. Siklus ini terjadi di dalam matriks mitokondria dan terlibat dalam konversi karbohidrat, lemak, protein menjadi karbondioksida dan air untuk menghasilkan bentuk energi yang dapat digunakan. Fosforilasi oksidatif
Ilustrasi bernapas. Foto difusi oksigen dari alveolus menuju kapiler darah terjadi karena tekanan partikel oksigen di dalam alveolus lebih tinggi daripada di dalam darah. Difusi merupakan proses bergeraknya molekul dari area yang berkonsentrasi tinggi ke area yang berkonsentrasi tekanan pada area membran respirasi dapat memengaruhi proses difusi. Oksigen melakukan difusi dari alveoli ke dalam aliran darah, sedangkan proses difusi karbondioksida CO2 berjalan dari darah ke dalam AlveolusAlveolus merupakan salah satu bagian dari paru-paru yang di dalamnya banyak mengandung kapiler darah. Organ tersebut berguna sebagai tempat terjadinya difusi oksigen dan karbon dioksida melalui kapiler darah. Alveolus memiliki bentuk seperti gelembung udara dan memiliki dinding dari buku berjudul Biologi untuk Kelas XI Semester 1 Sekolah Menengah Atas oleh Oman Karmana, cara kerja alveolus secara mudah dapat digambarkan seperti orang yang alveolus orang tersebut akan kemasukan air. Jika air yang masuk berlebihan, hal itu dapat menutupi permukaan alveolus dan menyebabkan terhambatnya proses difusi hingga berakibat pada kegagalan dalam nyawa orang tersebut bisa diselamatkan melalui teknik pernapasan buatan. Cara ini akan mengaktifkan proses difusi dan kontraksi otot kemudian mendorong air dari alveolus untuk keluar. Selanjutnya orang tersebut akan memuntahkan dan mengeluarkan air dari alveolus maupun lambung, sehingga dapat bernapas dengan normal AlveolusIlustrasi bernapas. Foto sangat diperlukan dalam sistem pernapasan. Jika tidak ada alveolus, oksigen tidak bisa beredar di dalam tubuh. Berikut fungsi dari alveolus yang dilansir dari laman Tempat Pertukaran Gas dari Alveolus ke Kapiler darahAlveolus merupakan tempat pertukaran gas pada paru-paru sistem pernapasan manusia. Pertukaran gas dalam hal ini adalah penyerapan oksigen dan penghapusan karbon dioksida dari dalam tubuh proses kerja yang terjadi saat pertukaran gas dari alveolus ke kapiler darahOksigen pada alveolus berdifusi untuk menembus dinding alveolus kemudian menembus dinding kapiler oksigen masuk ke pembuluh darah dan akan mengalami pengikatan oleh hemoglobin yang terkandung di dalam sel darah tersebut akan menghasilkan oksihemoglobin HbO2.Darah segera mengedarkan oksigen ke seluruh sel-sel tubuh oksigen digunakan untuk proses Menyimpan Udara dalam Tubuh untuk Waktu yang SingkatAlveolus berguna sebagai tempat menyimpan udara walaupun hanya sementara waktu. Selanjutnya alveolus memungkinkan penyerapan udara berisi oksigen tersebut ke dalam merupakan bagian dari struktur anatomi tubuh yang bisa ditemukan di bronkiolus. Fungsi dari struktur anatomi ini dapat dirasakan ketika manusia bernapas atau menghirup udara melalui rongga tersebut selanjutnya melewati bermacam-macam organ dari sistem pernapasan. Di antaranya saluran hidung, faring, laring, trakea, bronkus utama, saluran bronkial kecil, bronkiolus, lalu mencapai yang masuk ke dalam tubuh kemudian akan diserap oleh darah melalui kapiler dan diedarkan ke seluruh sistem peredaran darah di dalam tubuh.
O2diangkut ke seluruh sel tubuh untuk proses oksidasi oleh . A. Globulin (antibodi) B. Hemoglobin C. Plasma darah D. Fibrinogen
Pernapasan merupakan satu proses pertukaran gas-gas respirasi yaitu oksigen dan karbondioksida. Fungsi utama pernapasan adalah untuk menyediakan oksigen untukkelangsungan proses metabolisme sel-sel tubuh dan mengeluarkan karbondioksida hasildari metabolisme tersebut. Sistem pernapasan meliputi saluran pernapasan yang berfungsidalam konduksi udara. Bermula dari rongga hidung, pharynx, larynx sehingga paru, organpertukaran gas, dan sistem sirkulasi darah yang membawa oksigen ke jaringan tubuh danmembawa karbon dioksida ke alveolus. Proses bernapas terjadi akibat dari inspirasi danekspirasi, yang diakibatkan oleh kontraksi otot-otot interkostal dan disalurkan ke paru, akan berlakulah proses difusi dan transportasi gas tersebut kekapiler darah seterusnya ke jaringan dalam tubuh. Setiap makhluk hidup termasuk manusia perlu bernapas untuk kelanjutan hidupnya. Dengan bernapas, manusia memperoleh oksigen yang berguna bagi tubunya dan membuang karbondioksida yang dihasilkan dari dalam tubuhnya. Sistem pernapasan sendiri terdiri dari hidung, faring, laring, trachea, bronkus, bronkiolus, bronkiolus terminalis, bronkiolus respiratorius, duktus alveolaris, dan alveoli. Secara sederhana mekanisme pernapasan merupakan proses perukaran dan transportasi O2 dan CO2. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Penjelasan Proses Pernapasan Pada Manusia Lengkap Jalur Pernapasan Sistem respirasi melibatkan sejumlah organ seperti hidung, mulut, faring, trachea, bronchus, dan paru. Fungsi sistem respirasi adalah memfasilitasi pertukaran gas antara atmosfer, paru-paru dan sel-sel jaringan dalam tubuh. Tiga proses dasar terlibat dalam pertukaran gas tersebut. Proses pertama ventilasi paru adalah pengaturan inspirasi dan ekspirasi udara antara atmosfer dan paru. Proses kedua respirasi eksternal respirasi paru adalah pertukaran oksigen dan karbondioksida antara paru dan kapiler darah paru. Proses ketiga respirasi internal respirasi jaringan adalah pertukaran oksigen dan karbondioksida antara kapiler darah jaringan dan sel-sel Paru-paru berfungsi dalam pertukaran gas antara udara luar dan darah yaitu oksigen dari udara masuk ke darah, dan karbondioksida dari darah ke luar ke udara. Proses pertukaran gas terjadi melalui lapisan yang terdiri dari epitel alveoli, membran basalis, cairan antarsel endotel kapiler, plasma, membran sel darah merah, dan cairan intrasel darah merah. Di samping itu, terdapat selapis cairan tipis surfaktan di permukaan alveoli yang menjaga supaya alveoli tetap menggelembung. Proses pertukaran gas terjadi secara pasif, bergantung kepada selisih bagian gas yang ada di tiap kompartemen. Proses pertukaran gas terjadi dengan cara difusi. Oksigen masuk ke dalam sel dan dalam mitokondria digunakan untuk proses metabolisme yang penting untuk karbon dioksida CO2 berjalan arah sebaliknya dengan oksigen. Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut Rongga hidung Faring laring Trakea Bronkus Paru-paru bronkiol dan alveolus. Hidung Adalah alat pernapasan terluar yang dilengkapi dengan dua lubang yang dibatasi sekat hidung, saraf-saraf penciuman sel olfaktori, silia dan selaput lendir. Fungsinya, Menyesuaikan suhu udara, Melembapkan udara, Menyaring kotoran pada udara, Indra penciuman. Faring Adalah daerah dengan percabangan menuju rongga hidung, esofagus, dan trakea. Faring dilengkapi epiglotis yang dapat membuka dan menutup. Dalam keadaan biasa, epiglotis akan selalu terbuka, Ketika makanan masuk, epiglotis menutup faring sehingga makanan masuk ke dalam esofagus. Laring Adalah pangkal tenggorakan yang terdiri dari lempengan-lempengan tulang rawan. Dinding laring digerakkan otot untuk membuka dan menutup glotis yang menghubungkan faring dengan trakea. Laring dilengkapi dengan pita suara yang terletak pada jakun yang menghasilkan suara. Trakea tenggorokan Adalah batang tenggorokan yang tersusun atas cincin tulang rawan, terletak di depan esofagus. Trakea dilengkapi oleh silia-silia dan selaput lendir untuk mencegah udara kotor yang lolos dari saringan hidung masuk ke paru-paru. Paru-paru pulmo Adalah alat pernapasan yang terletak di dalam rongga dada, di kanan-kiri jantung, dan di atas diafragma. Paru-paru dilindungi oleh suatu lapisan berupa cairan limfa yang disebut pleura. Pleura di sebelah dalam disebut pleura paruparu pleura visceralis dan di sebelah luar disebut pleura rongga dada pleura parietalis. Paru-paru terbagi menjadi dua bagian yaitu, Paru-paru kanan 3 lobus, 3 bronkiolus, 3 kelompok alveolus, Paru-paru kiri 2 lobus, 2 bronkiolus, 2 kelompok alveolus. Bronkus dan bronkiolus Bronkus adalah cabang trakea yang terletak di bagian dada, dan terdiri atas lempengan tulang rawan dan otot halus. Bronkus bercabang ke arah kiri dan kanan dan menuju paru-paru, yang disebut bifurkasi. Bronkus selanjutnya mengalami percabangan lagi yang disebut bronkiolus. Alveolus Bronkiolus bercabang lagi membentuk saluran yang lebih halus kemudian berakhir pada gelembung paru-paru yang disebut memiliki dinding yang sangat tipis dan mengandung kapiler darah. Alveolus merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 secara difusi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Pernapasan dan Alat-Alat Pernapasan Kelarutan Gas dalam Darah Salah satu fungsi dari darah adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengankut CO2 dari jaringan ke paru-paru untuk dikeluarkan. Oksigen bereaksi secara kimia dengan hemoglobin darah, karena itu kelarutan oksigen dalam darah lebih besar dari kelarutan oksigen dalam air. Bila butir-butir darah merah dihilangkan, berarti hemoglobin juga hilang, cairan darah sisa tersebut dinamakan plasma darah. Plasma darah mengandung bermacam-macam elektrolit yang tak bereaksi dengan oksigen yang akan merendahkan kelarutan oksigen. Jadi kelarutan oksigen dalam plasma darah lebih rendah daripada dalam air. Dalam plasma darah, ada zat yang bereaksi dengan CO2 sehingga kelarutan CO2 dalam plasma lebih besar daripada kelarutan dalam air Prinsip Kesetimbangan Dinamik pada Pertukaran Gas Secara umum, difusi adalah peristiwa pertukaran atau perpindahan molekul dari suatu daerah yang kosentrasi molekulnya tinggi ke daerah yang kosentrasi molekulnya Peristiwa difusi merupakan peristiwa pasif yang tidak memerlukan energi ekstra. Peristiwa difusi yang terjadi di dalam paru adalah perpindahan molekul oksigen dari rongga alveoli melintasi membran kapiler alveolar, kemudian melintasi plasma darah, selanjutnya menembus dinding sel darah merah dan akhirnya masuk ke interior sel darah merah sampai berikatan dengan hemoglobin. Membran kapiler alveolar sangat tipis yaitu 0,1 mikrometer atau sepertujuh puluh dari tebal butir darah merah sehingga molekul udara tidak mengalami kesulitan untuk menenbusnya. Peristiwa difusi selain oksigen adalah perpindahan molekul karbondioksida dari darah ke udara alveol. Oksigen dan karbondioksida menembus dinding alveolus dan kapiler pembuluh darah dengan cara difusi. Berarti molekul kedua gas bergerak tanpa menggunakan tenaga aktif. Urutan proses difusi meliputi Difusi pada fase gas Udara atmosfer masuk ke dalam paru dengan aliran yang cepat, ketika dekat alveoli kecepatannta berkurang sampai terhenti. Udara atau gas yang baru masuk dnegan cepat berdifusi atau bercampur dengan gas yang telah ada di dalam alveoli. Kecepatan gas berdifusi di sini berbanding terbalik dengan berat molekulnya. Gas oksigen mempunyai molekul gas oksigen lebih cepat dibandingkan dengan gerak molekul gas karbondioksida sehingga kecepatan difusi oksigen juga lebih cepat. Percampuran antara gas yang baru saja masuk ke dalam paru dengan yang lebih dahulu masuk akan komplit dalam hitungan perpuluhan detik. Hal semacam ini terjadi pada alveoli yang normal, sedangkan pada alveoli yang tidan normal seperti pada emfisema, percampuran gas yang baru masuk dengan gas yang telah berada di alveoli lebih Difusi menembus membran pembatas Proses difusi yang melewati membran pembatas alveoli dengan kapiler pembuluh darah meliputi proses difusi fase gas dan proses difusi fase cairan. Dalam hal ini, pembatas-pembatasnya adalah dinding alveoli, dinding kapiler pembuluh darah endotel, lapisan plasma pada kapiler, dna dinding butir darah merah eritrosit. Kecepatan difusi melewati face cairan tergantung kepada kelarutan gas ke dalam cairan. Kelarutan karbondioksida lebih besar dibandingkan dengan kelarutan oksigen sehingga kecepatan difusi karbondioksida di dalam fase cairan 20 kali lipat kecepatan difusi oksigen. Semakin tebal membrana pembatas halangan bagi proses difusi semakin besar. Pada keadaan tertentu, gradien kosentrasi oksigen dan karbonbioksida antara darah dan alveolus mungkin meningkat atau menurun. Gradien kosentrasi memengaruhi kecepatan difusi gas. Sebagai contoh, selama olahraga kosentrasi di dalam darah yang masuk ke kapiler paru mungkin kurang dari 40 mmHg karena otot-otot yang bekerja meningkatkan konsumsi oksigen. Kosentrasi karbondioksida akan lebih besar dalam darah yang mengalir ke paru dari jaringan yang aktif karena produksi metabolisme meningkat. Dalam keadaan ini, kecepatan difusi kedua gas tersebut akan meningkat sehingga lebih banyak oksigen yang berdifusi ke dalam darah dan lebih banyak karbondioksida berdifusi keluar dari darah. Kecepatan difusi di tentukan oleh beberapa faktor, yaitu6 Ketebalan Membran Semakin tebal membran alveolus, maka proses difusi semakin sulit. Tebalnya membran alveolus misalnya oleh karena edema paru. Akibatnya gas-gas pernapasan haris berdifusi tidak hanya melalui membran alveolus melainkan cairan Luas Permukaan Membran Alveolus Penurunan luas permukaan paru-paru akan mengakibatkan kemampuan par-paru untuk berdifusi pun menurun. Hal tersebut berarti semakin luas permukaan membran alveolus maka akan semakin banyak gas-gas pernapsan yang berdifusi dan begitu pun sebaliknya. Penurunan luas permukaan paru akan mengganggu pertukaran gas Perbedaan Tekanan antara Kedua Sisi Membran Perbedaan tekanan antara kedua sisi membran merupakan perbedaan antara tekanan parsial gas dalam alveolus lebih besar daripada tekanan gas dalam darah, maka terjadi difusi dari alveolus ke dalam darah dan begitu sebaliknya. Tekanan gas yang tinggi dalam alveolus adalah tekanan oksigen sedangkan tekanan yang tinggi pada kapiler darah adalah tekanan karbondioksida. Hal tersebut akan mengakibatkan oksigen berdifusi ke kapiler darah dan karbondioksida berdifusi ke Suhu Penurunan suhu akan menurunkan kecepatan difusi oksigen dan karbondioksida. Peningkatan suhu akan meningkatkan kecepatan difusi kedua gas. Hal ini mungkin berperan dalam memenuhi kebutuhan metabolik yang meningkat selama demam. Peningkatan suhu dna peningkatan jumlah zat-zat yang diproduksi sel darah merah selama proses glikolisis, 2,3-diphosphoglycerate DPG. Afinitas oksigen menurun dapat diartikan bahwa hemoglobin melepas oksigen ke jaringan lebih cepat. Peningkatan ion hidrogen, suhu, dna DPG terjadi selama periode peningkatan metabolisme, oleh sebab itu penurunan afinitas hemoglobin melepaskan lebih banyak oksigen ke sel dan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme yang meningkat. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Sistem Pernapasan Pada Manusia Lengkap Pertukaran Gas di Paru-paru O2 larut secara fisik dalam plasma , namun sebagian besar berdifusi dalam sel darah merah bereaksi dengan deoksiHb membentuk oksiHb sambil melepaskan H+ .Pada saat Hb jenuh dengan O2, afinitas terhadap CO2 ↓ sehingga CO2 yang terikat pada Hb akan terdisosiasi dan berdifusi keluar dari sel darah merah melalui plasma menuju alveoli. Ion H+ yang dilepaskan Hemoglobin berikatan dengan ion HCO3- yang berdifusi ke dalam sel darah merah dari plasma dan saling bertukar tempat dengan Cl-. Reaksi antara H+ dan HCO3- menghasilkan H2CO3. Asam Karbonat pecah menjadi H2O & CO2 dengan bantuan enzim karbonat anhidrase. CO2 berdifusi keluar dari sel darah merah menuju plasma lalu ke Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pernapasan Dada dan Perut Pertukaran Gas di Jaringan CO2 terlarut dalam jumlah kecil dalam plasma namun sebagian besar berdifusi ke dalam sel darah merah bereaksi dg air membentuk H2CO3 atau berikatan dengan Hb membentuk carbamino Hb. Reaksi dikatalisis oleh carbonate anhidrase. Terdisosiasi jd H+ dan HCO3- .Selama pergeseran klorida, ion HCO3- berdifusi keluar dari sel darah merah digantikan oleh HCO3- bertindak sbg buffer mengontrol pH darah. Dalam sel darah merah, ion H+ dibuffer oleh Hb . Pada keadaan dimana Hb berikatan dg H+ Hb punya afinitas yang rendah thd O2. Sejumlah kecil O2 diangkut dalam keadaan terlarut secara fisik berdifusi keluar dari plasma masuk ke dalam sel jaringan. Efek Dekompresi Bila orang bernapas dalam lingkungan udara bertekanan tinggi dalam jangka waktu lama, jumlah nitrogen yang larut dalam cairan tubuhnya akan banyak sekali. Mengapa demikian ? Darah yang mengalir melalui kapiler paru akan jenuh dengan nitrogen yang tekanannya sama dengan tekanan yang terdapat dalam udara campuran pernapasan. Setelah beberapa jam, cukup banyak nitrogen yang diangkut ke jaringan sehingga jaringan jenuh akan nitrogen. Karena nitrogen tidak di metabolism oleh tubuh, nitrogen akan tetap larut sampai tekanan nitrogen dalam paru turun, pada waktu itulah nitrogen dibuang melalui pernapasan, tetapi pembuangan ini memerlukan waktu beberapa jam dan sekumpulan masalah ini yang disebut “decompression sickness” Mekanisme Bila seorang penyelam telah lama berada di dalam laut sehingga sejumlah besar nitrogen terlarut dalam tubuhnya dan kemudian tiba-tiba naik ke permukaan laut, sejumlah gelembung nitrogen dapat timbul dalam cairan tubuhnya baik intrasel maupun ekstrasel, dan hal ini dapat menimbulkan kerusakan di setiap tempat dalam tubuh, dari derajat ringan hingga berat bergantung pada jumlah dan ukuran gelembung yang terbentuk. Inilah decompression sickness. Selama penyelam itu masih tetap berada di laut, tekanan di luar tubuhnya 5000 mm Hg akan menekan jaringan tubuh sehingga gas tetap berada dalam keadaan terlarut. Tetapi bila penyelam itu mendadak naik ke permukaan laut, tekanan di luar tubuhnya menjadi hanya 1 atm 760 mmHg , sedangkan tekanan gas dalam cairanb tubuhnya merupakan jumlah dari tekanan uap air, karbon dioksida, oksigen, dan nitrogen atau total 4065 mm Hg, yang jelas jauh lebih besar dari tekanan di luar tubuh dan sekitar 97 % nya disebabkan oleh nitrogen terlarut. Oleh karena itu gas akan keluar dari larutan dan membentuk gelembung-gelembung dalam jaringan, terutama dalam darah yang kemudian menyumbat pembuluh darah. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Gangguan Sistem Pernapasan – Pengertian, Saluran, Dinding, Udara, Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi Mekanisme Pertukaran Gas Selama Pernapasan Pada semua makhluk hidup pastinya melakukan pernapasan atau respirasi dengan tujuan untuk dapat membakar makanan dan dapat menghasilkan energi. Pengertian respirasi merupakan sebuah proses pengambilan oksigen, pengeluaran karbon dioksida dan pelepasan energi. Reaksi secara sederhana yaitu C6H12O6 + O2 >>> CO2 + H2O + Energi Proses Respirasi Dalam proses respirasi ini meliputi tiga hal yakni sebagai berikut. Bernapas ialah mengambil dan mengeluarkan udara. Pertukaran gas ialah pertukaran gas dari udara ke sel atau dari saluran pernapasan ke sel. Reaksi enzimatis ialah penggunaan oksigen dalam sel untuk metabolisme dengan bantuan enzim respirasi. Pernapasan pada manusia dan sebagian besar vertebrata merupakan pernapasan yang tidak langsung. Pernapasan tidak langsung ialah udara yang diperlukan tubuh tidak langsung masuk ke dalam sel yang melalui permukaan tubuh, tetapi terjadi dalam saluran pernapasan alveolus. Hal ini berbeda dengan Invertebrata yang terjadi pernapasan langsung, artinya udara yang diperlukan tubuh langsung masuk ke dalam sel. Terjadinya Pernapasan Terjadinya pernapasan tidak langsung pada manusia dan sebagian vertebrata menyebabkan pertukaran gas melalui dua tahap. Pertukaran gas dari udara bebas ke dalam sel darah terjadi dalam aleveolus dengan kapiler-kapiler darah, yang dinamakan dengan pernapasan luar respirasi eksternal. Pertukaran gas dari darah dalam kapiler dengan sel-sel/jaringan tubuh yang dinamakan dengan pernapasan dalam respirasi internal. Dalam proses pertukaran gas terjadi secara di fusi. Oksigen masuk ke dalam darah yang menyelubungi alveolus. Oksigen di dalam darah diikat oleh hemoglobin Hb untuk diangkut ke seluruh jaringan tubuh. Sepanjang hidupnya pada manusia memasukan oksigen ke dalam tubuh secara terus menerus. Manusia tidak dapat bertahan lama untuk tidak bernapas, berhentinya oksigen dapat merusak/mematikan sel-sel tubuh. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Organ Pernapasan Manusia – Pengertian, Jenis, Hidung, Tenggorokan, Bronkiolus, Alveolus, Diafragma, Paru-Paru Mekanisme Pertukaran Gas O2 dan CO2 Bernafas yaitu emngabil dan mengeluarkan udara pernapasan melalui paru-paru. Kemudian arti yang lebih khusus adalah pertukaran gas yang terjadi didala sel dengan “lingkungannya”. Pada pernapasan langsung, pengambilan udara pernapasan dilakukan secara langsung oleh permukaan tubuh danj pada peranpasan tidak langsung adalah melalui saluran pernapasan. Manusia bernapas secara tidak langsung, artinya udar pernapasan tidak bertdifusi langsung melalui seluruh permukaan kulit. Selaput tipis tempat berlangsungya difusi gas tersebut terlindung di bagian dalam tubuh, berupa gelembung paru-paru. Pernapasan atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu pernapasan luar eksternal dan pernapasan dalam internal. Pernapasan Luar Eksternal Pernapasan luar adalah pertukaran gas di dalam paru-paru. Sehingga berlangsung difusi gas dari luar masuk kedalam aliran darah. Dengan kata lain, pernapasan luar adalah pertukaran gas O2 dan CO2 anatar udara dan darah. Pada Pernapasan luar, darah kana keluar masuk ke dalam kapiler paru-paru yang mengangkut sebagian besar karbon dioksida sebagai ion bikarbonat dengan persamaan reaksi seperti berikut ini. Ketika karbon dioksida yang tinggal sedikit keluar dari dalam darah, maka terjadi reaksi seperti di bawah ini. Enzim karbonat anhidrase yang terdapat dalam sel-sel darah merah dapat mempercepat reaksi. Ketika reaksi berlangsung hemoglobin melepaskan ion-ion hydrogen yang telah diangkut; H Hb menjadi Hb. Hb merupakan singkatan dari haemoglobin, yaitu jenis protein dalam sel darah merah. Selanjutnya hemoglobin siap untuk mengikat oksigen dan menjadi oksihemoglobin. Untuk memudahakn penulisan Hb yang mengikat oksigen disingkat HbO2. Selama pernapasan luar, di dalam paru-paru akan terjadi pertukaran gas yaitu CO2 meninggalakan darah dan O2 masuk ke dalam secara difusi. Terjadinya difusi O2 dan CO2 ini karena adanya perbedaan tekan parsial. Tekanan udara luar sebeasr 1 atm 760 mmHg, sedangkan tekanan parsial O2 di paru-paru 760m mmHg. Tekanan parsial pada kapiler darah arteri 100 mmHg, dan di vena 40mmHg. Hal ini emnyebabkan O2 berdifusi dari udara ke dalam darah. Sementara itu, tekanan parsial CO2 dalam vean 47 mmHg, teakan parsial CO2 dalam arteri 41 mmHg dan tekan parsial dalam alveolus 40mmHg. Oleh karena itu CO2 berdifusi dari darah ke alveolus. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Sistem Pernapasan Vertebrata dan Invertebrata Pernapasan Dalam Internal Pada pernapasan dalam pertukaran gas didalam jaringan tubuh darah masuk kedalam jaringan tubuh, oksigen meninggalakan hemoglobin dan berdifusi masuk kedalam cairan jaringan tubuh. Reaksinya sebagai berikut. Difusi oksigen keluar dari darah dan masuk ke dalam cairan jaringan dapat terjadi, karena tekanan oksigen di dalam cairan jaringan lebih rendah dibandingkan di dalam darah. Hal ini disebabkan karena sel-sel secar terus menerus menggunakannya dalam respirasi selular. Perlu diketahui bahwa tekanan parsial O2 pada kapiler darah 100 mmHg dan tekan parsial O2 dalam jaringan tubuh kurang dari 40 mmHg. Sebaliknya tekanan karbon dioksida adalah tinggi, karena karbon dioksida secara terus-menerus dihasilkan oleh sel-sel tubuh. Tekanan parsial CO2 dalam jaringan 60 mmHg dan dalam kapiler darah 41 mmHg. Peristiwa inilah yang menyebabkan O2 dapat dapat berdifusi ke dalam jaringan dan CO2 berdifusi ke luar jaringan. Dalam keadaan biasa tubuh kita menghasilkan 200 mL karbon dioksida per hari. Pengangkutan CO2 di dalam darah dapat dilakukan dengan tiga cara berikut. Sekitar 60-70 % CO2 diangkaut ke dalam bentuk ion bikarbonat oleh plasma darah, setelah asam karbonat yang terbentuk dalam darah terurai menjadi ion hydrogen H+ dan ion bikarbonat . Ion H+ bersifat racun, oleh sebab itu ion ini segera diikat Hb, sedangkan ion meninggalkan eritrosit masuk ke plasma darah. Kedudukan ion dalam eritrosit diganti oelh ion reaksinya sebagai berikut Lebih kurang 25% CO2 diikat oleh hemoglobin membentuk karbosihemoglobin. Secara sederhana, reaksi CO2 dengan Hb ditulis sebagai disebut pula karbominohemoglobin karena bagian dari hemoglobin yang mengikat CO2 adalah gugus asam sebagai berikut. Sekitar 6-10% CO2 diangkaut plasma darah dalam senyawa asam karbonat H2CO3. Daftar Pustaka Campbell NA, Reece JB, Mitchel LG. Biologi Jakarta; 2004 Gunardi S. Anatomi sistem pernapasan. Edisi ke-2. Jakarta Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2009. M. Ismail, Amirullah, Fitriana. Kimia dalam keperawatan. Sulawesi Selatan Pustaka As Salam; James J, Baker C, Swain H. Prinsip-prinsip sains untuk keperawatan Erlangga; Djojodibroto D. Respirologi respiratory medicine. Edisi 1. Jakarta 2007. Cowin Buku saku patofisiologi. Edisi 3. Jakarta 2009. Somantri I. Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan. Jakarta Salemba Medika; Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Edisi ke-6. Jakarta Penerbit Buku Kedokteran EGC; Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
.