įµįŃįŠ½ÕØ иζе | Ī”ĻŠ·ŠµŃвα Š¼Īµįе Ļ ŃŠ°ĻĪ¹ŃŠ°Ń | ĪÕŠŗŃį¬Õ°Š°Ö ΓՄзιŃŃĻŠ°ŠŗŠ» ŃŃŠøĻĪæĻį¬ŃĻÕæ | Длįռоį²Õ§ ĻŠøįŃįοма |
---|---|---|---|
į¦Ń мիн баŃŃį§Īµ | Šį¬Ī±Õ·ŠøĻо ŃŠøŃιժелį | ĪŠµŃŠø Õ¢Ńįεյ | Õį©Š°įŠµŃ įŠøŠ¶į£įоįÆĻŠ» |
ÕŠ½į« ÕøĪ“Õ”Ö ŠµįŠøŃŃŃŃ | Рζо | ŠŠµŠ¹Ī±Ī²Š°ÕŗŃŃ į¹ŠµŃ ŃŠøŃĪ¹Ö | Š£ŃŠµįεкĻŃŠøį ŃĻ Ī¾ĻŠ³Š°Ī½ |
ĪŠ¹ŠµÕ¢Õ«ŃŠ¾Ń ŃŠ²į“ĪŗĪæ ÕÕ¦ | įį» į§Ī»ŃĪ»įŠ¶ ĪøĻŠ¾ŃÖ | ĪÕ¶Š°ĻŠøŃ įŃĪøŠæŃį | ĪŠ¾ŃŠøį§Šøį»Š°Š³Š» ŃŃÕ«Ī¶Ń Ī½ |
ÕÖՓеժ εŃŃ Šŗ | Ō± Ń Ī¹Š½Õ | ŠŠ¹Šµ įØįæĻÕ | Реκիйо |
Jumat, 29 Januari 2021 0540 WIB Iklan Jakarta - Sepanjang 2020, Dinas Sumber Daya Air SDA DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah banjir Jakarta saat musim hujan. Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan setidaknya ada lima upaya yang telah upaya itu yaitu program Gerebek Lumpur, pengelolaan air hujan dengan drainase vertikal, pemeliharaan pompa, penanganan banjir rob melalui National Capital Integrated Coastal Development NCICD, serta pengelolaan sistem polder. Grebek Lumpur adalah program pengerukan kali dan waduk untuk meningkatkan kapasitas salurannya dan memaksimalkan daya tampung air saat musim hujan. Menurut Dudi, pada tahun 2020 Dinas SDA sudah mengeruk 23 waduk dengan volume pengerukan m3. Sedangkan untuk kali yang sudah dikeruk berjumlah 93 lokasi dengan volume pengerukan m3. āSaluran penghubung yang sudah dikeruk sebanyak 390 saluran, dengan volume pengerukan m3 untuk tahun 2020," kata Dudi dalam acara Media Briefing Siaga Banjir Jakarta yang ditayangkan secara virtual pada Kamis, 28 Januari 2021. Sampai dengan 31 Desember 2020, Dinas SDA telah membangun titik sumur resapan atau drainase vertikal di 777 lokasi, seperti di RPTRA, gedung pemerintah daerah, sekolah, taman kota, dan masjid. Dinas SDA, kata Dudi, juga telah menentukan lokasi prioritas pembangunan tanggul pantai dalam rangka penanganan banjir Rob melalui NCICD. Iklan 12 Selanjutnya Artikel Terkait Memahami Siklus Musim Kemarau, Bisa Berbeda Tiap Wilayah 22 hari lalu Penampakan Got di Pamulang Tangsel Lokasi Anak dan Ayah Hanyut Hingga Sejauh 3 Km 24 hari lalu Tim SAR Akhirnya Temukan Bocah yang Hanyut Bersama Ayahnya Saat Bermain Hujan di Tangsel 24 hari lalu DKI Bangun 200 Drainase Vertikal di Jaksel, DPRD Pokoknya Jangan Asal-asalan 30 hari lalu Hadiri Acara Puncak Musra Relawan Jokowi, Heru Budi Diminta Atasi Banjir dan Tutup Sumur Resapan 32 hari lalu Top 3 Metro Sumur Resapan Perintah Heru Budi, agar Terhindar dari Penonaktifan NIK, Sponsor Formula E 35 hari lalu Rekomendasi Artikel Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini. Video Pilihan Memahami Siklus Musim Kemarau, Bisa Berbeda Tiap Wilayah 22 hari lalu Memahami Siklus Musim Kemarau, Bisa Berbeda Tiap Wilayah Kurangnya curah hujan kala musim kemarau dapat menyebabkan berbagai masalah bagi masyarakat, termasuk kerusakan tanaman dan kekurangan air bersih Penampakan Got di Pamulang Tangsel Lokasi Anak dan Ayah Hanyut Hingga Sejauh 3 Km 24 hari lalu Penampakan Got di Pamulang Tangsel Lokasi Anak dan Ayah Hanyut Hingga Sejauh 3 Km Seorang bocah berusia empat tahun hanyut di sebuah got di Pamulang Tangsel. Ayahnya yang mencoba menolong ikut hanyut dan meninggal. Tim SAR Akhirnya Temukan Bocah yang Hanyut Bersama Ayahnya Saat Bermain Hujan di Tangsel 24 hari lalu Tim SAR Akhirnya Temukan Bocah yang Hanyut Bersama Ayahnya Saat Bermain Hujan di Tangsel Tim SAR akhirnya menemukan bocah yang hanyut saat bermain hujan di Pamulang Tangsel. Ayahnya yang mencoba menolong ikut hanyut dan meninggal. DKI Bangun 200 Drainase Vertikal di Jaksel, DPRD Pokoknya Jangan Asal-asalan 30 hari lalu DKI Bangun 200 Drainase Vertikal di Jaksel, DPRD Pokoknya Jangan Asal-asalan Ida Mahmudah meminta pembangunan 200 drainase vertikal di Jakarta Selatan digarap serius agar tidak terkesan asal-asalan. Hadiri Acara Puncak Musra Relawan Jokowi, Heru Budi Diminta Atasi Banjir dan Tutup Sumur Resapan 32 hari lalu Hadiri Acara Puncak Musra Relawan Jokowi, Heru Budi Diminta Atasi Banjir dan Tutup Sumur Resapan Pj Gubernur DKI Heru Budi menghadiri acara puncak Musra Relawan Jokowi. Warga menyampaikan keluh kesahnya. Top 3 Metro Sumur Resapan Perintah Heru Budi, agar Terhindar dari Penonaktifan NIK, Sponsor Formula E 35 hari lalu Top 3 Metro Sumur Resapan Perintah Heru Budi, agar Terhindar dari Penonaktifan NIK, Sponsor Formula E Berita Top 3 Metro kemarin memuat informasi soal pembangunan sumur resapan atas perintah Heru Budi, penonaktifan NIK, dan sponsor Formula E. Pembangunan Sumur Resapan di Kawasan Langganan Banjir Seskoal Cipulir Dipastikan Tak Ganggu Arus Lalin 35 hari lalu Pembangunan Sumur Resapan di Kawasan Langganan Banjir Seskoal Cipulir Dipastikan Tak Ganggu Arus Lalin Pemerintah membangun sumur resapan di kawasan langganan banjir Seskoal Cipulir, Jakarta Selatan. Pembangunan dipastikan tidak mengganggu arus lalin. 200 Sumur Resapan Model Baru akan Dibangun di Jaksel Demi Atasi Banjir, Begini Spesifikasinya 35 hari lalu 200 Sumur Resapan Model Baru akan Dibangun di Jaksel Demi Atasi Banjir, Begini Spesifikasinya Sebanyak 200 sumur resapan atau drainase vertikal model baru akan dibangun di Jakarta Selatan. Bagaimana spesifikasinya? Sumur Resapan di Ciledug Terganjal Kabel PLN ke Tangerang dan Kreo 36 hari lalu Sumur Resapan di Ciledug Terganjal Kabel PLN ke Tangerang dan Kreo Sudin SDA Jaksel akan membangun 8 sumur resapan dengan kedalaman masing-masing 20 meter untuk mengurangi genangan saat hujan. 8 Sumur Resapan Dibangun di Jalan Raya Ciledug, Pemkot Jaksel Perintah Heru Budi 36 hari lalu 8 Sumur Resapan Dibangun di Jalan Raya Ciledug, Pemkot Jaksel Perintah Heru Budi Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memerintahkan Pemkot Jakarta Selatan membangun sumur resapan di Jalan Raya CiledugAdaPotensi Nunggak PNBP, Kemenkeu Kejar 800 Wajib Pajak SDA. Tira Santia. Pada 2021, PNBP yang berasal dari sumber daya alam mencapai Rp 149,5 triliun, tumbuh 53 persen dari tahun 2020. Kemudian pada semester I/2022 PNBP yang berasal dari SDA mencatat rekor sebesar Rp 114,6 triliun. Pajak Reklame DKI Jakarta Naik 275 Persen, Pengusaha
Hutan kota tersebar di berbagai lokasi di Jakarta. Berikut adalah beberapa hutan kota di Jakarta dengan karakteristiknya tersendiriHutan Kota Srengseng Jakarta BaratHutan yang terletak di Jalan Haji Kelik, Srengseng, Jakarta Barat ini merupakan kawasan lindung bagi flora dan fauna, kawasan penelitian plasma nutfah dan pelatihan petugas pengelola hutan, serta kawasan rekreasi yang terbuka untuk Kota KemayoranKawasan Hutan Kota Kemayoran dibangun dengan tujuan konservasi lingkungan untuk mendorong terciptanya iklim mikro yang nyaman bagi masyarakat. Terletak di Jakarta Pusat, hutan kota ini juga difungsikan sebagai kawasan penyangga lingkungan fisik kritis perkotaan dan pencegah intrusi laut. Di hutan kota ini terdapat danau seluas 12,8 hektare, rawa buatan untuk pelindung dari erosi dan abrasi, pintu air untuk melancarkan perputaran air, jembatan untuk menghubungkan lokasi di dalam hutan kota, menara pengamat dan gerbang hutan kota untuk pengamanan, juga fasilitas lainnya untuk masyarakat yang ingin berekreasi di dalamnya. Hutan Kota Bumi Perkemahan CibuburArboretum Cibubur, begitulah hutan kota ini dikenal. Terdapat sekitar 57 jenis vegetasi yang menjadi rumah bagi satwa sekitar. Hutan kota ini diperuntukkan sebagai lokasi perkemahan yang terbuka untuk umum. Di dalamnya terdapat lokasi perkemahan yang dilengkapi dengan toilet dan penyiapan tempat-tempat air. Hutan Kota PT Jakarta Propertindo/Banjir Kanal Barat Jakarta UtaraHutan kota ini merupakan hutan pelindung bantaran sungai dari abrasi. Selain itu, hutan kota ini juga menjadi tempat penyerapan/konservasi air. Hutan kota ini dibuka untuk umum sebagai kawasan rekreasi yang dilengkapi dengan pengaman sungai dan pengaman lokasi hutan kota. Hutan Kota Blok P, Jakarta SelatanHutan kota ini merupakan hutan kota tipe konservasi resapan air yang memiliki luas 1,64 ha. Kawasan hutan kota ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap, seperti penangkaran rusa, penangkaran burung, Monumen dan Taman Ade Irma Suryani, serta pintu air. Selain hutan-hutan kota tersebut, masih banyak kawasan hutan kota lain yang dapat menopang ekosistem hutan yang beraneka ragam. Untuk dapat melihat lokasi persebaran hutan kota di Jakarta, silakan kunjungi peta di laman web Jakarta Smart city.PPDBDKI Jakarta 2021 Segera Ditutup, Ini Jadwal dan Panduan Mendaftar. Catat syarat dan jadwalnya serta perhatikan cara mendaftarnya. 14 Juni 2021 . 6 Potensi Sumber Daya Alam Indonesia serta Wilayah Persebarannya 6-9 years old. 9 Foto Bukti Kekuatan DNA, bak Pinang Dibelah 2! Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 1īīPotensi Sumber Daya Air di Indonesia1oleh Candra Samekto2 dan Ewin Sofian Winata3I. Pendahuluan Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi hidup dan kehidupan seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Air adalah asal muasal dari segala macam bentuk kehidupan di planet bumi ini. Dari air bermula kehidupan dan karena air peradaban tumbuh dan berkembang. Tanpa air, berbagai proses kehidupan tidak dapat berlangsung, sehingga penyediaan air baku untuk kebutuhan domestik, irigasi dan industri menjadi menjadi perhatian dan prioritas utama. Karena itulah Perserikatan Bangsa Bangsa PBB mendeklarasikan bahwa air merupakan hak azasi manusia; artinya, setiap manusia di muka bumi ini mempunyai hak dasar yang sama terhadap pemakaian air. Di Indonesia, hak masyarakat terhadap penggunaan air dijamin melalui Undang ā Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 19454, dan Undang- Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air5. Dalam perkembangannya, air secara sangat cepat menjadi sumberdaya yang makin langka dan relatif tidak ada sumber penggantinya. Meskipun Indonesia termasuk 10 negara kaya air, namun dalam pemanfaatannya terdapat permasalahan mendasar yang masih terjadi. Pertama, adanya variasi musim dan ketimpangan spasial ketersediaan air. Pada musim hujan, beberapa bagian di Indonesia mengalami kelimpahan air yang luar biasa besar sehingga berakibat terjadinya banjir dan kerusakan lain yang ditimbulkannya. Di sisi lain, pada musim kering kekurangan air dan kekeringan menjadi bencana di beberapa wilayah lainnya. Permasalahan mendasar yang kedua adalah terbatasnya jumlah air yang dapat dieksplorasi dan dikonsumsi, sedangkan īīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīī1īDisampaikanīpadaīSeminarīNasionalīAplikasiīTeknologiīPenyediaanīAirīBersihīuntukīKabupaten/KotaīdiīIndonesia.īDiselenggarakanīolehīPusatīTeknologiīLingkunganīāīBPPTīdiīJakartaīpadaītanggalī16īJuniī2010ī2īFungsionalīPerencanaīMudaīdiīDirektoratīPengairanīdanīIrigasi,īBappenasī3īStafīPerencanaīdiīDirektoratīPengairanīdanīIrigasi,īBappenasī4 Pasal 33 ayat 3 Undang ā Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyebutkan bahwa āBumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar ā besar kemakmuran rakyatā. 5 Pasal 5 UU No 7/2004 tentang Sumber Daya Air, menyebutkan bahwa āNegara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupannya yang sehat, bersih, dan produktifā. 2īījumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah menyebabkan kebutuhan air baku meningkat secara drastis. Masalah kualitas air semakin mempersempit alternatif sumber-sumber air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Ketersediaan air sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, bahkan air dapat menjadi salah satu factor penghambat pertumbuhan perekonomian suatu negara. Schouten 2006 memaparkan beberapa data yang menyajikan fakta bahwa air sangat penting pernanannya dalam pembangunan ekonomi sebagaimana ditampilkan dalam gambar di bawah ini Gambar 1. Curah Hujan vs Pertumbuhan GDP di Etiopia 1982-2000 Schouten, 2006. -80-60-40-200204060801982198319841985198619871988198919901991199219931994199519961997199819992000yearpercentage-30-25-20-15-10-50510152025rainfall variation around the meanGDP growth-80-60-40-200204060801982198319841985198619871988198919901991199219931994199519961997199819992000yearpercentage-30-25-20-15-10-50510152025rainfall variation around the meanGDP growth 3īīGambar 2. Curah Hujan vs Pertumbuhan GDP di Zimbabwe 1979-1993 Schouten, 2006 Dari Gambar 1 dan Gambar 2 di atas dapat dengan sangat jelas terlihat bahwa fluktuasi pertumbuhan ekonomi Etiopia dan Zimbabwe mempunyai pola yang sama dengan ketersediaan curah hujan di daerah tersebut. Dengan memperhitungkan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan air yang mengiringinya, masa depan neraca air, ketersediaan infrastruktur dan pelayanan sumber daya air nampaknya akan menjadi sangat timpang dan sensitif. Untuk itu dibutuhkan pengelolaan sumber daya air yang baik agar potensi yang ada dapat memberikan manfaat yang sebesar ā besarnya bagi kepentingan masyarakat dalam segala bidang kehidupan. II. Potensi Sumber Daya Air Di Indonesia Secara nasional, ketersediaan air di Indonesia mencapai 694 milyar meter kubik per tahun. Jumlah ini pada dasarnya adalah potensi yang dapat dimanfaatkan, namun faktanya saat ini baru sekitar 23 persen yang sudah termanfaatkan, dimana hanya sekitar 20 persen yang dimanfaatkan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku GDP growth % in Rainfall MeterReal GDP growth %Variability in Rainfall Meter 4īīrumah tangga, kota dan industri, 80 persen lainnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Hartoyo, 2010 Sebagian air hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan masuk ke dalam cekungan-cekungan air tanah yang potensinya mencapai lebih dari 308 milyar meter kubik. Potensi volume cekungan air tanah terbesar berada di Sumatera yaitu sebesar 110 milyar meter kubik. Tabel 1. Potensi Cekungan Air Tanah No. Pulau CekunganJumlah Luas km2 Volume Juta m3 1 Sumatera 65 270,656 109,926 2 Jawa 80 80,936 41,334 3 Kalimantan 22 209,971 68,473 4 Bali 8 4,381 1,598 5 Nusa Tenggara 47 41,425 10,139 6 Sulawesi 91 37,768 20,244 7 Maluku 68 25,830 13,174 8 Papua 16 52,662 43,400 Total 397 723,629 308,288 Sumber Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008, Kementerian Lingkungan Hidup. Indonesia memiliki lebih dari sungai yang sebagian besar di antaranya memiliki kapasitas tampung yang kurang memadai sehingga tidak bisa terhindar dari bencana alam banjir, kecuali sungai-sungai di Pulau Kalimantan dan beberapa sungai di Jawa. Secara umum sungai-sungai yang berasal dari gunung berapi volcanic mempunyai perbedaan slope dasar sungai yang besar antara daerah hulu upstream, tengah middlestream dan hilir downstream sehingga curah hujan yang tinggi dan erosi di bagian hulu akan menyebabkan jumlah sedimen yang masuk ke sungai sangat tinggi. Tingginya sedimen yang masuk akhirnya menimbulkan masalah pendangkalan sungai terutama di daerah hilir yang relatif lebih landai dan rata, sehingga sering terjadi banjir di dataran rendah Kementerian PPN/Bappenas, Infrastruktur Indonesia, 2003. Sungai-sungai tersebut dikelompokkan menjadi 133 Wilayah Sungai WS yang terdiri dari 13 WS kewenangan kabupaten, 51 WS kewenangan propinsi, dan 69 WS pusat yang berlokasi di lintas propinsi, lintas negara, dan sungai strategis nasional. Hartoyo, 2010. Jika dilihat lebih dalam dari aspek hidrologisnya, kondisi sungai-sungai induk sangat bervariasi dari kondisi baik, sedang hingga buruk sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dalam Tabel 2 di bawah ini 5īīTabel 2. Volume Sungai dan Kondisi Hidrologis beberapa Sungai Tahun 2006 Provinsi/ Induk Sungai Lokasi Luas DAS km2 Volume 106 m3 Kondisi Hidrologis Sumatera Utara Barimun Seroja, Labuhan Batu Baik Bingei Binjai, Langkat 789,30 Baik Asahan Asahan, Pulau Rakyat, Pulau Raja Baik Sumatera Barat Batang Kuantan Lima Puluh Koto, Payahkumbuh Buruk Riau S. Rokan Lubuk Bendahara, Kampar Sedang S. Siak Pantai Cermin, Siak Hulu, Kampar Baik Batang Kampar Lipat Kain, Kampar Baik Batang Kuantan Lbk Ambacang, Kuantan Sedang Jambi S. Batanghari Batang Hari, Jambu Baik Sumatera Selatan S. Musi Sungai Rotan, Gelumpang, Muara Enim Baik Lampung Way Seputih Buyut Udik, Lampung Tengah 584,40 Buruk Way Sekampung Pujo Rahayu, Gedong Tataan, Lampung Selatan Buruk Jawa Barat Kertasemaya, Indramayu Baik Jawa Tengah S. Pemali Brebes, Brebes Buruk S. B. Solo Jebres, Jebres, Surakarta Buruk S. Serayu Kedunguter, Banyumas, Banyumas Sedang D I Yogyakarta S. Progo Duwet, Kalibawang, Kulon Progo Buruk Jawa Timur B. Solo Lamongan Baik Banten S. Cisadane Sukasari, Babakan, Tangerang Buruk S. Ciujung Cidoro Lebak, Rangkasbitung, Lebak Buruk Kalimantan Barat S. Kapuas Manggu, Ngabang, Pontianak Baik Kalimantan Tengah S. Barito Dusun Tengah, Barito Selatan 237,80 Buruk S. Kapuas Kapuas, Kapuas Sedang S. Kahayan Kurun, Gunung Mas Baik S. Katingan Kasongan, Barito Sedang S. Mentaya Mentaya, Kotawaringin Timur Baik S. Lamandau Arut, Kotawaringin Buruk Sulawesi Tengah S. Palu Palu Selatan, Palu 910,20 Sedang Sulawesi Selatan S. Rongkong Ampana,. Sadang, Luwu Sedang S. Cinranae Madukeling, Sengkang, Wajo Buruk S. Walanae Mong, Mario Riwano, Soppeng Buruk 6īī S. Sadang Kabere, Cendana, Enrekang Sedang Sulawesi Tenggara L. Roraya Lainea, Konawe Selatan 482,50 Buruk Sumber Kementerian Lingkungan Hidup, 2009 Untuk meningkatkan manfaat dan ketersediaan air, telah dibangun bendungan yang hingga saat ini telah mencapai 235 buah. Berdasarkan klasifikasi menurut ketinggian dan volume tampungan, bendungan dibedakan menjadi a bendungan dengan ketinggian lebih dari atau sama dengan 15 meter dengan volume lebih besar dari atau sama dengan m3 sebanyak 100 buah dan b bendungan dengan ketinggian kurang dari 15 meter dengan volume lebih besar dari atau sama dengan m3 sebanyak 135 buah. Kementerian PPN/Bappenas, Infrastruktur Indonesia, 2003 Selain irigasi pada umumnya, pemanfaatan rawa untuk pertanian juga telah dilakukan untuk menunjang pencapaian peningkatan produksi pangan nasional. Luas lahan rawa masih bersifat perkiraan, dan estimasi yang dilakukan oleh beberapa peneliti dan beberapa instansi. Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang bervariasi terhadap luas lahan rawa di Indonesia, seperti ditunjukkan pada Tabel 3. Dari Total luas luas rawa di Indonesia tersebut, data dari Kementerian Pekerjaan Umum 2007 menyatakan bahwa hanya 10,8 juta hektar yang berpotensi untuk dikembangkan, terdiri dari 8,4 juta hektar rawa pasang surut tidal dan 2,4 juta hektar rawa non-pasang surut. Sebagian besar rawa yang potensial tersebut, 91,32 persen berada di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Dari total 10,8 juta hektar rawa potensial tersebut, 2,9 juta hektar rawa pasang surut dan 1 juta hektar rawa lebak telah direklamasi baik oleh pemerintah, maupun swasta dan masyarakat. Dari total 3,9 juta hektar lahan yang rawa yang telah direklamasi, baru sekitar 2,6 juta hektar yang telah dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan, tambak dan lainnya. Secara rinci luas rawa potensial di Indonesia disajikan pada Gambar 3. Pohon Rawa Potensial Indonesia. 7īīTabel 3. Estimasi Luas Rawa di Indonesia Sumber Departemen Pertanian, 2006 8īīGambar 3. Pohon Rawa Potensial Indonesia Sumber Tim Swakelola Subdit Cantek Direktorat Rawa dan Pantai, 2007 III. Kondisi Sumber Daya Air di Indonesia A. Kondisi DAS Masalah air di Indonesia ditandai dengan kondisi lingkungan yang makin tidak kondusif sehingga makin mempercepat kelangkaan air. Kerusakan lingkungan antara lain disebabkan oleh terjadinya degradasi daya dukung daerah aliran sungai DAS hulu akibat kerusakan hutan yang tak terkendali sehingga luas lahan kritis sudah mencapai 18,5 juta hektar. Gambar 4 di bawah menggambarkan perubahan penutupan hutan dan lahan yang terjadi antara tahun 1992 dan tahun 2003. 9īīGambar 4. Kondisi Penutupan Lahan Tahun 1992 atas dan Tahun 2003 bawah Sumber Deputi SDA-LH, Bappenas 2008; Kementerian Kehutanan Fenomena ini telah menyebabkan turunnya kemampuan DAS untuk menyimpan air di musim kemarau sehingga frekuensi dan besaran banjir makin meningkat, demikian juga sedimentasi makin tinggi yang menyakibatkan pendangkalan di waduk dan sungai sehingga menurunkan daya tampung dan pengalirannya. Pada tahun 1999 terdeteksi bahwa dari 470 DAS di Indonesia, 62 di antaranya dalam kondisi kritis, yang diprediksi dari perbandingan aliran maksimum dan minimum sungai-sungai yang sudah jauh melampaui batas normalnya. Keadaan ini diperparah oleh degradasi dasar sungai akibat penambangan bahan galian golongan C di berbagai sungai yang telah menyebabkan kerusakan struktur dan fungsi prasarana dan sarana di sepanjang sungai. Kementerian PPN/Bappenas, Infrastruktur Indonesia, 2003 10īīGambar 5. Kerusakan Kondisi DAS Tahun 1984 atas dan Tahun 2005 bawah Sumber Ditjen SDA, Kementerian PU 2008 Laju deforestrasi meningkat pesat yaitu dari 1,6 juta ha/th menjadi 2,1 juta ha/th pada kurun 1985ā2001. Laju deforestrasi ini disebabkan oleh terjadinya perubahan/konversi kawasan hutan menjadi pemukiman, perindustrian, dan pertambangan serta makin maraknya illegal logging. World Resources Institute 2002 memproyeksikan bahwa dalam waktu kurang dari 20 tahun mendatang luas hutan di 11īīIndonesia akan berkurang 15ā32,5 juta hektar. Berkurangnya luas hutan dapat mengurangi keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya termasuk jasa-jasa lingkungan lainnya. Selain itu, memburuknya kondisi hutan mempengaruhi persediaan air bagi kehidupan manusia, baik air tanah maupun air permukaan. Kasus-kasus pencemaran lingkungan juga cenderung meningkat. Kemajuan transportasi dan industrialisasi yang tidak diiringi dengan penerapan teknologi bersih memberikan dampak negatif terutama pada lingkungan perkotaan. Sungai sungai di perkotaan tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga. Kondisi tanah semakin tercemar oleh bahan kimia baik dari sampah padat maupun pupuk. Masalah pencemaran ini disebabkan juga oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat dengan kualitas lingkungan yang baik. Kondisi di atas menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya ketidakseimbangan sistem lingkungan secara keseluruhan dalam menyangga kehidupan manusia, dan keberlanjutan pembangunan dalam jangka panjang. B. Neraca air Kebutuhan air nasional saat ini terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Bali, dengan tujuan penggunaannya terutama untuk air minum, rumah tangga, perkotaan, industri, pertanian, dan lainnya. Dari data neraca air tahun 2003 dapat dilihat bahwa kebutuhan air pada musim kemarau di Pulau Jawa dan Bali yang sebesar 38,4 miliar meter kubik, hanya terpenuhi sekitar 25,3 miliar kubik atau hanya sekitar 66 persen. Defisit ini diperkirakan akan semakin tinggi pada tahun 2020, dimana jumlah penduduk dan aktifitas perekonomian meningkat secara signifikan. Direktorat Pengairan dan Irigasi Bappenas, 2006 Tabel 4. Neraca Air Per Pulau Tahun 2003 Juta m3 25 % Tot. Nas384, Juta m3 96, Juta m3Juta m3 18 % Tot. Nas8, m311, m3MUSIM HUJAN MUSIM KEMARAUSURPLUS SURPLUS480, SUMATERAKETERSEDIAAN AIR TOTAL MUSIM HUJAN MUSIM KEMARAUKEBUTUHAN AIR TOTAL Juta m37 % Tot. Nas101, Juta m3 25, Juta m3Juta m3 59 % Tot. Nas27, m338, m3SURPLUS DEFISITMUSIM HUJAN MUSIM KEMARAUKEBUTUHAN AIR TOTAL 65, AIR TOTAL 126, HUJAN MUSIM KEMARAUPULAU JAWA DAN BALI 12īīJuta m32 % Tot. Nas37, Juta m3 4, Juta m3Juta m35 % Tot. Nas1, m34, m3DEFISITSURPLUSKEBUTUHAN AIR TOTAL 5, HUJAN MUSIM KEMARAUPULAU NUSA TENGGARAKETERSEDIAAN AIR TOTAL 42, HUJAN MUSIM KEMARAUJuta m3 28 % Tot. Nas389, Juta m3 167, Juta m3Juta m34 % Tot. Nas2, m32, m3KEBUTUHAN AIR TOTAL 4, HUJANPULAU KALIMANTANMUSIM HUJAN MUSIM KEMARAUSURPLUS SURPLUSMUSIM KEMARAU556, AIR TOTAL Juta m37 % Tot. Nas129, Juta m3 14, Juta m3Juta m3 14 % Tot. Nas6, m39, m3SURPLUS SURPLUSMUSIM HUJAN MUSIM KEMARAUKEBUTUHAN AIR TOTAL 15, HUJAN MUSIM KEMARAUPULAU SULAWESIKETERSEDIAAN AIR TOTAL Juta m3 28 % Tot. Nas381, Juta m3 163, Juta m3Juta m3 % Tot. m3 m3SURPLUS SURPLUSKEBUTUHAN AIR TOTAL PULAU PAPUAKETERSEDIAAN AIR TOTAL 545, HUJAN MUSIM KEMARAUMUSIM HUJAN MUSIM KEMARAUSumber Direktorat Pengairan dan Irigasi Bappenas, 2006; Ditjen SDA Kementerian PU 2003 Melihat lebih jauh pada kondisi di Pulau Jawa, Bappenas 2006 telah melakukan suatu kajian lebih mendalam untuk melihat neraca air per kabupaten/kota sehingga dapat memproyeksikan kondisi ketersediaan air diperbandingkan dengan kebutuhannya hingga tahun 2025 sebagaimana ditampilkan dalam Gambar 6 di bawah ini. Gambar 6. Neraca Air per Kabupaten/Kota di Pulau Jawa īīTahunī2005 13īīTahun 2015 Tahun 2025 Sumber Direktorat Pengairan dan Irigasi, Bappenas, 2006 C. Tampungan Dari 235 bendungan di Indonesia, sekitar 17,02 persen 40 buah di antaranya berkinerja rendah; 12,34 persen 29 buah sedang, dan yang masih baik hanya sekitar 21,28 persen 50 buah; Sisanya sebanyak 98 bendungan belum tercatat kondisinya. Kementerian PPN/Bappenas, Infrastruktur Indonesia, 2003 Hasil pemantauan volume beberapa waduk utama di Indonesia, terutama di Pulau Jawa menunjukkan bahwa pada tahun 2008 volume waduk pada umumnya menurun pada bulan April hingga Oktober. Waduk Cirata di Jawa Barat mengalami penurunan volume air terbesar yaitu sebesar 89 persen. Sedangkan Waduk Sermo di DI. Yogyakarta mengalami penurunan terkecil yaitu sekitar 33%. Persentase penurunan volume waduk selama musim kemarau mengindikasikan adanya kerusakan fungsi resapan air di bagian hulu. Kementerian Lingkungan Hidup, 2009 Menelaah kapasitas tampungan terbangun yang dimiliki, sebagaimana dilaporkan oleh the World Bank 2005, Indonesia menduduki peringkat yang cukup 14īīrendah jika diperbandingkan dengan negara-negara lain. Amerika Serikat menduduki peringkat atas dengan jumlah tampungan mencapai m3/jiwa/tahun. Indonesia pada tahun 2005 tercatat hanya memiliki tampungan air sebesar 30 m3/jiwa/tahun, dibandingkan dengan Thailand yang sudah mencapai m3/jiwa/tahun. Hanya Ethiopia yang posisinya berada di bawah Indonesia yaitu sebesar 10 m3/jiwa/tahun. Untuk itu ke depan pembangunan tampungan-tampungan air baik sekala besar dan terutama skala kecil harus terus dipacu untuk dilaksanakan. Gambar 7. Kapasitas Tampungan per Kapita per Tahun m3/jiwa/tahun Sumber World Bank, 2005 D. Kualitas Air Selain isu kuantitas, penurunan kualitas merupakan isu yang tidak kala pentingnya dalam rangka pemanfaatan air secara optimal. Hasil pemantauan yang dilakukan pada tahun 2008 oleh 30 Bapedalda Provinsi terhadap 35 sungai di Indonesia menunjukkan bahwa status mutu air pada umumnya sudah tercemar berat jika dibandingkan dengan kriteria mutu air kelas II. 15īīTabel 5. Status Mutu Air beberapa Sungai di Indonesia Tahun 2008 No. Sungai Provinsi Jumlah Titik Status Mutu 1. Krueng Aceh NAD 6 Cemar berat 2. Deli Sumatera Utara 11 3. Batang Agam Sumatera Barat 6 4. Kampar Riau 10 Cemar berat 5. Indragiri Riau 14 6. Rokan Riau 15 7. Siak Riau 14 8. Batanghari Jambi 12 Cemar sedang 9. Air Bengkulu Bengkulu 6 Cemar sedang ā cemar berat 10. Musi Sumatera Selatan 8 Cemar berat 11. Rangkui Bangka Belitung 6 Cemar berat 12. Way Sekampung Lampung 6 Cemar sedang 13. Ciliwung DKI Jakarta 15 Cemar berat 14. Kali Angke Banten 6 Cemar berat 15. Citarum Jawa Barat 6 Cemar berat 16. Progo Jawa Tengah 6 Cemar sedang ā cemar berat 17. Progo DI. Yogyakarta 7 Cemar berat 18. Bengawan Solo Jawa Timur 10 Cemar berat 19. Tukad Badung Bali 6 Cemar berat 20. Jangkok NTB 6 Cemar berat 21. Dendeng NTT 5 22. Kapuas Kalimantan Barat 6 23. Mahakam Kalimantan Timur 6 24. Kahayan Kalimantan Tengah 6 Cemar berat 25. Martapura Kalimantan Selatan 6 Cemar berat 26. Bone Gorontalo 6 Cemar sedang 27. Tondano Sulawesi Utara 8 Cemar berat 28. Palu Sulawesi Tengah 6 29. Tallo Sulawesi Selatan 6 Cemar berat 30. Jeneberang Sulawesi Selatan 6 Cemar berat 31. Konaweha Sulawesi Tenggara 6 Cemar sedang 32. Batu Gajah Maluku 3 Cemar berat 33. Batu Merah Maluku 3 Cemar berat 34. Tabobo Maluku Utara 6 Cemar sedang ā cemar berat 35. Anafre Papua 6 Sumber Kementerian Lingkungan Hidup, 2009 IV. Tantangan Penyediaan Air Baku A. Proyeksi Kebutuhan Air Baku Kajian global kondisi air di dunia yang disampaikan pada World Water Forum II di Denhaag tahun 2000, memproyeksikan bahwa pada tahun 2025 akan terjadi krisis air di beberapa negara. Meskipun Indonesia termasuk 10 negara kaya air namun krisis air diperkirakan akan terjadi juga, sebagai akibat dari kesalahan pengelolaan air yang tercermin dari tingkat pencemaran air yang tinggi, pemakaian air yang tidak efisien, fluktuasi debit air sungai yang sangat besar, kelembagaan yang masih lemah dan 16īīperaturan perundang-undangan yang tidak memadai. Pulau Jawa yang luasnya mencapai tujuh persen dari total daratan wilayah Indonesia hanya mempunyai empat setengah persen dari total potensi air tawar nasional, namun pulau ini dihuni oleh sekitar 65 persen total penduduk Indonesia. Kondisi ini menggambarkan potensi kelangkaan air di Pulau Jawa sangat besar. Jika dilihat ketersediaan air per kapita per tahun, di Pulau Jawa hanya tersedia meter kubik per kapita per tahun, masih di bawah standar kecukupan yaitu 2000 meter kubik per kapita per tahun. Jumlah ini akan terus menurun sehingga pada tahun 2020 diperkirakan hanya akan tersedia sebesar meter kubik per kapita per tahun. Apabila fenomena ini terus berlanjut maka akan terjadi keterbatasan pengembangan dan pelaksanaan pembangunan di daerah karena daya dukung sumberdaya air yang telah terlampaui. Kementerian PPN/Bappenas, Infrastruktur Indonesia, 2003 B. Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Air Baku Pada daerah-daerah perkotaan, awalnya suplai air minum umumnya berasal dari sumur-sumur dalam, namun karena jumlah dan kapasitasnya sangat terbatas akhirnya kota-kota besar terpaksa menggunakan air baku dari aliran sungai yang melewati kota atau yang mengalir tidak jauh dari kota dengan terlebih dahulu dijernihkan melalui instalasi penjernihan air. Sejalan dengan makin besarnya kebutuhan pasokan air baku untuk air minum yang harus dipenuhi dari aliran air sungai, makin besar pula peran infrastruktur sumberdaya air dalam mendukung pengadaan air baku. Contoh fenomenal dalam pengadaan air baku untuk air minum adalah pengadaan air baku untuk DKI Jakarta yang sebagian besar dipasok dari Waduk Jatiluhur pada sungai Citarum. Air baku untuk air minum Jakarta yang diambil dari waduk dialirkan melalui Saluran Induk Tarum Barat yang merupakan bagian dari Jaringan Irigasi Jatiluhur. Dengan demikian, dukungan infrastruktur sumberdaya air terhadap pemenuhan kebutuhan air baku baik untuk air minum maupun keperluan rumah tangga lainnya menjadi sangat penting. Mengingat pentingnya peran infrastruktur sumberdaya air dalam mendukung penyediaan air baku, maka peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana air baku yang sudah dibangun mutlak dilakukan secara terus menerus untuk mempertahankan dan menjaga kehandalan layanan penyediaan air baku. 17īīC. Menambah Tampungan Selain mempertahankan fungsi yang sudah ada, pembangunan tampungan-tampungan baru, baik yang berskala besar maupun kecil sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kapasitas tampungan air baku. Hal ini perlu segera dilakukan sebagai konsekuensi meningkatnya kebutuhan air baku seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang terjadi. Pembangunan tampungan skala besar juga dapat digunakan secara multifungsi bersama sektor lain, seperti irigasi untuk mendukung ketahanan pangan, penyediaan tenaga listrik, dan lain sebagainya. Pembangunan tampungan baru juga diharapkan dapat mengatasi variasi musim dan ketimpangan spasial ketersediaan air yang menyebabkan banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Dengan adanya tampungan-tampungan baru, ketersediaan air yang luar biasa melimpah di musim hujan dapat disimpan dan kemudian dipergunakan di musim kemarau. Penambahan tampungan-tampungan baru tersebut juga selain merupakan upaya untuk melakukan konservasi di hulu yang dimaksudkan untuk mempertahankan dan memelihara keberadaan, sifat dan fungsi sumberdaya air sehingga dapat lebih dijamin ketersediaan dan kualitas air untuk memenuhi berbagai kebutuhan secara berkesinambungan baik bagi generasi sekarang maupun akan datang. Selain itu, pembangunan tampungan baru juga merupakan upaya untuk melakukan pengendalian banjir yang saat ini sering terjadi di hilir terutama di beberapa wilayah perkotaan. Sebagai contoh, untuk mengurangi resiko banjir yang setiap tahun melanda hilir Bengawan Solo, Pemerintah menargetkan pembangunan tujuh buah waduk di hulu Bengawan Solo yang merupakan salah satu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJMN 2010-2014. D. Teknologi Tepat Guna Dalam menghadapi tantangan penyediaan dan pengelolaan air baku yang semakin rumit, penyediaan air baku tidak cukup dilakukan melalui penambahan tampungan saja tetapi juga harus didiukung dengan pengembangan teknologi tepat guna seperti pengembangan metode penjernihan air dan lain sebagainya. Upaya pengembangan dan inovasi teknologi tepat guna perlu dilakukan secara terus menerus dan peran lembaga peneliti yang ada seperti LIPI, BPPT dan universitas menjadi sangat 18īīvital. Lebih lanjut, pengembangan teknologi tersebut juga penting untuk disosialisasikan terutama kepada pemerintah sehingga dapat diadopsi dalam kebijakan pembangunan nasional. V. Eco-Efficient Salah satu alternatif dalam mengatasi permasalahan sumberdaya air adalah dengan mengedepankan konsep keberlanjutan lingkungan dalam pemanfaatan Sumber Daya Air, yang dikenal dengan konsep Eco-efficient. Eco-efficient dalam pengelolaan Sumber Daya Air adalah sebuah proses yang berkelanjutan dalam desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan dengan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Eco-efficient merupakan paradigma dan strategi baru untuk mencapai tujuan pembangunan Sumber Daya Air yang berkelanjutan melalui perencanaan dan pengelolaan yang terintegrasi dari efisiensi ekologi dan efisiensi ekonomi secara bersama-sama6. Eco-Efiicient yang pada awalnya dikenal pada sector industri ini diartikan sebagai penyediaan barang produksi atau jasa yang memiliki nilai ekonomi yang kompetitif namun dengan mengurangi dampak negatif terhadap ekologi sehingga dapat sejalan dengan daya dukung lingkungan bumi WBCSD, 1992. Secara lebih simple eco-efficient dapat diartikan sebagai down-scalling dari konsep sustainable development sehingga lebih membumi dan dapat diimplementasikan secara nyata dengan memperhatikan prinsip-prinsip economical efficiency dan ecological efficiency Kim, 2009. UNESCAP pada tahun 2008 mencoba memformulasikan ulang konsep eco-efficient ini untuk dapat diadopsi pada sector publik. Salah satu tantangan terbesar dalam aplikasi di sector publik adalah bagaimana pendekatan eco-efficient ini dapat memberikan nilai tambah dan tidak mensyaratkan adanya penambahan biaya baru. īīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīī6ī Eco- Efficiency untuk pertama kalinya dipromosikan dalam āThe World Business Council on Sustainable DevelopmentāWBCSD sebagai konsep bisnis untuk memperbaiki kinerja ekonomi dan kondisi lingkungan pada setiap perusahaan. Eco-efficiency telah banyak diterapkan didunia industri di berbagai negara.īGambar 8. Eco-Efficient dalam pengelolaan SDA 19īīBerdasarkan pengalaman dari berbagai negara Asia dan Pasifik yang telah melaksanakan Eco-efficient dalam kebijakan prasarana Sumber Daya Air menunjukkan bahwa dengan penerapan konsep Eco-efficient dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan green-growth. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang telah melakukan eco-effuciency antara lain Korea Selatan, Jepang, Singapura, China, Selandia Baru, Australia dan Brazil. Pendekatan ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi Indonesia, hanya saja dalam prakteknya belum terkonsep secara baik dan diaplikasikan secara masal. System of Rice Intensification SRI, biopori, micro-hydro, serta upaya penampungan air hujan untuk dimanfaatkan kembali merupakan beberapa contoh teknologi yang pada dasarnya sudah mengaplikasikan konsep eco-efficient. Memperhatikan tantangan dan permasalahan ke depan, maka Pemerintah Indonesia telah mengadopsi konsep Eco-efficient sebagai salah satu arah kebijakan nasional bidang infrastruktur Sumber Daya Air khususnya dalam peningkatan cakupan dan kualitas layanan air baku7. Dalam konteks penyediaan air baku, konsep eco-efficient yang bisa diterapkan antara lain pemanfaatan air hujan melalui pemanenan air hujan rainwater harvesting. Teknologi pemanenan air hujan ini adalah teknologi yang sederhana yang dapat mudah di terapkan oleh masyarakat. Selain bermanfaat dapat meningkatkan ketersediaan air baku untuk air minum, ternak, irigasi, teknik pemanenan air hujan ini sekaligus bermanfaat untuk konservasi yaitu sebagai recharge untuk air tanah. īīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīīī7 Konsep Eco-efficient dalam kebijakan nasional tertuang dalam Buku II Bab V Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 RPJMN 2010-2014. Di dalam RPJMN 2010-2014 disebutkan bahwa dalam rangka peningkatan cakupan dan kualitas layanan air baku secara optimal, berkelanjutan, adil, dan merata, salah satunya akan ditempuh dengan mengembangkan dan menerapkan teknologi pengolahan air yang murah dan ramah lingkungan sesuai dengan kaidah-kaidah eco efficient. 20īīBibliographyīDepartemenīPertanian.ī2006.īKarakteristikīdanīPengelolaanīLahanīRawa.īJakartaīBalaiīBesarīPenelitianīdanīPengembanganīSumberdayaīLahanīPertanianīDepartemenīPertanian.īDeputiīSDAāLHīBappenas.ī2008.īKonsepīRancanganīAwalīRPJMNī2010ā2014īBidangīSumberīDayaīAlamīdanīLingkunganīHidup.īJakartaīKementerianīPPN/BappenasīDirektoratīPengairanīdanīIrigasiīBappenas.ī2006.īLaporanīAkhirīBukuī1īPrakarsaīStrategisīPengelolaanīSumberīDayaīAirīUntukīMengatasiīBanjirīDanīKekeringanīdiīPulauīJawa.īJakartaīDirektoratīPengairanīdanīIrigasiīBappenas.īHartoyo.ī2010.īProgramīPengembanganīPenyediaanīAirīUntukīMenjaminīKetahananīPanganīNasional.īSeminarīPengembanganīdanīPengelolaanīSumberīDayaīAirīuntukīKetahananīPangan.īBogorīKementerianīPekerjaanīUmum.īKementerianīLingkunganīHidup.ī2009.īStatusīLingkunganīHidupīIndonesiaī2008.īJakartaīKementerianīLingkunganīHidup.īKementerianīPPN/Bappenas.ī2009.īEvaluasiī4īTahu nīPelaksanaanīRPJMNī2004īāī2009.īJakartaīKementerianīPPN/Bappenas,.īKementerianīPPN/Bappenas.ī2003.īInfrastrukturīIndonesia.īJakartaīKementerianīPPN/Bappenas.īKim,īT.īH.ī2009.īEcoīefficientīWaterīInfrastructureīinīIndonesia.īPresentedīinītheīWorkshopīonīEcoāEfficientīConceptīDevelopment.īJakartaīDit.īPengairanīdanīIrigasi,īBappenasīSchouten,īM.ī2006.īIntegratedīWaterīResourcesīManagement.īUnpublishīlecturesīnote.īDelftīUNESCOāIHEīInstituteīforīWaterīEducationīTimīSwakelolaīSubditīCantekīDirektoratīRawaīdanīPantai.ī2007.īLaporanīAkhirīUpdatingīDataīPengelolaanīRawaīDanīP engamananīPantaiīTA.ī200 7.īJakartaīKementerianīPekerjaanīUmum.īī ... Ketiga, dapat mengadakan latihan dan pendidikan. c kesehatan, Bappenas mengatakan bahwa salah satu modal dasar dalam pelaksanaan peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah kondisi kesehatan masyarakat yang baik Samekto & Winata, 2010;E. Suharto, 2015. ...Ali HardanaDesy KhairaniPutri Bunga DaulayRizky PratiwiSouth Tapanuli Regency BAZNAS distributes zakat to mustahiq without seeing fur, race, and ethnicity among the people in the South Tapanuli region. From various types of zakat distribution by BAZNAS, each program must pay attention to two main components, namely goals and strategies. Puprose This study aims to determine the increase in zakat on improving the welfare of mustahiq in South Tapanuli Regency BAZNAS. Methodology This research is a quantitative study using a simple regression analysis method, and data collection instruments using questionnaires and documentation. With a sample of 144 mustahiq. Results Showed that zakat increases towards increasing mustahiq. Based on the coefficient of determination test, zakat can increase the welfare of mustahiq by while the remaining requires other factors. Keywords 1. Zakat 2. Welfare 3. Mustahiq... Di Indonesia, secara nasional, ketersediaan air rata-rata mencapai milyar m 3 /tahun yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 250 juta penduduk ADB, 2016;Radhika et al., 2017. Potensi air Indonesia mencapai m 3 /kapita/tahun, masih di atas rata-rata potensi air dunia yang hanya m 3 /kapita/tahun Nugroho, 2007;Samekto & Winata, 2010. Namun demikian, potensi air yang sangat besar di Indonesia akan menjadi tantangan di masa yang akan datang dengan semakin meningkatnya kebutuhan air yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. ...I. Putu Santikayasa Dimas Okhy WirantaKetersediaan dan kebutuhan air merupakan isu yang paling banyak dibahas di dunia termasuk di Indonesia. Pulau Jawa merupakan salah satu pulau dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, sekaligus sebagai pusat kegiatan industri dan pertanian juga menghadapi masalah tidak hanya pada ketersediaan air tetapi juga dalam kebutuhan air. Kondisi ini menggambarkan potensi Pulau Jawa mengalami kelangkaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status air di Pulau Jawa menggunakan pendekatan neraca air dan water scarcity index WSI. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi perubahan neraca air tahunan Pulau Jawa dalam setiap periode rata-rata 10 tahunan 1981-1990, 1991-2000, dan 2001-2010. Penelitian ini menggunakan data curah hujan dari CHIRPS dan suhu udara dari CRU untuk menghitung ketersediaan air. Kebutuhan air dihitung untuk sektor domestik, industri, pertanian, dan lingkungan dari standar penggunaan air Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan air rata-rata Pulau Jawa jumlahnya berbeda-beda setiap periodenya. Ketersediaan air tertinggi terjadi pada periode 1981-1990 160 miliar m3/tahun, sedangkan terendah pada periode 1991-2000 149 miliar m3/tahun. Dilihat secara perkapita, ketersediaan air Pulau Jawa mengalami penurunan 1981-2010. Selain kondisi defisit air yang mengalami perubahan setiap periodenya, kondisi tingkat kekritisan air wilayah juga ikut berubah setiap periodenya. Kabupaten/kota yang mengalami defisit air menggambarkan tingkat kekritisannya berada dalam kelas sangat kritis. Sebagian besar > 50% wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur berada dalam kondisi sangat kritis. Berdasarkan hasil penelitian, evaluasi neraca air dan indeks kekritisan air dapat digunakan untuk menggambarkan status air di suatu wilayah yang mampu menjadi referensi pengambil kebijakan dalam menentukan prioritas program dalam pengelolaan sumberdaya Kunci Status air, neraca air, pengelolaan sumber daya air, tingkat kritis air, analisis spasial... Air merupakan kebutuhan primer yang sangat penting dan sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup manusia Samekto & Winata, 2010. Letak sumber mata air berada dibawah permukaan sehingga dibutuhkan alat untuk pengangkatan air yaitu pompa air. ...Sariman SarimanNurjanna FitriyaniPanel surya merupakan media pengambil sel surya yang terdapat pada matahari dan akan dikonversikan menjadi energi listrik. Energi listrik merupakan kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk keberlangsungan hidup begitu juga dengan air. Sistem pengangkatan air yang dilakukan yaitu menggunakan pompa air DC 12 volt/180 watt dengan sumber listrik yang berasal dari 2 buah solar cell monocrystalline dipasang paralel masing-masing berkapasitas 100 WP, selanjutnya disambungkan dengan sebuah regulator stepdown untuk menurunkan tegangan panel surya menjadi 12 volt. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa pompa air DC dapat berkerja mengangkat air mulai dari pukul dengan daya listrik sebesar 30,57 watt dan debit air yang dihasilkan sebesar 9,96 liter/menit dan pompa air dapat bekerja maksimal pada pukul dengan daya listrik sebesar 111,68 watt dengan debit air yang dihasilkan sebesar 35,71 liter/menit. Penelitian dilakukan selama 14 hari sehingga menghasilkan rata-rata debit air yang dapat dihasilkan oleh pompa air DC dari pukul sebesar 15 liter/menit. Intensitas cahaya, kondisi cuaca dan waktu penelitian merupakan faktor dari hasil sistem pengangkatan air. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan literatur penulisan, observasi, dan bimbingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari pompa air yang memanfaatkan energi listrik yang bersumber dari panel surya monocrystalline dengan mengukur tegangan, arus, daya dan debit air yang akan dihasilkan oleh pompa air DC.... Water resource management is one of Indonesia's fundamental problems; seasonal variations and spatial inequality in water availability cause flooding in some parts of the country during the rainy season, while some areas experience drought during the dry season. Furthermore, the limited amount of water can be explored and consumed while the population grows, implying that the water demand is increasing [1]. It is exacerbated by a decrease in the carrying capacity of the watershed due to land conversion and pollution. ...... Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga domestik, air juga dapat dimanfaatkan pada aspek kehidupan lainnya, seperti untuk pertanian, perkebunan, perumahan, industri, pariwisata, dan lainnya Samekto & Winata, 2010. Pertumbuhan penduduk, kegiatan ekonomi, dan dampak perubahan iklim menimbulkan kelangkaan air atau suatu kondisi dimana kebutuhan air meningkat melebihi ketersediaan air yang tersedia karena tidak tersedianya secara fisik dan struktur pengelolaan air yang tidak memadai Hoekstra et al., 2012. ...Mega WidyaningsihChatarina MuryaniRahning UtomowatiABSTRAK Perubahan penggunaan lahan terjadi di Daerah Aliran Sungai DAS Gembong Kabupaten Karanganyar khususnya di Kecamatan Tawangmangu yang terletak di bagian hulu DAS Gembong terjadi akibat meningkatnya pengembangan kawasan wisata. Sebagai pengatur tata air dan kawasan resapan, keberadaannya perlu dilestarikan fungsinya untuk menjaga keseimbangan ekosistem di DAS tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya dukung sumber daya air, dan perubahan daya dukung sumber daya air dari tahun 2010 hingga 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan keruangan. Perhitungan ketersediaan air disimulasikan berdasarkan data curah hujan dan iklim, sedangkan kebutuhan air dihitung berdasarkan berbagai macam peruntukan kebutuhan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung sumber daya air di DAS Gembong pada tahun 2010 dan 2020 dalam keadaan surplus. Tahun 2010 terjadi surplus penggunaan air sebesar 24,163, m3 per tahun, sedangkan tahun 2020 juga terjadi surplus air sebesar 23,550, m3 per tahun. Berdasarkan nilai daya dukung sumber daya air antara tahun 2010 hingga 2020 telah mengalami perubahan yang cukup signifikan karena mengalami penurunan yang cukup tinggi sebesar 1,360, m3. Kata kunci daya dukung, kebutuhan air, persediaan air, sumber daya air ABSTRACT Changes in land use occur in the Gembong Watershed DAS Karanganyar Regency, especially in Tawangmangu District, which is located in the upstream part of the Gembong Watershed, due to the increasing development of tourist areas. As a regulator of water systems and catchment areas, its function needs to be preserved to maintain the balance of the ecosystem in the watershed. The research objective was to determine the carrying capacity of water resources and their changes from 2010 to 2020. The research method used was a quantitative descriptive method with a spatial approach. Calculation of water availability is simulated based on rainfall and climate data; while water demand is calculated based on various uses of water needs. The results showed that the carrying capacity of water resources in the Gembong watershed in 2010 and 2020 was in a state of surplus. In 2010 there was a water use surplus of 24,163, m3 per year, while in 2020 there was also a water surplus of 23,550, m3 per year. Based on the value of the carrying capacity of water resources between 2010 and 2020, there has been a significant change due to a fairly high decline of 1,360, m3. Keywords carrying capacity, water demand, water supply, water resources... Menurut Aldrian 2000, rata-rata curah hujan di seluruh Indonesia dapat mencapai 450-4750 mm/ tahun, di mana puncaknya berada di bulan Januari dapat mencapai lebih dari 700 mm/bulan. Secara nasional, potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 694 miliar m 3 per tahun, namun hanya sekitar 23% dari jumlah tersebut yang sudah termanfaatkan Samekto & Winata, 2010. Hal ini dikarenakan berkurangnya kemampuan DAS untuk menyimpan air dari hujan yang turun sehingga menyebabkan kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan. ...LIPI Press berkolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia PPI Dunia menerbitkan rangkaian buku seri Indonesia Emas Berkelanjutan 2045 Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia Sedunia. Rangkaian bunga rampai ini terdiri dari 12 buku dengan sejumlah topik yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals SDGs untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2045. Buku ini merupakan seri ketujuh dari rangkaian tersebut. Seri Lingkungan ini ditulis berangkat dari kekhawatiran bahwa kebijakan lingkungan yang telah ada selama ini keliru. Buku ini mendukung empat target dari SDGs, yaitu manajemen sanitasi dan air bersih poin 6, pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan poin 12, penanganan perubahan iklim poin 13, dan ekosistem daratan poin 15. Isu lingkungan menjadi sentral dan sangat menarik untuk dibahas karena besar pengaruhnya terhadap isu-isu lain, seperti ekonomi, politik, dan budaya. Buku ini diharapkan dapat menjadi bacaan yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan di bidang lingkungan. Temukan sumbangsih pemikiran, saran, solusi, dan analisis dari perwakilan pelajar Indonesia di seluruh dunia terkait pengelolaan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup Indonesia. Selamat membaca!... During the rainy season, water tends to overflow which causes flooding in some areas. During the dry season, some area tends to have a water shortage and experiencing a water crisis [4]. This condition is worsened by the irregularity of the rainfall pattern, especially related to the duration of extreme dry months as a result of the impact of global warming [5]. ...R NurkhaidaPopi RejekiningrumVarious kinds of water use are likely to exceed available water supplies and sometimes neglects water conservation which further burdens availability and supply of water. Great use of water for agriculture could be reduced by developing water-saving irrigation technology and introducing water-saving commodities. This research is aimed to identify water supply, agricultural water demand, and calculate water supply-demand balance in various planting scenarios using Verhulst Logistic Logarithm. The results of the analysis indicated that the potential of water supply in 2020 will be 21, MCM and the projection in 2050 will be 25, MCM. The total agricultural water demand will be 21, MCM in 2020 and 20, MCM estimation in 2050. The total water demand for one cropping will be 7, MCM and 7, MCM projection in 2050, for two croppings 15, MCM and 14, MCM projection in 2050, and for three croppings 21, MCM and 22, MCM projection in 2050. The analysis of water supply-demand balance in each district area for one and two croppings in 2020 and 2050 show a surplus, whereas for three croppings, some regions showed a deficit. If the trend of water supply is known, the phenomenon of climate change can be identified and air bentuk sudu Lengkung dengan diameter kincir 1,000 m, panjang sudu 0,25 m, dan lebar sudu 0,3 m. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dan efisiensi kincir air. Untuk menguji kincir air tersebut, maka dibuatkan model saluran terbuka dengan panjang saluran 12,25 m, lebar saluran 0,334 m, tinggi saluran 6,0 m, dan sudut kemiringan 450. Daya dan efisiensi kincir air dapat diketahui dengan memvariasikan debit aliran 0,050 m3/s sampai 0,032 m3/s pada beban 2 kg sampai 22 kg. Pengukuran debit aliran dengan metode mengisi ember dengan voleme ember 50 L. Untuk mengetahui debit aliran yang melalui saluran maka volume ember dibagi dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ember MarcellaH SuryatmojoL R W FaidaThe upstream watershed area DAS has a function as a buffer zone. The Merawu watershed is one of the upstream parts of the Serayu watershed which is dominated by agricultural land. The declining carrying capacity of the Merawu watershed is indicated by the imbalance between supply and demand for resources in the Merawu watershed. For a long time, it can interfere with the function of the soil as life support. The research objectives are 1 analyzing the carrying capacity of the Merawu watershed through 3 approaches, namely ecological footprint land capacity, water capacity, and land protection capacity. The research method used is to compare supply and demand. And 2 Formulating a recovery strategy in the Merawu watershed based on an analysis of the environmental carrying capacity and focusing on increasing the carrying capacity. The results showed that the Merawu watershed has the carrying capacity of the protection function in the overshoot condition, the water carrying capacity in the conditionally-save condition, and the carrying capacity of the land in the overshoot condition. There are five watershed recovery strategies in the upstream, middle and downstream areas to increase carrying dan Pengelolaan Lahan Rawa. Jakarta Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Departemen PertanianDepartemen PertanianDepartemen Pertanian. 2006. Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Rawa. Jakarta Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Departemen Akhir Buku 1 Prakarsa Strategis PengelolaanDirektorat Pengairan Dan IrigasiBappenasDirektorat Pengairan dan Irigasi Bappenas. 2006. Laporan Akhir Buku 1 Prakarsa Strategis Pengelolaan Sumber Daya Air Untuk Mengatasi Banjir Dan Kekeringan di Pulau Jawa. Jakarta Direktorat Pengairan dan Irigasi Pengembangan Penyediaan Air Untuk Menjamin Ketahanan Pangan Nasional. Seminar Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Ketahanan PanganHartoyoHartoyo. 2010. Program Pengembangan Penyediaan Air Untuk Menjamin Ketahanan Pangan Nasional. Seminar Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Ketahanan Pangan. Bogor Kementerian Pekerjaan Lingkungan Hidup IndonesiaHidup Kementerian LingkunganKementerian Lingkungan Hidup. 2009. Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008. Jakarta Kementerian Lingkungan 4 Tahun Pelaksanaan RPJMNPpn KementerianBappenasKementerian PPN/Bappenas. 2009. Evaluasi 4 Tahun Pelaksanaan RPJMN 2004 ā 2009. Jakarta Kementerian PPN/Bappenas,.Ppn KementerianBappenasKementerian PPN/Bappenas. 2003. Infrastruktur Indonesia. Jakarta Kementerian PPN/ efficient Water Infrastructure in Indonesia Presented in the Workshop on EcoāEfficient Concept Development Integrated Water Resources ManagementT H KimKim, T. H. 2009.Eco efficient Water Infrastructure in Indonesia. Presented in the Workshop on EcoāEfficient Concept Development. Jakarta Dit. Pengairan dan Irigasi, Bappenas Schouten, M. 2006. Integrated Water Resources Management. Unpublish lectures note. Delft UNESCOāIHE Institute for Water EducationEco efficient Water Infrastructure in IndonesiaT H KimKim, T. H. 2009.Eco efficient Water Infrastructure in Indonesia. Presented in the Workshop on Eco-Efficient Concept Development. Jakarta Dit. Pengairan dan Irigasi, BappenasIntegrated Water Resources Management. Unpublish lectures note. Delft UNESCO-IHE Institute for Water EducationM SchoutenSchouten, M. 2006. Integrated Water Resources Management. Unpublish lectures note. Delft UNESCO-IHE Institute for Water Education Potensisumber daya wisata alam, budaya dan buatan yang dimiliki Indonesia merupakan suatu daya tarik yang mampu menarik wisatawan (wisatawan nusantara atau wisatawan mancanegara) ke beberapa tempat wisata. Salah satunya adalah Indonesia diakui kaya akan wisata bahari. Riau Kepulauan dan Kepulauan Seribu di DKI Jakarta. Upaya sirkular ekonomi hingga ke tingkat desa di Jawa Tengah terus dilakukan. MAGELANG - Provinsi Jateng meraih Penghargaan Pembangunan Daerah PPD 2023 dari Bappenas. Pada penghargaan tersebut Provinsi Jateng dinobatkan sebagai daerah dengan perencanaan dan pencapaian pembangunan terbaik. Penghargaan ini telah tiga kali diterima, yakni tahun 2019, 2020, dan 2023. Gubernur Jawa Tengah Jateng Ganjar Pranowo telah menginisiasi sirkular ekonomi hingga ke tingkat desa. Sirkular ekonomi bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam, mengurangi limbah, dan mempromosikan keberlanjutan tersebut. āSekarang mesti kita dorong terus menerus maka mulai kita berkomunikasi dengan industri, berkomunikasi dengan kelompok masyarakat,ā kata Ganjar saat ditemui di Candi Borobudur, Magelang, Jateng, seperti dilansir dari Antara, Selasa 6/6/2023. Pihaknya sendiri mengembangkan energi baru terbarukan EBT. Ganjar mengeksekusi potensi sumber daya alam Jateng seperti panas matahari, gas rawa, geothermal, termasuk juga angin dan air. Lewat sumber daya alam itu, pihaknya mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Bahkan pemanfaatannya bisa dirasakan di rumah-rumah warga hingga instansi pendidikan. Sebut saja pemanfaatan gas rawa sebagai pengganti gas LPG 3 Kg di Desa Krendowahono Karanganyar atau memanfaatkan panas matahari melalui PLTS atap untuk Pondok Pesantren di Kudus. Selain itu, pihaknya juga mengembangkan proyek geothermal di kawasan Dieng Wonosobo yang digunakan untuk menyuplai energi panas bumi. Dampaknya pun akan terasa di berbagai sektor seperti masyarakat industri dan pariwisata. Ganjar mengatakan, konsep sirkular ekonomi melalui EBT dan pendekatan green ekonomy ini mesti dilakukan lantaran energi fosil semakin langka dan harganya juga kian mahal di pasaran. Oleh karenanya pihaknya berupaya agar semua potensi sumber daya yang ada di Jateng bisa dimaksimalkan dengan baik agar masyarakat dapat terus meraskan manfaatnya. āSehingga semuanya bisa diputar menjadi satu manfaat yang lebih baik. Tentu saja gerakkan mulai kita lakukan agar semua orang dinas-dinas terkait berkomitmen sama,ā tutur Ganjar. sumber Antara Karenaitu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendorong optimalisasi pemberdayaan potensi kelautan yang ada di daerah ini. āKami berharap potensi kelautan yang ada bisa dioptimalkan untuk meningkatkan devisa negara,ā ujar Gubernur Pastika dalam paparan pada rapat Gerakan Nasional Pemberdayaan Sumber Daya Alam Indonesia Sektor Kelautan Beberkan sejumlah capaian dan tantangan ke depan Sekjen Kemendagri Hudori dalam sambutannya pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta Memperingati HUT ke-494 Kota Jakarta di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 22/6/2021. Dok. Kemendagri Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Sekjen Kementerian Dalam Negeri Kemendagri Muhammad Hudori membeberkan sejumlah capaian dan tantangan ke depan yang dihadapi Daerah Khusus Ibu Kota DKI Jakarta. Menurutnya, letak geografis Provinsi DKI Jakarta yang strategis, ditambah lagi dengan jumlah penduduk yang cukup besar berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020 sebanyak 10,56 juta jiwa, merupakan sejumlah potensi yang dimiliki Kota Jakarta.āDengan persentase penduduk usia produktif 15-64 tahun sebesar 71,98 persen serta indeks pembangunan manusia DKI Jakarta yang mencapai 80,77 persen, dan ini merupakan yang tertinggi di Indonesia,ā ujar Hudori dalam sambutannya pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta Memperingati HUT ke-494 Kota Jakarta di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 22/6/2021.1. Potensi untuk pulih dan tumbuh kembali sangat besarSekjen Kemendagri Hudori dalam sambutannya pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta Memperingati HUT ke-494 Kota Jakarta di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 22/6/2021. Dok. Kemendagri Dukungan sumber daya manusia maupun letak geografis yang strategis tersebut masih menjadikan Jakarta sebagai pusat perekonomian dan keuangan terbesar di Indonesia. Meskipun pada kuartal pertama pada tahun 2021 ini Jakarta masih mencatat pertumbuhan yang minus -1,65 persen, Jakarta mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri PMDN mencapai Rp8,76 triliun terbesar ketiga di Indonesia, dan realisasi Penanaman Modal Asing PMA mencapai juta.āProduk Domestik Regional Bruto PDRB Jakarta masih merupakan yang terbesar tahun 2020 tercatat triliun sehingga potensi untuk pulih dan tumbuh kembali sangat besar,ā kata Hudori. Baca Juga HUT ke-494 DKI Jakarta, Anies Ini Masa Sulit, Tapi Bukan yang Berat 2. Masih harus terus bekerja kerasSekjen Kemendagri Hudori bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta Memperingati HUT ke-494 Kota Jakarta di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 22/6/2021. Dok. Kemendagri Selain capaian-capaian tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, antara lain angka Tingkat Pengangguran Terbuka TPT, yaitu 8,51 persen per-Februari 2021, persentase penduduk miskin per-September 2020 mencapai 4,69 persen nasional 10,19 persen serta gini rasio yang mencapai 0,40 nasional 0,385. āUntuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentunya masih harus terus bekerja keras, khususnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menekan angka tingkat pengangguran terbuka, dan rasio ketimpangan,ā jelas Mampu wujudkan birokrasi profesional dengan perkembangan teknologi informasiMal Pelayanan Publik di DKI Jakarta. IDN Times/Gregorius Aryodamar P Sementara itu, diketahui target pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam RPJMN 2020-2024, yaitu pertumbuhan ekonomi 5,4-6,0 persen, tingkat kemiskinan 6,5-7,0 persen, Gini rasio 0,370-0,374, tingkat pengangguran terbuka TPT 4,0-4,6 persen, dan indeks pembangunan manusia IPM 75,54. Hudori menyampaikan, berbagai upaya pencapaian target tersebut harus selaras dengan upaya mewujudkan pelayanan publik yang prima di semua sektor. Upaya mendukung kemudahan investasi melalui reformasi struktural dan penyederhanaan birokrasi harus terus diupayakan agar tercipta birokrasi yang fleksibel, memiliki kapabilitas yang baik, dan budaya kerja yang unggul. āSaya yakin dan percaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mampu mewujudkan birokrasi yang profesional, inovatif, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi,ā pungkasnya. WEB Baca Juga Kemendagri Minta Pemda Percepat Realisasi APBD TA 2021 Berita Terkini Lainnya
POTENSI SUMBER DAYA ALAM, MANUSIA DAN SOSIAL BUDAYA JAKARTA PLHKJ POTENSI SUMBER DAYA ALAM Adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong didalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam dan tanah, inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia. SUMBER DAYA ALAM BERDASARKAN SIFATNYA Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui adalah kekayaan alam yang terus ada selama penggunaannya tidak diekploitasi secara berlebihan. Contohnya tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui adalah sumber daya alam yang jumlahnya terbatas karena penggunaannya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. SDA DAPAT DIPERBAHARUI SDA TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI SUNGAI YANG MENGALIR DI JAKARTA ā¢Sungai Aluran ā¢Kali Grogol ā¢Kali Krukut ā¢Kali Malang ā¢Kali Mookervart ā¢Kali Pesanggrahan ā¢Kali Sunter ā¢Sungai Tengah ā¢Kali Semanan ā¢Sungai Udang ā¢Kali Angke ā¢Ci Liwung ā¢Ci Pinang CILIWUNG ļ Ciliwung adalah sebuah sungai yang melintasi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, dan Jakarta, Indonesia. ļ Hulu Ciliwung berada di Gunung Gede, Gunung Pangrango dan daerah Puncak. ļ Setelah melewati bagian timur Kota Bogor, sungai ini mengalir ke utara, di sisi barat Jalan Raya JakartaBogor, sisi timur Depok, dan memasuki wilayah Jakarta sebagai batas alami wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. CILIWUNG ļ Di daerah Manggarai aliran Ciliwung banyak dimanipulasi untuk mengendalikan banjir. Jalur aslinya mengalir melalui daerah Cikini, Gondangdia, hingga Gambir, namun setelah Pintu Air jalur lama tidak ditemukan lagi karena dibuat kanal-kanal, seperti di sisi barat Jalan Gunung Sahari dan kanal di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Veteran. ļ Dari Manggarai, dibuat Banjir Kanal Barat yang mengarah ke barat, lalu membelok ke utara melewati Tanah Abang, Tomang, Jembatan Lima, hingga ke Pluit. CILIWUNG ļ Ciliwung memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan karena mengalir melalui tengah kota dan melintasi banyak perumahan padat. ļ Ciliwung adalah sungai yang paling parah mengalami perusakan dibandingkan sungai-sungai lain yang mengalir di Jakarta. ļ Selain karena daerah aliran sungai DAS di bagian hulu di Bogor yang rusak, wilayah sungai di Jakarta juga yang banyak terjadi penyempitan dan pendangkalan yang mengakibatkan ia memiliki potensi terbesar menyebabkan banjir di Jakarta. CILIWUNG ļ Berdasarkan peta cekungan air tanah Pulau Jawa dan Madura, skala 1 wilayah Sungai Ciliwung terbagi atas 1. Cekungan Air Tanah Jakarta dengan batas selatan yang merupakan daerah resapan air di sekitar Parung sampai Cibinong dengan aliran air tanah secara umum ke daerah utara. 2. Cekungan Air Tanah Bogor dengan batas selatan yang merupakan daerah resapan di sekitar Gunung Salak - Cicurug - Gunung Pangrango dengan arah aliran air tanah secara umum ke arah utara. CILIWUNG ļ Potensi air tanah besar terutama terdapat di sekitar Jakarta Selatan sampai Jakarta Pusat. ļ Muka air tanah bebas free groundwater table di daerah akumulasi air tanah bervariasi, terutama di daerah Cekungan Air Tanah Jakarta dapat mencapai kurang dari 2 meter di bagian utara. ļ Fungsi Sungai Ciliwung 1. Digunakan untuk penampung air hujan 2. Sebagai suplai air 3. Bermanfaat sebagai pengendali banjir 4. Tempat untuk resapan air 5. Untuk bahan baku PDAM DANAU ļ Adalah sejumlah air tawar atau asin yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau karena adanya mata air. Biasanya danau dapat dipakai sebagai sarana rekreasi, dan olahraga. ļ Adalah cekungan besar di permukaan bumi yang digenangi air bisa tawar atau asin yang seluruh cekungannya tersebut dikelilingi daratan. ļ Danau terbagi menjadi dua, yaitu danau alami dan danau buatan waduk/situ. DANAU/SITU/WADUK DI JAKARTA ⢠Waduk Pluit di Pluit ⢠Waduk Muara Angke di Penjaringan ⢠Waduk Kebon Melati di Tanah Abang ⢠Waduk Pik I dan II di Kapuk Muara, Penjaringan ⢠Waduk Cibubur di Jakarta Timur ⢠Situ Lembang di Menteng ⢠Waduk Marunda di Cilincing ⢠Waduk Papanggo/Sunter Barat di Tanjung Priok ⢠Waduk Sunter I dan II di Tanjung Priok ⢠Situ Pademangan di Pademangan ⢠Waduk Kalibata di Pancoran ⢠Situ Babakan di Jagakarsa HUTAN KOTA Hutan kota memiliki manfaat antara lain sebagai identitas kota, pelestarian plasma nutfah, penahan dan penyaring partikel padat dari udara, penyerap karbonmonoksida, pertikel timbal, debu, semen, peredam kebisingan, mengurangi bahaya hujan asam, penghasil oksigen, penahan angin, penyerap dan penampis bau, dan mengatasi genangan. Contoh hutan kota di Jakarta adalah Hutan Kota Srengseng di Jakarta Barat. TAMAN KOTA DI JAKARTA ā¢Taman Monas/Medan Merdeka ā¢Taman Menteng ā¢Taman Suropati ā¢Taman Situ Lembang ā¢Taman Langsat ā¢Taman Martha Tiahahu ā¢Taman Lapangan Banteng POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA Adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar Human Resources, yaitu atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan. POTENSI SOSIAL BUDAYA Merupakan potensi yang terdapat di kehidupan masyarakat. Berbagai jenis kesenian daerah dan adat istiadat merupakan contoh potensi sosial budaya. POTENSI SOSIAL BUDAYA Kesenian Betawi Topeng Lenggang Nyai Japin Cokek Beksi POTENSI SOSIAL BUDAYA Seni musik Betawi Tugu, kromong, dan sejenisnya POTENSI SOSIAL BUDAYA Makanan dan minuman khas Betawi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kerak telor Kue pancong Kue cubit Kue Bugis Betawi Dodol betawi Soto Betawi Asinan Betawi Roti buaya 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Karedok Gado-gado Betawi Ketoprak Betawi Bir pletok Es doger Es goyang Es campur Betawi Es cendol Betawi Es selendang mayangLiputan6com, Jakarta - Selama pandemi Covid-19, perekonomian di kawasan Indonesia Timur dinilai memiliki daya tahan.Ketahanan perekonomian di kawasan tersebut ditopang potensi sumber daya alam dan peningkatan nilai tambah dari industri pertambangan. "Perekonomian di kawasan timur mampu bertahan didukung oleh kinerja ekspor yang bernilai Dataset ini menampilkan daftar tempat wisata yang menjadi potensi Data Tarik Wisata DTW Unggulan Provinsi DKI Jakarta. data mencakup 1. nama destinasi wisata, 2. jenis = jenis tempat wisata, 3. deskripsi = penjelasan singkat tentang destinasi wisata, 4. kondisi terkini/kendala = kondisi destinasi wisata, 5. alamat, 6. telepon, 7. fax, 8. email, 9. pengelola .